alexametrics

Armand Maulana dan Iga Massardi Jadi Juri Pucuk Cool Jam 2020

loading...
Armand Maulana dan Iga Massardi Jadi Juri Pucuk Cool Jam 2020
Musisi papan atas Tanah Air, Armand Maulana (Gigi) dan Iga Massardi (Barasuara), didaulat menjadi juri di ajang pencarian bakat Pucuk Cool Jam (PCJ) 2020. (KORAN SINDO/Thomas Manggala)
A+ A-
JAKARTA - Musisi yang juga vokalis band papan atas Tanah Air, yaitu Armand Maulana (Gigi) dan Iga Massardi (Barasuara), didaulat menjadi juri di ajang pencarian bakat Pucuk Cool Jam (PCJ) 2020. Bukan tanpa alasan mereka dipilih untuk menjadi juri di ajang pencarian bakat bidang musik di Indonesia tersebut.

Baik Armand dan Iga memiliki kemampuan bermusik yang sudah tidak diragukan lagi. Mereka juga berkontribusi serta memiliki kredibilitas di bidang musik di Indonesia.

Meski sudah sering didapuk untuk menjadi juri di ajang pencarian bakat, tapi, bagi Armand, menjadi juri di ajang PCJ 2020 itu merupakan kebanggaan tersendiri. Sebelumnya, Armand dikenal sudah menjadi juri atau coach di ajang Indonesian Idol, Rising Star Indonesia dan The Voice Indonesia.



“Tentunya saya bangga telah didaulat oleh Teh Pucuk Harum untuk menjadi bagian dari proses pencarian bibit-bibit band berbakat di Pucuk Cool Jam 2020. Kami selaku tim juri tentu akan melakukan penilaian secara objektif, seperti penguasaan instrumen musik, materi lagu dan kekompakkan antarpersonel seperti stage act dan live performance," ungkap Armand selaku perwakilan juri kategori Band kepada SINDO dalam jumpa pers Pucuk Cool Jam 2020 di Ballroom A Thamrin Nine, kawasan Bunderan Hotel Indonesia, Rabu (2/10).

Pucuk Cool Jam 2020 adalah ajang yang kelima yang digelar. Dimulai pada 2016, ajang ini sudah banyak menemukan talenta berbakat dari sejumlah daerah di Indonesia. Ajang ini tidak hanya menjadi wadah unjuk bakat dan pengembangan skill bermusik, tapi juga memberikan ruang untuk mengembangkan kreativitas mereka dalam ekstrakurikuler performance art. Selain menghadirkan Armand dan Iga sebagai juri, PCJ 2020 juga menghadirkan Bisma Karisma dari Smash dan Ufa Sofura, instruktur dance yang sangat cinta terhadap seni tari.

“Sebagai kriteria penilaian ekstrakurikuler terdiri dari beberapa aspek seperti koreografi, power, kekompakan, ekspresi, kostum, dan bagaimana para finalis mampu mengolah kreativitas dalam mengimplementasikan Teh Pucuk Harum di setiap penampilannya,” kata Ufa, perwakilan juri kategori Ekstrakurikuler.

Assistant Brand Manager Teh Pucuk Harum Debora Christiany mengungkapkan, tahun ini, PCJ mengambil tema Make The Journey Louder. Tema ini dipilih dengan tujuan ingin lebih gaungkan kreativitas dan bakat anak anak muda melalui Pucuk Cool Jam bisa mengembangkan kemampuan dan kreativitas mereka dalam bidang musik dan performance.

Sebagai tahap awal pendaftaran, para calon peserta bisa memperlihatkan bakatnya melalui platform digital yang tersedia. Pendaftaran telah dibuka sejak 2 September dan ditutup pada 31 Oktober 2019 melalui digital audition di tujuh kota berbeda yakni, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Samarinda, Palembang, dan Makassar.
(alv)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak