alexametrics

Viola Davis, Aktris yang “Sarat Pesan” Hollywood

loading...
Viola Davis, Aktris yang “Sarat Pesan” Hollywood
Viola Davis, Aktris yang Sarat Pesan Hollywood
A+ A-
Di dunia akting, Viola Davis ibarat “pembangkit tenaga listrik” di Hollywood. Dari bermain karakter agresif yang kuat dalam How to Get Away with Murder hingga wanita pemberani dalam The Help. Viola dikenal berkat berbagai perannya yang luar biasa serta kemampuannya untuk menggambarkan emosi yang kuat.

Viola juga terkenal karena kerap memberikan pidato atau pernyataan yang cukup kuat dan “sarat pesan” di berbagai acara penting. Misalkan saat menerima penghargaan Emmy untuk kategori Best Actress pada Drama Series di tahun 2015. Viola mengatakan, pidato yang sangat kuat adalah satu-satunya hal yang membedakan wanita kulit berwarna dengan orang lain.

Kala itu, Viola menjadi wanita kulit hitam pertama yang memenangkan penghargaan tersebut. Violajuga menjadi advokat baik di dalam maupun di luar Hollywood. Dia sering berbicara tentang pentingnya upah yang sama dalam industri hiburan. Tidak hanya antara pria dan wanita, tetapi antara aktor Kaukasia dan orang kulit berwarna.



Tak hanya pidato, Viola juga memakai pakaian yang “sarat pesan”. Yang terbaru adalah ketika dirinya naik ke atas panggung di ajang penghargaan bergengsi Primetime Emmy Awards ke-71 di Los Angeles. Viola diketahui berada di atas panggung untuk menyerahkan penghargaan Aktor Pendukung Luar Biasa dalam Seri Drama (Outstanding Supporting Actor in Drama Series).

Dikutip dari Good Morning America, Viola mengenakan gaun one-shoulder, beludru hitam, dan satin putih karya Alberta Ferretti dengan kalung berlian Forevermark. Gaun memukau ini seolah sarat pesan tentang kulit putih dan kulit hitam. Kalau dilihat lebih dekat, Viola terlihat “memutakhirkan” ensemble dengan korset, lengan mini, dan perhiasan Forevermark.

Tak hanya itu, tidak seperti tamu lain yang biasanya datang mengenakan sepatu atau sandal hak tinggi, Viola memilih mengenakan sepatu kets Hogan.Tentu saja penampilan Viola itu menarik perhatian banyak orang. Dikutip dari Foot Wear News, awalnya dia memakai sepatu resmi karya Stuart Weitzman.

Namun, di atas panggung, Viola memutuskan berhenti sejenak dan mengganti sepatunya menjadi sepatu kets Hogan. Sepatu kets ini memiliki tumit busa bertumpuk, bagian atas perak mengkilat dan bagian depan bundar. Sepatu ini dijual seharga USD605 (Rp8,6 juta) di Farfetch.com.

Bahkan sebelum naik ke atas panggung, Viola sudah memulainya dengan persiapan unik. Dilansir dari Vanity Fair, Viola mengungkapkan bagaimana dia mempersiapkan diri. Yakni bersantai di jacuzzi bersama suaminya untuk relaksasi dan detoksifikasi kulit. Violajuga sempat pijat di kursi pijat Kahuna favoritnya yang memijat dari ujung jari kaki ke bagian atas kepala.

Setelah itu dia sempat tertidur. Usai bangun Viola mandi uap untuk mendetoksifikasi kulitnya. Selain menyerahkan penghargaan, di Emmy kali ini Viola juga masuk dalam nominasi Lead Actress in a Drama Series berkat perannya dalam drama seri How to Get Away with Murder.

Menuurt Yahoo, sebelumnya pada ajang penghargaan Emmy ke-67 yang digelar pada 2015, Viola menjadi wanita kulit berwarna pertama yang menang dalam kategori aktris utama melalui perannya dalam serial tersebut. Di sini dia juga bertindak sebagai produser.

Kemudian pada 2017, Viola memenangkan Piala Oscar untuk kategori Aktris Pendukung Terbaik lewat film Fences. Dia juga menorehkan sejarah dengan menjadi orang kulit hitam pertama yang dinominasikan sebanyak tiga kali di ajang Academy Awards.

Pada 2017, Viola menyelesaikan akting triple-crown yang langka. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan aktor atau aktris yang mendapat setidaknya satu penghargaan di ajang Oscar, Tony, dan Emmy.

Terbuka tentang Kemiskinan

Viola tidak berusaha menyembunyikan kisah masa kecilnya yang sangat miskin dan sulit. Viola lahir di St Matthews, Carolina Selatan. Bersama dua saudara perempuannya, ia dibesarkan di Central Falls, Rhode Island. Mereka hidup dalam kemiskinan yang parah dan mengalami rasisme karena menjadi satu-satunya keluarga kulit hitam di kota itu.

Sejak kecil Viola memahami kalau orang-orang seperti dirinya diabaikan oleh dunia. Itulah sebabnya Viola memilih untuk tidak terlihat oleh dunia. Dia memilih akting sebagai pelarian dari kemiskinannya. Dia “melarikan diri” dengan ikut kegiatan teater di sekolahnya, Central Falls High School.

Kemudian dia melanjutkan ke Rhode Island College dan lulus pada 1988. Setelah itu, Viola masuk ke Juilliard School selama empat tahun sebagai anggota Divisi Drama Grup 22. Dikutip dari Life Time, pada 1996 Viola membuat debut di layar lebar. Dia mendapat peran kecil sebagai perawat dalam film The Substance of Fire.

Setelah itu, dia beberapa kali muncul di serangkaian acara televisi dan film. Viola juga tampil di teater Broadway membawakan kisah King Hedley II. Di sini dia mendapat penghargaan Tony Award for Best Featured Actress in a Play.

Pada 2011, Viola kembali memenangkan Tony Award keduanya. Kali ini untuk Best Performance by a Leading Actress in a Play untuk perannya sebagai Rose Maxson dalam film Fences. Pencapaian ini menjadikannya wanita kulit hitam kedua yang memenangkan penghargaan Tony Award.

Adapun film yang melejitkan nama Viola adalah Doubt, yang dimainkannya bersama Meryl Streep, Amy Adams, dan Philip Seymour Hoffman. Meskipun hanya muncul di satu adegan, namun akting Viola sangat kuat sehingga dinominasikan untuk beberapa penghargaan, termasuk Golden Globe dan Academy Awards.

Beberapa tahun kemudian, Viola menerima pujian berkat perannya sebagai Aibileen Clark dalam film The Help. Dia menerima nominasi Oscar, Golden Globe, dan BAFTA untuk perannya sebagai pembantu rumah tangga di era 1960-an di Mississippi.

Namun, Viola tidak membiarkan dirinya lupa dari mana ia berasal. Viola mengatakan, masa kecil yang sulit memungkinkannya untuk berterima kasih atas semua ketenaran yang ia miliki sekarang.Karena itu, Viola berkomitmen mengubah situasi bagi orang Amerika.

“Ini adalah negara terkaya di dunia. Tidak ada alasan anak-anak harus pergi ke sekolah dalam kondisi lapar. Makanan adalah sesuatu yang harus dimiliki oleh semua orang,” terangnya kepada Glamour. Violadipilih sebagai duta untuk Hunger Is, program amal yang bertujuan untuk menyediakan sarapan di sekolah bagi semua anak.
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak