alexametrics

Berkat PAMDS, Ratusan Ribu Masyarakat Peroleh Akses Air Bersih

loading...
Berkat PAMDS, Ratusan Ribu Masyarakat Peroleh Akses Air Bersih
Inisiatif Pembiayaan Air Minum dan Sanitasi memberikan dampak positif terhadap masyarakat yang sebelumnya kesulitan akses air bersih. / Foto: SINDOnews/Wahyu Nugroho
A+ A-
JAKARTA - Air bersih merupakan kebutuhan penting bagi kehidupan manusia. Guna memberikan akses air bersih ke seluruh lapisan masyarakat Indonesia, berbagai elemen masyarakat pun kompak mempelopori dan menggiatkan inisiatif Pembiayaan Air Minum dan Sanitasi (PAMDS atau Water Credit).

Melalui inisiatif tersebut akhirnya terbuka juga jembatan antara akses air minum dan sanitasi dengan lembaga keuangan. Di sini, masyarakat, baik dari rumah tangga hingga penyedia layanan air minum dan sanitasi, bakal memperoleh akses di sektor keuangan dengan pinjaman terjangkau.

Water.org, sebuah lembaga nirlaba yang aktif mendorong inisiatif PAMDS, melalui Chief Representatives, Rachmad Hidayad mengungkapkan bahwa PAMDS memberdayakan masyarakat agar dapat segera memenuhi kebutuhan air minum dan sanitasi mereka sendiri.



"Setiap elemen masyarakat sepatutnya mendukung rencana pemerintah untuk memberikan akses air bersih bagi 100 persen warga Indonesia. Untuk itu kami bersama-sama mendorong inisiatif PAMDS ini," ujar Rachmad dalam dialog Water For All: Empowering Community Through Water Credit Initiatives di tengah ajang Ideafest 2019 di Jakarta Convention Center, Minggu (6/10).

Menurutnya, sejak dimulainya inisiatif tersebut di Indonesia pada 2014, sejumlah lembaga keuangan telah menciptakan produk pembiayaan air minum dan sanitasi, serta telah menyalurkan lebih dari 190.000 pinjaman dengan jumlah total sebesar Rp 542 miliar. "Dengan pinjaman yang telah disalurkan lembaga-lembaga keuangan baik bank maupun koperasi, saat ini lebih dari 750.000 jiwa berhasil memiliki akses terhadap air dan sanitasi," tambahnya.

Berbeda dengan bantuan langsung yang dapat terputus jika donasi dihentikan, skema pinjaman mikro PAMDS bisa lebih menjamin keberlanjutan program akses air bersih dan sanitasi kepada masyarakat.

Sementara itu, salah satu pihak swasta yang ikut berupaya berkontribusi untuk program tersebut, Danone-AQUA berkolaborasi dengan Water.org untuk memberikan dampak yang lebih besar. Danone-AQUA memberikan solusi keuangan yang berkelanjutan dengan memberdayakan Kelompok SPAMS (Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi) Pedesaan.

Dalam program itu, Danone-AQUA melakukan pelatihan pengelolaan usaha sehingga diharapkan dapat berjalan secara mandiri dan berkelanjutan. Sejak tiga tahun lalu, kerjasama tersebut sudah berjalan di Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan melibatkan 3 lembaga keuangan yang telah menyalurkan pinjaman bagi 18 Kelompok SPAMS di 18 desa.

"Kolaborasi dengan Water.org ini sejalan dengan visi Danone, One Planet One Health. Danone yakin bahwa kesehatan lahir tidak hanya melalui makanan, minuman atau pun gaya hidup masyarakat, tetapi juga berasal dari lingkungan yang juga sehat," ucap Sustainable Development Director Danone-Indonesia, Karyanto Wibowo.

"Hal itu sejalan dengan komitmen kami untuk terus mendukung tercapainya target SGDs (Sustainable Development Goals) di 2030. Untuk itu penting bagi kami mendukung inovasi dan inisiatif yang baik untuk mencapai akses air bersih dan sanitasi yang baik melalui cara yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat," katanya lagi.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa capaian akses air bersih yang layak saat ini di Indonesia mencapai 72,55 persen, sedangkan target SDGs adalah 100 persen.
(nug)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak