alexametrics

Joaquin Phoenix Selektif Pilih Peran

loading...
Joaquin Phoenix Selektif Pilih Peran
Joaquin Phoenix Selektif Pilih Peran. (Istimewa).
A+ A-
JOAQUIN Phoenix tidak sembarangan dalam mengambil peran. Ia lebih dulu melakukan riset untuk mendalami karakternya. Termasuk ketika bermain di film Joker. Kabarnya, Joaquin melakukan beberapa persiapan sebelum menjalani proses syuting. Terlebih ia merasa ada beban tersendiri dalam memerankan Joker, mengingat publik masih mengingat sosok mendiang Heath Ledger sebagai tokoh Joker sebelumnya yang belum ada bandingannya.

Ia pun awalnya merasa kurang percaya diri. Sebagai langkah persiapan, Joaquin memulai dengan menurunkan berat badan hingga 23 kilogram hanya dalam beberapa bulan saja. Kehilangan berat badan ekstrem ini sempat membuatnya mengalami gangguan fisik maupun psikis. Ia cenderung merasa mudah lelah, mudah marah, dan menarik diri dari pergaulan lantaran tidak ingin dietnya terganggu.

Paparazzi sempat mengabadikan foto Joaquin yang sedang berkeliaran di jalanan kota New York dengan tubuhnya yang sangat kurus. Dia terlihat mengenakan kostum badut lengkap dengan makeup yang membuat wajahnya menjadi putih. Yang menarik, tidak seperti aktor lain yang menyerahkan adegan berbahaya kepada pemeran pengganti, Joaquin justru melakoni sendiri adegan tersebut.



Seorang pengguna jalan sempat memvideokan momen ketika Joaquin yang tengah memerankan Joker, berlari ke jalanan yang sedang ramai lalulalang kendaraan kemudian ditabrak oleh taksi. Sang aktor jatuh di kap kendaraan itu dan sebelum akhirnya jatuh ke aspal. Joaquin sendiri mengaku sudah sejak tiga tahun lalu menginginkan karakter yang menantang. Maka itu ia sangat senang ketika mengetahui akan ada film Joker.

Ia meyakini karakter Joker pas diperankannya. Sebelum Joker, Joaquin sudah membintangi berbagai karakter misalnya menjadi kaisar di film Gladiator, dan musisi sekaligus pengguna narkoba Johnny Cash di film Walk The Line.

Saking ingin memerankan Joker, Joaquin tidak melihat bujet yang dihabiskan untuk film ini. Seperti diketahui, DC sudah mengeluarkan banyak uang untuk memproduksi proyek film seperti Aquaman, Justice League, dan Wonder Woman, yang masing-masing meraih kesuksesan sendiri. Namun untuk Joker, bujet yang dikeluarkan hanya 55USD atau sekira Rp 777 miliar. Banyak aktor yang mungkin akan balik kanan begitu mengetahui film ini termasuk low budget. Sebaliknya, Joaquin malah memilih maju terus.

"Aku tidak melihat film ini sebagai film superhero aku hanya melihat film ini unik, dan yang paling penting Todd Phillips (sutradara Joker) sangat antusias dengan film ini," ujarnya. Ia melanjutkan, dirinya tidak melihat ukuran sebuah film apakah berbujet rendah atau besar. Yang menurutnya penting adalah menekuni karakter yang terlibat dengan perjuangannya dalam keseharian. Jadi jelas, bujet bukanlah masalah bagi Joaquin. Alur cerita dan karakter yang kuat justru menantangnya untuk mengambil film tersebut. (Sri Noviarni)
(nfl)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak