alexametrics

Review Film Gemini Man

loading...
Review Film Gemini Man
Gemini Man memberikan tontonan high-tech dengan aksi seru oleh satu orang yang melawan diri sendiri. Sayang, ceritanya yang dangkal membuatnya kurang greget. (Odeon)
A+ A-
Musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri. Hal ini pun sudah sering kali diterjemahkan di berbagai karya tulisan maupun visual. Tema ini pernah menjadi fokus film besutan Jordan Peele, Us, yang dirilis awal tahun ini.

Menjelang pengujung tahun ini, tema ini pun kembali naik ke layar lebar lewat Gemini Man. Bedanya, di film, sosok diri sendiri yang dihadapi adalah sosok yang lebih muda, bukan seumuran. Film besutan Ang Lee ini dibintangi Will Smith.

Gemini Man menceritakan tentang Henry Borgan (Will Smith), seorang pembunuh dari agen rahasia pemerintah Amerika Serikat (AS). Henry yang sudah menua berniat untuk pensiun dari pekerjaannya itu. Setelah menyelesaikan misi terakhir, yaitu membunuh seorang pria yang disebut teroris, dia pun gantung senjata dan menikmati hidupnya di pinggiran kota.



Namun, pertemuannya dengan kawan lamanya, Jack Willis, mengubah semuanya. Henry tahu bahwa orang terakhir yang dia bunuh bukanlah teroris, tapi seorang ilmuwan yang bertahun-tahun dipakai pemerintah untuk melakukan penelitian. Jack mengatakan, mereka harus menemui seorang pria bernama Yuri untuk mengetahui tentang penelitian tersebut. Namun, Jack kemudian dibunuh bekas agen tempat dia dan Henry bekerja. Kepala sebuah operasi hitam dengan kode Gemini, Clay Varris, mulai memburu Henry dan teman-temannya.

Henry disergap di rumahnya, tapi dia berhasil lolos. Berkat bantuan seorang agen bernama Danny yang menyamar menjadi operator kapal di pelabuhan, Henry pun berhasil kabur. Dia kemudian menghubungi temannya yang lain, Baron (Benedict Wong), yang membawa mereka ke Cartagena, Kolombia. Henry, Baron dan Danny berencana pergi ke Hungaria untuk bertemu Yuri. Namun, Clay mengirimkan seorang agen untuk membunuh Henry di Cartagena.

Agen itu kemudian memburu Henry. Pertarungan satu lawan satu pun terjadi. Setelah aksi baku tembak di atas gedung dan kejar-kejaran dengan sepeda motor, Henry kemudian menyadari sesuatu: pembunuh itu memiliki wajah dan fisik yang sama persis dengannya. Hanya, dia lebih muda. Penampilan pembunuh itu sangat mengganggu pikiran Henry. Danny sempat mengatakan kalau pembunuh itu kemungkinan adalah anak Henry. Namun, Henry menolak pikiran tersebut.

Teknologi canggih yang dipakai Ang Lee dalam film ini mampu memberikan tontonan yang memanjakan mata. Warna-warnanya cerah dan tajam dengan sentuhan yang relatistis. Di film ini, Ang Lee juga tidak memakai pemeran lain untuk menokohkan Henry muda. Henry muda dan tua sama-sama diperankan Will di Gemini Man. Will bisa memerankan Henry versi muda dengan teknologi de-aging atau pemudaan. Teknologi ini sudah sering ditampilkan di film layar lebar, tapi jarang dipakai untuk sepanjang film. Salah satu film yang menggunakan teknologi ini untuk memudakan aktornya di sepanjang film adalah Captain Marvel. Di film ini, Samuel L Jackson yang memerankan Nick Fury dimudakan beberapa puluh tahun dari aslinya.Yang menarik, wajah Will muda di film ini benar-benar mirip dengan Will ketika muda. Kemiripan ini bisa menipu mata dan akan ada yang menyangka jika yang memerankan tokoh Henry muda adalah anak Will Smith. Padahal, itu adalah Will sendiri yang memerankannya.
Memerankan dua tokoh di satu film memang bukan perkara mudah. Namun, harus diakui, Will cukup sukses memerankan versi tua dan muda dirinya sendiri. Dia tampil sebagai Henry tua yang serius dan sebagai Henry muda yang sangat bersemangat. Teknologi yang dipakai juga membuat gambar dua orang ini bisa berdiri berjejer dengan cukup bagus.

Hanya, cerita film ini yang seharusnya seru malah terkesan dangkal. Film ini terlalu berpusat pada sosok Henry tanpa menyertakan secuil gambaran masa lalunya sebagai salah satu tentara terbaik yang pernah dimiliki Amerika. Laboratorium tempat mengkloning manusia yang juga menjadi fokus di film ini tidak diperlihatkan sama sekali. Inilah yang membuat film yang seharusnya seru ini jadi kurang menggigit dari sisi cerita.

Gemini Man memberikan tontonan high-tech dengan adegan aksi seru yang dilakukan satu orang melawan dirinya sendiri. Sayang, ceritanya yang dangkal membuatnya kurang greget.

Gemini Man sudah bisa disaksikan di bioskop kesayangan Anda. Selamat menyaksikan!


(alv)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak