alexametrics

Saint Laurent Rilis Kondom Fesyen, Begini Reaksi Warganet

loading...
Saint Laurent Rilis Kondom Fesyen, Begini Reaksi Warganet
Kondom Yves Saint Laurent menuai banyak komentar positif dan negatif dari warganet. / Foto: GQ Australia
A+ A-
PARIS - Rumah mode asal Prancis, Yves Saint Laurent (YSL) meluncurkan koleksi terbaru berupa kondom seharga GBP5 di situs resminya. Koleksi terbaru rumah mode bermarkas di Paris itu pun langsung mendapat perhatian dari pengguna media sosial.

Sebagaimana dilaporkan The Metro, kondom mewah ini hadir dengan enam motif berbeda. Mulai dari motif kotak-kotak, cob, zebra, leopard, hati, hingga motif logo monogram YSL yang dicetak di atas kemasan berwarna hitam polos.

Viralnya kondom ini berkat posting-an fashion enthusiast bernama Chaluky. Melalui akun Twitter pribadinya @balenciogre, Chaluky mengunggah foto kondom YSL dengan keterangan yang menyebutkan dia tergoda untuk membeli kondom YSL tersebut untuk dikoleksi demi mode.



"Mengapa saya begitu tergoda untuk membeli kondom YSL ini ketika saya bahkan tidak akan menggunakannya, saya hanya ingin mengumpulkannya demi mode," tulis Chaluky.

Unggahan tersebut langsung mendapat respons yang beragam. Banyak yang menyukai unggahan itu, namun beberapa di antaranya juga berbondong-bondong mengungkapkan kekecewaan mereka karena mengharapkan barang yang lebih mewah dari YSL, bukan sebuah kondom.

"Bayangkan mengadakan pesta dan makan semangkuk ini di kamar mandi," cuit seorang warganet.

"Saya pikir dia akan menikmati bahwa mereka mengendalikan alat reproduksi," timpal warganet lainnya.

Melalui akun Instagram resminya, YSL juga telah mengumumkan perilisan iklan kondom ini yang dibintangi top model Anja Rubik. Kendati demikian, ini bukan kali pertama kondom mewah dihadirkan sebuah brand atau desainer ternama. Sebelumnya, desainer Alexander Wang lebih dulu merilis kondom dengan nama Protect Your Wang.
(nug)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak