alexametrics

Gelang Kulit Gucci Dicemooh Mirip Gelang Tahanan

loading...
Gelang Kulit Gucci Dicemooh Mirip Gelang Tahanan
Pengguna media sosial membandingkan gelang kulit Gucci dengan tag yang dikenakan oleh mereka yang baru saja dibebaskan dari penjara. / Foto: Daily Mail
A+ A-
MILAN - Rumah mode mewah asal Italia, Gucci mendapatkan banyak cemoohan ketika mengawali debutnya dengan merilis gelang kulit dari koleksi terbarunya yang mengingatkan pada label elektronik. Koleksi tersebut, belum lama ini dipamerkan melalui koleksi Musim Semi-Musim Panas 2020 di Milan Fashion Week.

Seperti dilansir Daily Mail, desain terbaru ini sedikit lebih low-end, dan pengguna media sosial membandingkannya dengan tag yang dikenakan oleh mereka yang baru saja dibebaskan dari penjara. Para kritikus menilai rumah mode Italia itu membuat model mereka terlihat seperti tahanan.

Sementara, yang lain mengatakan gelang yang bisa dikenakan di pergelangan kaki atau pergelangan tangan itu tampak seperti kantong untuk membawa peluru dan senjata. Bahkan, beberapa di antaranya mengatakan bahwa gelang tersebut sama seperti gelang yang dikenakan para penjahat di rumah tahanan.



"Benar kalau aku salah, tapi ini sepertinya dia memakai tanda elektronik," kicau seorang warganet seperti dikutip Daily Mail. "Seperti gelang yang dikenakan penjahat di rumah tahanan," sahut warganet lainnya.

"Kurasa kau tidak akan bisa melewati keamanan bandara dalam hal ini."

Adapun gelang tersebut merupakan bagian dari koleksi SS20 ready to wear Gucci yang difungsikan untuk membawa lipstik. Hingga saat ini, Gucci belum mengumumkan berapa harga gelang tersebut, tetapi desain serupa sebelumnya telah dijual sekitar GBP350.

Selain itu, dalam acara yang sama, Gucci juga memamerkan model yang berjalan di catwalk dengan bantal diikat ke punggung mereka seperti ransel. Kendati demikian, ini bukan kali pertama Gucci menghadirkan kontroversial di sebuah catwalk.
(nug)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak