alexametrics

Tak Melulu Seoul, Muju Tawarkan Pengalaman Baru Wisata ke Korea

loading...
Tak Melulu Seoul, Muju Tawarkan Pengalaman Baru Wisata ke Korea
Muju yang terletak di kawasan barat daya Korea Selatan memberikan pandangan baru tentang Korea kepada para pengunjungnya yang tidak bisa didapatkan di Seoul. (Korea.net)
A+ A-
Korea Selatan tak hanya memiliki Seoul yang menarik untuk dikunjungi. Ada Muju yang terletak di barat daya Korea, wilayah Jeolla yang akan memberikan wisatawan pandangan baru tentang Korea yang tidak dapat dialami di Seoul.

Dari taekwondo hingga hutan habitat kunang-kunang yang langka, Muju menghadirkan pesona Korea yang berbeda. Cara tercepat untuk mencapai Muju dari Seoul adalah dengan naik bus antarkota dari Terminal Bus Nambu Seoul ke Terminal Bus Muju dengan waktu tempuh perjalanan sekitar 2 jam 40 menit.

Dikutip dari situs resmi Korea Tourism Organization, bus beroperasi enam kali sehari dari Seoul ke Muju (per Agustus, 2019). Tergantung tujuan, wisatawan juga dapat naik bus ke Terminal Bus Seolcheon. Untuk mencapai Taekwondowon, objek wisata terkenal di Muju, disarankan menggunakan bus lokal menuju Seolcheon dari Terminal Bus Muju.



Terminal Bus Samnye menyediakan layanan bus antarkota dan lokal. Bangunan dua lantai ini memiliki loket penjualan tiket di lantai satu dan rumah sakit di lantai dua. Terdapat arus bus antarkota yang konstan dari Iksan dan Jeonju, sementara bus ke Terminal Nambu Seoul beroperasi 12 kali sehari dengan tarif untuk orang dewasa sebesar 13.800 won atau sekitar Rp166.000 (per Agustus, 2019).

Terpilih sebagai salah satu dari 100 tempat wisata yang harus dikunjungi di Korea, Taekwondowon merupakan satu-satunya pusat di dunia yang didedikasikan khusus untuk taekwondo. Dengan arena besar untuk pertandingan taekwondo serta ruang pengalaman, pusat pelatihan, pusat penelitian, dan program pertukaran, pusat ini menyediakan semua yang diperlukan untuk belajar dan berlatih taekwondo.

Fasilitas lain termasuk Museum Taekwondo Nasional, monorel, dan sebuah observatorium di atas area berukuran 10 kali lipat Stadion Piala Dunia Seoul. Arsitektur arena utama dirancang dengan taegeuk (simbol Korea yang mewakili keseimbangan kekuatan universal) dalam pikiran. Taekwon the One, pertunjukan taekwondo tradisional, berlangsung dua kali sehari dan menawarkan program pengalaman gratis selama 30 menit setelah pertunjukan.

Wisatawan yang tertarik mencoba taekwondo secara langsung, dapat mengunjungi ke Yap! Dari teknik dasar taekwondo dan tes kebugaran fisik hingga VR Gyeorugi, pengunjung dapat terlibat dalam pertempuran taekwondo, pengalaman gerakan taekwondo, dan kompetisi virtual. Diperlukan biaya 2.000 won (Rp24.000) untuk berpartisipasi dalam setiap program ini.

Terletak di pusat Taekwondowon, sebuah observatorium tiga lantai menawarkan sebuah kafe dan ruang meditasi. Di sinilah pemandangan Taekwondowon yang indah dan sekitarnya dapat dinikmati dari 600 meter di atas permukaan laut. Pergi ke observatorium tidak memerlukan upaya apa-apa karena monorel tersedia dengan biaya yang murah. Perjalanan monorel berharga 2.000 won untuk orang dewasa dan 1.000 won (Rp12.000) untuk anak-anak.

Adapun Festival Budaya Taekwondo 2019 diadakan selama dua hari dari 31 Agustus—1 September di Taekwondowon. Festival ini mempromosikan partisipasi pengunjung festival dalam berbagai acara serta menyebarkan semangat taekwondo. Acara utama di festival tersebut adalah Taekwon Revolution, sebuah kompetisi konten kreatif; Taekwon Battle Kick It, pertunjukan taktik taekwondo; dan King of the Team, sebuah kompetisi membelah kayu.
(alv)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak