7 Alasan Orang Memiliki Second Account, termasuk untuk Pelarian

Rabu, 11 September 2024 - 17:07 WIB
loading...
7 Alasan Orang Memiliki...
Second account atau akun kedua di platform media sosial yang sama bukan hal yang langka dibuat oleh netizen di Indonesia. Foto/Getty Images
A A A
JAKARTA - Seiring makin maraknya penggunaan media sosial , tak jarang ada individu yang memiliki lebih dari satu akun di platform yang sama.

Hal ini populer disebut dengan second account atau akun kedua. Tentunya ada beberapa alasan seseorang sengaja membuat second account dalam berinteraksi, berikut ini alasannya.

Baca Juga: Profil Pendidikan Pendiri Kaskus Andrew Darwis, Medsos yang Muncul dari Tugas Kuliah

Alasan Orang Membuat Second Account


1.⁠ ⁠Privasi yang Lebih Terjaga


Bagi banyak orang, akun kedua adalah sarana untuk menjaga privasi. Dengan informasi yang dapat dengan mudah diakses oleh siapa saja, second account sering digunakan untuk berbagai konten yang sifatnya lebih pribadi.

Karena itulah pertemanan di akun ini hanya untuk di lingkaran kecil maupun keluarga yang terdekat yang diizinkan mengikuti akun mereka. Berbeda dengan akun utama dengan banyak pengikut, biasanya akun kedua hanya memiliki 10-30 pengikut saja.

Ini memberikan mereka ruang aman untuk mengekspresikan diri tanpa harus khawatir tentang pandangan orang lain yang tidak terlalu mengenal si pemilik akun.

2.⁠ ⁠Eksplorasi Diri


Second account juga sering digunakan sebagai alat untuk mengeksplorasi hobi, minat, atau bahkan identitas baru yang mungkin berbeda dari citra yang mereka tampilkan pada akun utama mereka.

Di second account, mereka merasa lebih bebas untuk menunjukkan bagian diri mereka yang beda.

3.⁠ ⁠Menghindari Kecanggungan Sosial


Kita semua pasti pernah merasa canggung saat berinteraksi di media sosial. Teman, keluarga, kolega, hingga atasan mungkin menjadi pengikut di akun utama kita.

Hal ini sering kali membuat seseorang harus menjaga citra tertentu. Di akun kedua, mereka bisa lebih bebas berinteraksi tanpa khawatir menyinggung maupun menciptakan rasa tidak enak antara satu sama lain.

4.⁠ ⁠Ruang Kebebasan


Second account memberikan ruang kebebasan yang tidak terbatas. Jika di akun utama seseorang merasa harus menjaga estetika atau konten yang sempurna, akun kedua justru menjadi tempat untuk mengunggah konten apa saja tanpa memikirkan kualitas ataupun estetika.

Namun sisi negatif dari second account seperti ini adalah pemiliknya bisa jadi merasa tidak bertanggung jawab atas hal yang ditulis atau diunggahnya di akun tersebut. Padahal bisa saja unggahan itu berbahaya seperti menyebarkan disinformasi atau berita bohong.

5.⁠ ⁠Membuat Komunitas


Banyak orang membuat akun kedua untuk bergabung atau membangun komunitas yang lebih spesifik. Misalnya, akun untuk parapenggemar K-pop. Dengan akun kedua ini, mereka bisa lebih mudah terlibat dalam diskusi dan merasa lebih terhubung dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama, tanpa harus mencampurkan hal-hal kehidupan pribadi mereka.

6.⁠ ⁠Pelarian dari Tuntutan Sosial


Media sosial sering kali menuntut kita untuk selalu terlihat bahagia, sukses, dan sempurna. Hal ini bisa menjadi beban bagi banyak orang, terutama ketika mereka merasa tidak bisa memenuhi ekspektasi tersebut.

Second account menawarkan pelarian dari tuntutan tersebut. Di akun ini, mereka bisa lebih jujur tentang perasaan dan pengalaman mereka tanpa takut akan dampak terhadap reputasi mereka di media sosial.

Baca Juga: 8 Negara Paling Kecanduan Pornografi Deepfake, Ada Israel

7.⁠ ⁠Menjaga Hubungan dengan Diri Sendiri


Menjaga hubungan dengan diri sendiri juga bisa dilakukan lewat second account. Di dunia yang serba terhubung, akun kedua membantu orang tetap menjadi diri sendiri dan menyimpan hal-hal pribadi yang tidak perlu dipamerkan kepada publik.

Dengan begitu, mereka merasa lebih bebas dan punya waktu untuk merenung tanpa harus terus-menerus berada di bawah sorotan publik.

Memiliki second account bukan hanya sekadar tren, tetapi juga cerminan dari cara orang-orang yang ingin mengontrol citra publik mereka. Bagi banyak orang, ini adalah salah satu cara untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan publik, sambil tetap bisa mengekspresikan diri dengan lebih bebas.

MG/Putri Nazwah Khalizah
(ita)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Rekomendasi
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
Pelacak Bluetooth Android...
Pelacak Bluetooth Android dan iPhone Dijual Murah, Ini Harga dan Fitur Lengkapnya!
Di Balik Pemblokiran...
Di Balik Pemblokiran AI Tercanggih Anthropic Fable 5: Berantem dengan Pemerintah AS
Berita Terkini
Hello Jadoo Tampil Perdana...
Hello Jadoo Tampil Perdana di Indonesia, Yuk Meriahkan Liburan Sekolah Bersama Animasi Populer Kesayanganmu
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 72: Ketegangan Memuncak! Sena Nekat Terjun ke Operasi Penyergapan di Tengah Demam Tinggi!
Jangan Tunggu Sampai...
Jangan Tunggu Sampai Hari H! Ini 5 Persiapan Uang yang Bikin Pensiun Makin Nyaman
Jadi Anak Pejabat, Okie...
Jadi Anak Pejabat, Okie Agustina Larang Kiesha Alvaro Flexing di Media Sosial
Menkes Budi Gunadi Soroti...
Menkes Budi Gunadi Soroti Fenomena FOMO Lari: Tak Masalah asal Sehat
Liburan Sekolah, Berbagai...
Liburan Sekolah, Berbagai Hotel dan Resor Ini Hadirkan Program Unik bagi Keluarga
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved