alexametrics

Gerakan Produser 10.000, Buah Pemikiran Aditya Gumay 10 Tahun Lalu

loading...
Gerakan Produser 10.000, Buah Pemikiran Aditya Gumay 10 Tahun Lalu
Masyarakat diajak mendukung industri film nasional melalui gerakan produser 10.000. / Foto: KoranSINDO/Thomas Manggalla
A+ A-
JAKARTA - Selebritas Ruben Onsu bersama sineas Aditya Gumay menginisiasi serta mengajak masyarakat untuk mendukung industri film nasional dengan gerakan produser 10.000. Lewat gerakan ini, mereka ingin agar masyarakat memiliki kesadaran bersama untuk ambil bagian mengembangkan industri perfilman Tanah Air.

Gerakan crowdsourching ini mengajak publik ikut memproduseri film hanya dengan menyisihkan 10.000 rupiah. Gerakan ini menggunakan sistem referral marketing untuk menggerakkan masyarakat menonton film nasional.

"Yang pasti di sini datang khusus mendukung program produser 10.000, ada saya di dalam dan mencoba masuk di dalam, dan jadi pilihan baik bagi penonton film Indonesia. Saya bukan pemain film tapi mencintai film Indonesia, dan di sini kita seperti punya kesempatan punya bagian kontribusi bagi film Indonesia," ungkap Ruben Onsu di Usmar Ismail Hall, Jakarta, Senin (28/10).



Suami Sarwendah Tan ini mengungkapkan alasan mengapa mendukung gerakan ini. Dia melihat ini sesuatu yang beda dari yang ada dalam industri, dan kalau gerakan ini berhasil tentu akan jadi pelopor mendukung film Indonesia bahwa semua orang bisa bersama-sama membuat film.

"Mas Aditya Gumay orang yang men-support karier saya dan dia punya ide gila membuat gerakan produser 10.000 meski pada tanya ini apa sih, bentuknya gimana. Kalau nanti berhasil tentu semua pada mencontoh dan ternyata ide gila ini bukan hanya untuk dia, tapi semua yang ingin jadi bagian dari semua karya film yang nanti akan dibuat," terang ayah Betrand Peto Putra Onsu, Thalia Putri Onsu, dan Thania Putri Onsu.

Pada saat yang sama, sineas Aditya Gumay mengungkapkan, konsep 10.000 ini berawal dari pemikiran 10 tahun lalu. Sampai hari ini banyak film Indonesia yang tidak kuat dana untuk promosi dan akhirnya flop, lalu turun layar. Berbeda halnya dengan film dengan budget besar.

Pemikiran lama Aditya Gumay akhirnya bisa terealisasikan, setelah dirinya bertemu dengan raja digital marketing, Eka Dewa Prayoga. "Kang Eka punya aplikasi Ketix untuk mereka yang mau menulis cerpen, novel dan lainnya. Lalu muncul ide membuat gerakan 10.000 produser yang mengajak seluruh masyarakat Indonesia bukan hanya kumpulkan uang semata, namun ikut terlibat berkontribusi bersama dalam produksi film lewat aplikasi," ujarnya.

Sebagai bentuk keseriusan gerakan tersebut, Ruben Onsu dan Aditya Gumay berkolaborasi menghadirkan sebuah film layar lebar musikal Bus Om Bebek yang diproduseri sekaligus diperankan Ruben Onsu.
(nug)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak