alexametrics

Jelajah Kebaikan Aqua Ajak Masyarakat Peduli Kualitas Air Minum

loading...
Jelajah Kebaikan Aqua Ajak Masyarakat Peduli Kualitas Air Minum
Meyusul peluncuran logo dan label baru, Danone-Aqua memulai Jelajah Kebaikan Aqua di Mall Gandaria City, Jakarta, 1-3 November 2019. / Foto: SINDOnews/Diana Rafikasari.
A+ A-
JAKARTA - Meyusul peluncuran logo dan label baru, Danone-Aqua hari ini memulai Jelajah Kebaikan Aqua. Sebuah inisiatif yang memungkinkan masyarakat untuk memahami perjalanan Aqua dalam menyediakan air berkualitas, serta mengambil bagian dalam beberapa program pelestarian sumber air.

Inisiatif ini diwujudkan melalui pameran edukatif dan interaktif di atrium utama Mall Gandaria City, Jakarta pada 1-3 November 2019, serta kompetisi media sosial. Kompetisi ini membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengunjungi salah satu sumber air Aqua bersama Goodness Ambassador Danone-Aqua, Dion Wiyoko.

Dalam kunjungan tersebut, Dion dan dua orang pemenang dapat melihat langsung proses pengolahan air Danone-Aqua, serta terlibat dalam berbagai kegiatan untuk melestarikan lingkungan dan memberdayakan masyarakat setempat.



"Dengan Jelajah Kebaikan Aqua, kami berharap dapat mengajak lebih banyak orang untuk peduli terhadap kualitas air minum dan terlibat dalam berbagai kegiatan pelestarian sumber air," kata Marketing Manager Danone-Aqua, Jeffri Ricardo saat jumpa pers di Hotel Seraton, Jakarta, Jumat (1/11).

Dalam menyalurkan kebaikan, Danone-Aqua melewati tiga langkah yang disebut PIJAR (Pilih, Jaga, Rawat). Pada langkah pertama, Pilih, dilakukan analisis minimal satu tahun untuk memilih sumber air yang dapat diolah menjadi air minum yang aman, bersih, tidak berasa, dan tidak berbau. Kedua, Jaga, Danone-Aqua memastikan kebaikan alami dan kandungan asli air tersimpan di setiap botol Aqua.

Terakhir atau ketiga, Rawat, Danone-Aqua fokus untuk melestarikan kualitas dan kuantitas sumber air melalui program pelestarian lingkungan, serta berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat lokal. "Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi dalam memilih sumber air, seperti aliran dan keberlanjutan sumber air," ujar Sustainable Development Director Danone-Aqua, Karyanto Wibowo.

"Untuk membantu menjaga kuantitas, kualitas, dan keberlanjutan sumber air ini, serangkaian inisiatif perlu dilakukan. Salah satunya adalah dengan menanam pohon, karena pohon dapat membantu melindungi kualitas air tanah," sambungnya.

Dalam rangka mengedukasi masyarakat mengenai hidrasi sehat, selama pameran Jelajah Kebaikan Aqua, pengunjung juga dapat melakukan konsultasi 1:1 dengan beberapa pakar hidrasi sehat untuk menerima langsung tips-tips kesehatan, sambil menghitung asupan air harian yang mereka butuhkan. Hal ini penting karena kekurangan hidrasi sehat atau yang dikenal dehidrasi, dapat menyebabkan perubahan emosi, kurang konsentrasi, sakit kepala ringan, dan kelelahan.

Kehilangan cairan juga dapat menyebabkan kram otot yang menghambat kinerja sehari-hari. Seperti diungkapkan Ketua Indonesian Hydration Working Group, Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi., Sp.G.K bahwa hidrasi yang sehat mempengaruhi hampir setiap aspek kehidupan manusia. Saat ini, tingkat hidrasi masyarakat Indonesia sudah mengalami kemajuan, sebanyak 78% anak-anak, 79% remaja, dan 72% orang dewasa telah memiliki hidrasi yang cukup.

"Untuk menjaga momentum positif tersebut, kita perlu mengonsumsi cukup air setiap hari dan menjadikannya sebuah kebiasaan. Ada banyak pilihan untuk memenuhi kebutuhan cairan harian, tetapi air dan kandungan mineralnya adalah pilihan terbaik yang dapat membantu kita untuk memiliki hidrasi yang sehat," ungkap Dr. Diana Sunardi.
(nug)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak