alexametrics

Hannah Al Rashid Sebut Ratu Ilmu Hitam Sajikan Horor yang Berbeda

loading...
Hannah Al Rashid Sebut Ratu Ilmu Hitam Sajikan Horor yang Berbeda
Aktris keturunan Indonesia-Prancis, Hannah Al Rasyid mengungkapkan pengalamannya dalam membintangi film horor Ratu Ilmu Hitam. / Foto: KoranSINDO/Thomas Manggalla
A+ A-
JAKARTA - Aktris keturunan Indonesia-Prancis, Hannah Al Rasyid mengungkapkan pengalamannya dalam membintangi film horor Ratu Ilmu Hitam. Menurutnya, film tersebut menyuguhkan adegan teror menegangkan dari awal sampai akhir.

Berbeda dengan dari film horor pada umumnya, Ratu Ilmu Hitam tidak banyak menyajikan teror dalam bentuk hantu. "Senang sih bisa main film horor yang mengeksplorasi teror tapi tidak mengandalkan hantu-hantuan. Film ini meneror orang dengan cara yang berbeda," ujar Hannah di Jakarta, belum lama ini.

Aktris kelahiran London, Inggris, 25 Januari 1986 ini mengaku jika sebelumnya sudah menyaksikan film pertama Ratu Ilmu Hitam yang tayang di era 1990-an. Film tersebut membuatnya sungguh terpukau, sehingga dia tidak menolak ketika mendapat tawaran membintangi remake film tersebut.



Ketika menjalani syuting Ratu Ilmu Hitam di tempat kuno di daerah Cirebon, putri pasangan Aidinal Hamzah Al Rashid dan Aidinal Marie ini mengaku sempat merasakan kejadian yang tidak umum.

"Jadi waktu itu, gue lagi duduk di basecamp sama Tanta (Ginting) lagi break dan waktu itu saya langsung ke luar tenda karena lapar, tapi di tenda malam itu tahu-tahu sudah ada Tanta," ungkapnya.

Saat itu, Hannah pun memanggil Tanta Ginting yang tengah mengambil makanan, namun Tanta tak menggubris perkataan Hanna. "Pas gue ajak ngomong lho kok lu sudah sampai duluan dan dia enggak ngomong apa-apa cuma senyum creepy, gue sudah kayak ngomong sendirian tapi gue enggak bingung karena tahu lokasinya seram," kisah Hanna.

Selain Hannah Al Rasyid, film terbaru Rapi Film ini diperankan sejumlah artis ternama, seperti Ario Bayu, Miller Khan, Tanta Ginting, Adhisty Zara, dan sederet artis pendukung lainnya. Ratu Ilmu Hitam sejatinya film produksi 1981, dan menuai sukses kala itu. Seperti ingin mengulangi kesuksesan film terdahulu, sutradara Kimo Stamboel berkolaborasi dengan Joko Anwar sebagai penulis skenario kembali menggarapnya.
(nug)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak