alexametrics

Takayama, Kota di Jepang yang Kuat dengan Nuansa Tradisional

loading...
Takayama, Kota di Jepang yang Kuat dengan Nuansa Tradisional
Takayama menjadi kota di Jepang yang masih kuat dengan menampilkan nuansa tradisional. Tak hanya itu, alamnya pun begitu indah. Foto/SINDOnews/Diana Rafikasari.
A+ A-
TAKAYAMA - Jepang dapat menjadi pilihan tempat berlibur akhir tahun ini bersama keluarga tercinta. Alasannya, negara matahari terbit ini menawarkan banyak destinasi menarik. Tapi, kali ini, Anda tidak memilih berlibur ke Tokyo, Kyoto atau Osaka. Tempat itu sudah umum.

Jika Anda dan keluarga ingin merasakan dan tahu desa tradisional di negara maju di Asia ini, maka pilih berlibur ke Takayama. Tempat ini tidak seperti desa lain dan tidak kalah indah dengan kota-kota di Jepang.

Takayama merupakan desa di Prefektur Gifu yang menjadi pintu gerbang ke pendakian Pegunungan Alpen Utara dan Shirakawa-go serta Gokayama, desa atap jerami yang terdaftar di Unesco. (Baca juga: 4 Hidangan Khas Korea Berbahan Dasar Ayam yang Bikin Ngiler).



Destinasi yang satui ini dikelilingi oleh alam yang indah. Anda bisa melihat Pegunungan Alpen Utara sebagai latar belakang dan pada 2005, kota ini bergabung dengan sembilan kota dan desa di sekitarnya, kemudian menjadi kota terbesar di Jepang.
Takayama, Kota di Jepang yang Kuat dengan Nuansa Tradisional

Kota ini mencakup area yang lebih luas dari Tokyo. Di sisi lain, Takayama telah mengembangkan budaya sendiri yang merupakan campuran dari budaya Edo dan budaya Kyoto, dua budaya utama Jepang yang sama sekali berbeda.

Takayama mempertahankan sentuhan tradisional seperti beberapa kota Jepang lainnya, terutama di kota lamanya atau Takayama Old Town yang dilestarikan dengan indah. Karena itu, Anda yang mencari desa tradisional Jepang yang benar-benar otentik dan tua, menjadi suatu keharusan untuk mengunjungi kota yang biasa disebut dengan Hida Takayama ini.

Dibandingkan Kyoto yang lebih modern dan telah berkembang pesat, Takayama dinilai lebih sederhana yang membuatnya mendapat gelar Kyoto Kecil. Hal tersebut terlihat dari jalan kayu yang dijaga dengan baik di kota ini, bahkan berasal dari Zaman Edo (200 hingga 300 tahun yang lalu) sehingga menjadikan Takayama sebagai bukti hebat dari sejarah dan keahlian penduduk dalam pertukangan.
Takayama, Kota di Jepang yang Kuat dengan Nuansa Tradisional

Sejarah Takayama lainnya juga dapat dilihat di jalan-jalan yang dipenuhi dengan rumah-rumah bersejarah dan khas. Keindahan tersebut dapat Anda temukan disetiap sudut kota Takayama atau khususnya di Takayama Old Town yang juga biasa dikenal dengan Sanmachi Suji. Banyak wisatawan dari seluruh dunia sengaja datang kesini untuk melihat banyaknya bangunan tua yang berasal dari Zaman Edo berdiri.

Pada dasarnya Sanmachi Suji merupakan jalan utama di jantung kota Takayama yang memiliki arsitektur ikonik yang menciptakan suasana nostalgia. Tempat ini juga diakui sebagai daerah pelestarian bangunan tradisional yang siginifikan secara historis lantaran seluruh bangunan, baik rumah dan toko di area ini terawat dalam kondisi sempurna.

Terbuat dari kayu cemara dan kayu cedar terbaik, arsitektur tiap bangunan di area ini identik dengan warna cokelat dan jendela berkisi-kisi serta langit rendah yang membuatnya ikonik dan salah satu yang terkenal di Takayama.
Takayama, Kota di Jepang yang Kuat dengan Nuansa Tradisional

Jika dilihat lebih dekat, Anda akan melihat lukisan kuda digantung di dinding museum dan toko-toko di Sanmachi Suji. Ini menjadi sebuah tradisi yang dimulai di barat daya Takayama oleh penduduk setempat yang ingin memberkati ternak mereka dan berdoa untuk panen kepompong ulat sutera yang berlimpah.

Meskipun bangunannya sudah berusia lebih dari 300 tahun, banyak yang masih beroperasi sebagai restoran, toko suvenir, pabrik sake hingga miso. Anda pun bisa memasuki toko tersebut dan menicipi sake dan miso yang rasanya nikmat di lidah secara gratis. Atau jika Anda ingin membelinya sebagai oleh-oleh, penjaga toko akan menawarkan beragam variasi sake untuk dijadikan buah tangan yang menarik.

Selain itu, banyaknya toko suvenir, membuat Sanmachi Suji menjadi tempat yang tepat untuk membeli suvenir untuk orang terkasih. Pilihannya pun beragam. Ada boneka Sarubobo buatan tangan, sumpit kayu Hida, dan keramik kuno.

Carilah toko geta tua, yang merupakan terakhir dari jenisnya di seluruh Gifu dan hanya menjual bakiak kayu buatan tangan. Ada juga toko dupa yang memenuhi jalan-jalan Sanmachi dengan aroma wangi dan menjual sederetan dupa Jepang yang mengesankan serta dupa Jepang yang berornamen.

Tak perlu takut kehausan atau merasa lapar, ada banyak makanan ringan untuk dicoba di area ini, mulai makanan khas lokal seperti sushi dengan daging Hida, burger hingga roti daging kukus, barbekyu yakiniku Hida dan kroket. Bahkan, ada toko yang khusus menjual Takayama senbe atau kerupuk nasi.

Menariknya, Anda dapat menyaksikan pembuatan hidangan tersebut langsung tepat di depan mata. Untuk sampai ke Saanmachi Suji, Anda harus berjalan kaki selama 10 menit dari Stasiun Takayama. Sementara, dibutuhkan sekitar kurang lebih 2 jam untuk menjelajahi ketiga jalan paralel di Saanmachi Suji yang membentuk distrik bersejarah dan sedikit lebih lama jika Anda singgah di beberapa museum seperti Takayama Jinya.

Takayama Jinya merupakan destinasi wajib lainnya yang harus dikunjungi saat berlibur ke Takayama. Hanya berjalan beberapa menit dari Saanmachi Suji, Takayama Jinya merupakan sebuah kantor pemerintahan di Zaman Edo yang saat ini dialih fungsikan sebagai sebuah museum. Masih menawarkan bangunan tua dan tradisional yang terawat dengan baik, museum ini terdiri dari bangunan kokoh yang dilengkapi dengan taman cantik.
Takayama, Kota di Jepang yang Kuat dengan Nuansa Tradisional

Dengan luas kurang lebih 300 meter, bangunan ini memiliki 7 pintu masuk dan 12 toilet serta ruangan yang difungsikan untuk berbagai macam kegiatan. Mulai dari ruangan untuk istri, menerima tamu, ruangan minum teh hingga dapur untuk memasak. Hal menarik lainnya adalah tidak sembarang orang bisa memasuki ruangan tersebut. Pasalnya, tiap ruangan diperuntukan khusus untuk masing-masing kasta, mulai dari bangsawan hingga rakyat jelata dan ini terlihat dari tatami yang digunakan di ruangan tersebut.

Di mana untuk tatami bermotif misalnya, diperuntukkan bagi bangsawan atau kelas tinggi. Berbeda dengan para bangsawan, rakyat jelatan hanya beralaskan tatami berwarna hitam atau polos. Ada juga ruangan introgasi khusus penjahat yang nantinya akan diberikan hukuman dengan masuk ke kandang seperti kandang ayam lalu dibawa keliling kota agar malu.

Tak sampai disitu, penjahat tersebut nantinya juga akan disiksa dengan diikat dan diberikan batu seberat 40 kilogram per batunya. Dari beberapa bangunan yang ada, masih terdapat bangunan yang dipertahankan asli seperti gerbang utama dan rumah padi yang memiliki atmosfer sama seperti pada Zaman Edo. Untuk masuk ke museum ini, wisatawan cukup membayar 450 Yen atau setara dengan kurang lebih Rp60 ribu.

Takayama Jinya berjarak lima menit dengan Bus Machinami atau delapan menit berjalan kaki dari Stasiun JR Takayama. Setelah puas berkeliling di Takayama Jinya, jangan lupa mampir ke pasar pagi. Posisi pasar ini tepat berada di depan Takayama Jinya. (Baca juga: Ini Perbedaan Antara Sakit Kepala Sebelah dan Migrain).

Buka setiap hari, mulai pukul 6.00 hingga 12.00, pasar ini menjual berbagai macam buah-buahan, sayuran segar hingga berbagai macam bumbu masak. Takayama juga memiliki berbagai jenis penginapan dengan ciri khas dan kelebihan masing-masing untuk Anda beristirahat setelah melepas lelah berkeliling seharian di kota ini. Anda dapat menikmati tinggal di losmen hingga hotel onsen atau ryokan. Seperti halnya yang ditawarkan oleh Hida Hotel Plaza.
Takayama, Kota di Jepang yang Kuat dengan Nuansa Tradisional

Hida Hotel Plaza menawarkan penginapan dengan fasilitas dan bangunan berasitektur Jepang. Terdiri dari 13 lantai, Hida Hotel Plaza menawarkan sensasi menginap kamar bergaya Jepang dengan berlantaikan tatami lengkap dengan televisi, kamar mandi bathup Wifi dan lain-lainnya.

Hal menarik lainnya dari hotel ini adalah tersedianya onsen yang terletak di bawah dan di atas gedung serta ruang pertemuan yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan. Makanan khas Jepang yang otentik dengan kualitas tinggi serta tersedianya toko suvenir semakin melengkapi hotel ini.

Untuk Anda yang ingin berlibur ke Takayama, dapat memulai perjalanan dari Stasiun Nagoya menggunakan Nohi Bus selama 2 jam 30 menit dan berhenti di Takayama Nohi Bus Stop. Alternatif lainnya adalah dari Toyama Stasiun menggunakan JR Hida 20 Ltd Exp Nagoya selama 1 jam 30 menit dan berhenti di Takayama Nohi Bus Stop. Bus ini dapat digunakan dengan Anda mengenakan Shoryudo Highway Bus Ticket atau tiket terusan bus yang bisa dibeli secara online atau melalui travel agent di Indonesia.
(tdy)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak