alexametrics

Sebelum Meninggal, Djaduk Ferianto Dijadwalkan Tampil di Ngayogjazz

loading...
Sebelum Meninggal, Djaduk Ferianto Dijadwalkan Tampil di Ngayogjazz
Sebelum meninggal dunia, seniman Djaduk Ferianto dijadwalkan tampil di acara Ngayogjazz yang akan digelar di Godean, Yogyakarta, pada 16 November mendatang. (Instagram/Djaduk Ferianto)
A+ A-
YOGYAKARTA - Meninggalnya Djaduk Ferianto mengejutkan banyak pihak lantaran putra bungsu koreografer dan pelukis besar Indonesia, Bagong Kussudiardja tersebut dijadwalkan tampil pada acara musik jazz tahunan, Ngayogjazz, di Godean, Yogyakarta, Sabtu (16/11/2019).

Di laman Instagram-nya, Djaduk senantiasa mengunggah tentang acara tersebut. Bahkan, kemarin, dia masih sempat mengunggah fotonya dalam balutan warna hitam putih untuk mempromosikan Ngayogjazz tersebut.
Sebelum Meninggal, Djaduk Ferianto Dijadwalkan Tampil di Ngayogjazz

“di NGAYOGJAZZ tgl 16 Nov 2019 jam 16.45 di desa Kwagon, Godean, Sleman Jogjakarta anda akan temukan Idang Rasyidi tidak main keyboard tapi beliau akan jadi penyanyi diiringi Om Ole, Neo dkk dalam Educonsert. Datanglah kalian akan dapatkan Vitamin baru tentang Jazz dll nya. Tak tunggu kedatangannya,” tulis Djaduk dalam unggahan tersebut.

Belum diketahui bagaimana kelanjutan Ngayogjazz sepeninggal Djaduk. Selain Ngayogjazz, Djaduk juga diketahui bakal menukangi pentas Teater Gandrik di Surabaya pada 6 dan 7 Desember mendatang dalam lakon Para Pensiunan.



Banyak doa yang dipanjatkan untuk Djaduk yang lahir di Yogyakarta pada 19 Juli 1964 tersebut. Salah satunya disampaikan penulis sekaligus sutradara, Agus Noor. "#RIP Djaduk Ferianto. Selamat berdamai di Surga, Bung," tulisnya di akun Twitter.

Rencananya, jenazah Djaduk Ferianto akan disemayamkan di Padepokan Seni Bagong dan akan dimakamkan hari ini pukul 15.00 WIB di pemakaman keluarga di Sembungan, Kasihan, Bantul.
(alv)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak