alexametrics

Djaduk Ferianto Mengeluh Kesemutan Sebelum Embuskan Napas Terakhir

loading...
Djaduk Ferianto Mengeluh Kesemutan Sebelum Embuskan Napas Terakhir
Kedekatan seniman Djaduk Ferianto bersama tokoh tokoh kebangsaan. (Dok. Ajar Budi Kuncoro)
A+ A-
YOGYAKARTA - Meninggalnya seniman Djaduk Ferianto membawa duka yang mendalam bagi dunia seni di Indonesia. Djaduk meninggal setelah mengeluh kesemutan sebelum mengembuskan napas terakhir di rumahnya di Yogyakarta, Rabu (13/11), pukul 02.30 WIB.

Menurut sahabat Djaduk yang juga Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Ajar Budi Kuncoro, Djaduk tidak mengeluhkan sakit sebelum meninggal. Hanya, dini hari tadi, dia mengeluh kesemutan. "Jadi tidak ada keluhan sebelumnya masih WA (WhatsApp) sama saya, masih bergurau," ungkapnya kepada SINDOnews.com, Rabu (13/11).

Diapun mengaku kaget dengan meninggalnya tokoh musik yang dianggapnya sebagai negarawan tersebut. Karena penasaran diapun menanyakan kepada istrinya secara langsung. "Memang tidak mengeluhkan apa-apa, setelah kesemutan, dia berkeringat kemudian istrinya mau mencari ambulan tidak dapat, akhirnya memanggil dokter dan setelah diperiksa di rumah dinyatakan meninggal dunia," ujar dia.



Budi melanjutkan, selain aktif sebagai seniman, Djaduk adalah sosok yang peduli pada persatuan kesatuan dan kebangsaan. "Bangsa ini kehilangan anak bangsa sebagai seniman yang peduli pada nasionalisme," katanya.

Menurut rencana Djaduk yang memiliki nama lengkap Gregorius Djaduk Ferianto disemayamkan di Padepokan seni Bagong Kusudihardjo di Kasihan Bantul. Rencana akan dimakamkan pukul 15.00 WIB di makam keluarga Sembungan, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
(alv)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak