alexametrics

Film Jeritan Malam Angkat Mitos dari Budaya Kejawen

loading...
Film Jeritan Malam Angkat Mitos dari Budaya Kejawen
Para bintang dan pendukung film Jeritan Malam saat menggelar konferensi pers di Gedung Soraya Film, Jakarta, Selasa (12/11/2019). (KORAN SINDO/Thomas Manggala)
A+ A-
JAKARTA - Jeritan Malam: Ketika Keindahan Menjadi Sebuah Ketakutan mengangkat mitos dari budaya lokal dan kisah nyata yang dialami penulis kisah yang awalnya ditulis di sebuah utas forum online tersebut. Lewat film ini, Soraya Intercine Film ingin memanjakan penonton dengan tontonan yang menghibur tetapi juga mengingatkan bahwa budaya lokal sangat beragam dan wajib dihargai.

"Itu pesan moral yang ingin kami sampaikan bahwa ada mitos yang harus kita hormati, hargai, apalagi budaya kita sangatlah beragam. Meski jaman modern, jangan lupa bahwa mitos akan tetap menjadi bagian dari budaya itu," papar produser film Jeritan Malam Sunil Soraya, saat konferensi pers film Jeritan Malam, di Gedung Soraya, Jakarta, Selasa (12/11).

Film horor ini tidak menyajikan horor jumpscare atau yang menakut-nakuti penontonnya. Film ini Lebih mengangkat budaya kejawen dengan horor suspense dan storytelling dengan karakter utama yang kuat.



Menurut sutradara Jeritan Malam Rocky Soraya, dari segi karakter pemain sama sekali tidak ada masalah. Yang sulit adalah membuat film ini dari awal sampe akhir tanpa menuturkan kata sembarangan karena terdapat mitos dalam budaya lokal dan itu harus dihargai.

"Kalau kita ke daerah lain, kita nggak respect, nggak ngerti budaya mereka, pasti akan ada hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan membuat horror seperti itu unik menurut saya," kata Rocky.

Yang menarik dalam film ini yaitu mampu menghadirkan cerita dengan alur kisah nyata yang tidak mudah ditebak, karakter yang kuat, teknik sinematografi nya juga dilakukan untuk menambah aksi-aksi horror segar dan modern. Selain itu, lokasi syuting nya pun dilakukan di tempat yang belum pernah dijadikan lokasi syuting film-film lainnya. Tak heran, dana yang dikeluarkan pun sangat mahal. Selain itu, film ini juga memakan waktu lama untuk syuting, yaitu sekitar 62 hari.

"Jeritan Malam ini saya ambil karena dari kisah nyata, perjalanan kisah ini sangat nyata, Dari awal film sampai akhir kita akan merasakan teror yang mencekam. Karakternya sangat kuat. Karakter Reza yang diperankan Herjunot Ali ini sangat pemberani. Dia tidak takut dengan hal-hal mistis. Film Jeritan Malam adalah salah satu film horor termahal di Indonesia," ujar Sunil.

Film yang bintangi Herjunot Ali, Cinta Laura, Winky Wiryawan, Indra Brasco, Roy Marten ini rencananya akan ditayangkan diseluruh bioskop pada tanggal 12 Desember 2019. Film ini diangkat dari utas yang ditulis Meta.morfosis di sebuah forum online. Dalam utasnya, dia mengatakan, kalau kisah itu diangkat dari pengalaman pribadinya.
(alv)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak