Mungkinkah Media Sosial Hilang di Masa Depan?
Kamis, 27 Agustus 2020 - 20:00 WIB
loading...
A
A
A
Keberadaan medsos pendahulu itu membuat para pengusaha belajar betapa penting untuk melakukan inovasi di dunia digital.
Masuk tahun 2014, persaingan fitur medsos mulai semakin seru. Soalnya, pengembang aplikasi mulai berlomba-lomba menghadirkan fitur yang semakin beragam.
![Mungkinkah Media Sosial Hilang di Masa Depan?]()
Foto: crackmagazine.net
Kalau dulu, bagi-bagi cerita lewat tulisan masih terasa cukup, tapi sekarang, orang-orang lebih suka bercerita lewat foto dan video.
Perkembangan fitur foto dan video akhirnya juga makin lengkap dengan hadirnya efek instan pada foto (filter). Selain itu, video juga udahdilengkapi dengan musik yang bikin pengguna medsos makin bebas berkreasi.
Migrasi Pengguna Medsos
Peran fitur pada medsos ternyata lebih dari sekadar bikin pengguna betah pakai aplikasi. Tapi, fitur-fitur ini juga akan menentukan karakteristik pengguna, mulai dari usia, selera, dan cara berkomunikasi.
Berdasarkan riset Statcounter, perusahaan yang menganalisis lalu lintas web, pangsa Facebook turun 9,2% pada Desember 2018 dibandingkan tahun lalu.
Padahal Facebook udah cukup banyak melakukan inovasi fitur seperti Facebook stories dan fitur siaran langsung.
![Mungkinkah Media Sosial Hilang di Masa Depan?]()
Foto: Twitter @anakurang_
Ternyata, netizen juga memperhatikan kepentingan dan identitas mayoritas pengguna suatu medsos. Setiap media sosial punya karakter netizen yang berbeda.
Mungkin ini adalah salah satu faktor mengapa banyak orang mulai meninggalkan Facebook. Soalnya, Facebook dinilai lebih banyak didominasi oleh orang tua. Jadi anak muda gak leluasa mencari teman seumuran yang punya hobi sama.
Bagaimana Tren Tercipta di Medsos?
Pada dasarnya, tren tercipta karena suatu hal lagi banyak dibicarakan oleh masyarakat. Keberadaan selebritas yang punya banyak pengikut juga bisa menciptakan tren.
Masuk tahun 2014, persaingan fitur medsos mulai semakin seru. Soalnya, pengembang aplikasi mulai berlomba-lomba menghadirkan fitur yang semakin beragam.

Foto: crackmagazine.net
Kalau dulu, bagi-bagi cerita lewat tulisan masih terasa cukup, tapi sekarang, orang-orang lebih suka bercerita lewat foto dan video.
Perkembangan fitur foto dan video akhirnya juga makin lengkap dengan hadirnya efek instan pada foto (filter). Selain itu, video juga udahdilengkapi dengan musik yang bikin pengguna medsos makin bebas berkreasi.
Migrasi Pengguna Medsos
Peran fitur pada medsos ternyata lebih dari sekadar bikin pengguna betah pakai aplikasi. Tapi, fitur-fitur ini juga akan menentukan karakteristik pengguna, mulai dari usia, selera, dan cara berkomunikasi.
Berdasarkan riset Statcounter, perusahaan yang menganalisis lalu lintas web, pangsa Facebook turun 9,2% pada Desember 2018 dibandingkan tahun lalu.
Padahal Facebook udah cukup banyak melakukan inovasi fitur seperti Facebook stories dan fitur siaran langsung.

Foto: Twitter @anakurang_
Ternyata, netizen juga memperhatikan kepentingan dan identitas mayoritas pengguna suatu medsos. Setiap media sosial punya karakter netizen yang berbeda.
Mungkin ini adalah salah satu faktor mengapa banyak orang mulai meninggalkan Facebook. Soalnya, Facebook dinilai lebih banyak didominasi oleh orang tua. Jadi anak muda gak leluasa mencari teman seumuran yang punya hobi sama.
Bagaimana Tren Tercipta di Medsos?
Pada dasarnya, tren tercipta karena suatu hal lagi banyak dibicarakan oleh masyarakat. Keberadaan selebritas yang punya banyak pengikut juga bisa menciptakan tren.
Lihat Juga :