alexametrics

Delapan Trik Jadikan Daging Sapi "Ramah" di Lidah Anak

loading...
Delapan Trik Jadikan Daging Sapi Ramah di Lidah Anak
Foto/fitbomb.com
A+ A-
JAKARTA - Tidak banyak ibu yang mengerti cara mengolah daging sapi secara baik dan benar. Akibatnya, daging sapi menjadi menu yang tidak difavoritkan, khususnya oleh anak-anak mereka yang masih kecil.

Tidak mudah memang mengajak anak mengonsumsi, apalagi menyukai daging sapi. Alasan yang lazim dikemukan adalah tekstur daging yang tidak “ramah” dengan kemampuan mengunyah anak. Ya, kita tahu daging sapi umumnya memiliki tekstur yang agak keras dan memerlukan teknik khusus untuk membuatnya lebih lembut agar mudah dilumat. Lagi-lagi ibu yang "dipersalahkan" lantaran ketidaktahuannya dalam memilih dan mengolah daging yang hendak dikonsumsi. Sebuah studi pernah mengungkap, hanya dua dari sepuluh ibu yang melakukan pengolahan awal daging sapi secara benar, yakni dengan tidak mencuci atau bahkan merendam daging sapi di dalam air. Dengan kata lain, delapan dari sepuluh ibu justru terbiasa merendam daging ke dalam air untuk mencuci atau membuat daging beku cepat “lumer”. Padahal, merendam daging sapi ke dalam air akan merusak gizi yang ada di dalam daging itu sendiri.

“Ini bukti bahwa banyak dari kita yang masih kurang pengetahuan tentang daging sapi. Contoh lain, orang Indonesia pada umumnya menganggap daging yang fresh itu harus lembek. Anggapan ini salah. Justru sapi yang baru dipotong dagingnya keras,” ujar praktisi kuliner Chef Vindex Tengker dalam satu kesempatan.



Kondisi atau kebiasaan juga sedikit banyak membuat anak jadi tak suka mengonsumsi daging sapi. Anak-anak umumnya tidak senang makan makanan yang berkuah. Padahal, kebiasaan masyarakat di Indonesia adalah masak daging sapi dengan kuah. Untuk makin mengempukkan daging, masyarakat lantas memilih cara merebus ataupun pengolahan yang memakan waktu cukup lama. Tak masalah, asal cara-cara pengolahan daging yang baik dan benar tetap dilakukan.

Nah, agar anak semakin menyukai daging sapi, ibu perlu menerapkan sejumlah trik jitu. Setidaknya ada delapan hal yang bisa dilakukan supaya kelembutan, kelezatan, dan gizi daging sapi dapat dinikmati oleh anak-anak di Indonesia.

1. Belilah potongan daging yang sesuai dengan jenis masakan. Tanyakan pada penjual daging, potongan apa yang tepat untuk masakan yang hendak Anda buat hari ini. Atau, Anda juga bisa belajar mengenal bagian-bagian pada daging sapi. Sebab, kita tahu, daging sapi terdiri atas beberapa bagian semisal rib (rusuk), tenderloin (has dalam), sirloin (has luar), shortloin (versi besar sirloin), dan sebagainya. Nah, bagian-bagian tersebut baiknya dimasak jadi apa, itu yang harus Anda pelajari.

Dari semuanya, bagian yang paling lembut adalah tenderloin, rib eye, dan shortloin atau disebut prime cut. Jenis daging ini cocok dijadikan bahan untuk dry cook semisal steak. Kalau untuk masakan basah, bagian leher ataupun sengkel sapi bisa dijadikan pilihan.

2. Turunkan daging sapi dari freezer ke kulkas, minimal 12 jam sebelum dimasak untuk per 1 kg daging. Biarkan daging beku itu meleleh secara alami, tanpa direndam air, apalagi air panas. Kalau dagingnya besar, potong dengan cara melawan serat. Dan, jangan cuci atau rendam daging dengan air yang diam, atau gizi serta rasa daging akan hilang lantaran terserap oleh air. Maka itu, memasak haruslah di-planning.

3. Gunakan daging giling atau cincang, kemudian olah menjadi hidangan yang menarik agar disukai anak-anak. Daging giling bisa berasal dari bagian sapi mana saja, kecuali prime cut. Proses menggiling bertujuan untuk membantu melembekkan otot sapi yang keras. Jadi, setelah digiling, daging akan terasa lebih lembut dan otomatis mudah dikonsumsi oleh anak-anak. Hanya, kelemahan daging cincang ini adalah, dia gampang terkena bakteri. Maka itu, jangan biarkan daging terpapar dalam suhu ruangan selama lebih dari empat jam. Kalau mau membuat bola daging lalu ada sisa, sisanya itu harus segera dimasukkan ke kulkas.

4. Buatlah beef steak. Caranya, lumuri minyak pada daging, bukan pada wajan. Wajan atau grill-nya sendiri harus dipanaskan. Garami daging beberapa saat sebelum dimasak, lalu istirahatkan daging sekitar lima menit sebelum dipotong agar tetap juicy, lembut, dan tasty. Satu hal lagi, jangan marinasi daging dengan lemon atau soya karena airnya bakal membuat cairan kaldu daging ikut keluar. Alhasil, daging pun akan menjadi keras.

5. Masak steak hingga tingkat kematangan medium atau medium well. Steak paling baik dinikmati kalau dimatangkan secara medium atau medium well, bukan well done.

6. Balik daging sekali saja alias jangan terlalu sering. Masak sekitar tiga menit untuk masing-masing sisi. Hindari menusuk-nusuk daging karena itu dapat membuang cairan kaldunya.

7. Buatlah tumis daging. Tumis termasuk jenis masakan yang disukai anak-anak. Pilih potongan daging yang sudah tersedia dalam bentuk irisan siap pakai seperti sukiyaki, shabu-shabu, dan yakiniku. Bisa juga ditambahkan setengah sendok teh tepung maizena di atas daging untuk membuatnya lebih empuk. Dalam memasak, Anda sebaiknya menumis daging sedikit demi sedikit supaya panasnya merata. Lalu, sisihkan daging sebelum memasak sayur atau bahan tambahan lain, dan jangan lupa, hindari memasak daging terlalu lama karena itu bakal menjadikannya keras.

8. Libatkan anak-anak dalam proses memasak. Tentu sambil Anda awasi, jangan sampai dia salah menggunakan pisau, misalnya. Ajak anak untuk memilih menu atau ikut berbelanja di supermarket sehingga dia dapat belajar memilih sumber makanan yang baik dan bergizi.
(tsa)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak