alexametrics

Konsumsi Makanan Organik Dapat Turunkan Berat Badan

loading...
Konsumsi Makanan Organik Dapat Turunkan Berat Badan
Makanan organik dipercaya membantu menurunkan berat badan. Sebesar 70% dari penurunan berat badan adalah karena asupan makanan yang sehat, sisanya karena olahraga. Foto/Istimewa.
A+ A-
JAKARTA - Mengonsumsi makanan organik dipercaya membantu menurunkan berat badan. Sebesar 70% dari penurunan berat badan adalah karena asupan makanan yang sehat dan hanya 30% yang disebabkan karena berolahraga.

Jika Anda belum dapat mencapai tujuan kebugaran, meski telah membuat perubahan dalam kebiasaan makan, menjalankan diet organik merupakan pilihan ideal untuk menjaga berat badan dan menyingkirkan lemak perut yang tidak sehat.

Dilansir Tims Now News, pada dasarnya makanan organik merupakan makanan yang telah ditanam atau dibudidayakan tanpa pemanfaatan zat sintetis, hormon, antibiotik atau organisme hasil rekayasa genetika. Makanan organik diproduksi sesuai dengan pedoman budidaya alami.



Pertanian organik menampilkan praktik-praktik yang mengubah aset, mengurangi polusi, dan melestarikan keanekaragaman hayati. Makanan organik tidak diproses menggunakan iradiasi, pelarut industri, atau bahan tambahan makanan sintetis.

Artinya, tidak ada bahan kimia dalam makanan Anda sehingga tidak akan mengalami kecanduan atau mengidam makanan, yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Diperlukan waktu beberapa hari, bahkan mungkin beberapa minggu, untuk terbiasa makan secara alami, tetapi memilih makanan yang lebih sehat seperti makanan organik merupakan cara terbaik untuk membersihkan sistem pada tubuh, membuat hormon mengalir dengan baik dan metabolisme bekerja kembali.

Mengkonsumsi makanan organik juga dipercaya dapat bermanfaat dalam mencegah penyakit yang disebabkan oleh bahan kimia pada makanan olahan. Bahkan, Rishabh Chokhani selaku pendiri Naturevibe Botanicals mengatakan bahwa mengkonsumsi makanan organik dapat memberikan lebih banyak energi setelah hanya beberapa hari mengonsumsi makanan organik alami.

Selain itu, makanan organik juga diyakini memiliki tingkat nutrisi dan antioksidan yang lebih tinggi. Makanan organik mengandung lebih banyak zat pencegah kanker dan mikronutrien tertentu seperti vitamin C, seng, dan zat besi. Sebagai contoh, satu studi menemukan bahwa jumlah antioksidan dan vitamin C sebesar 58% dan 52% lebih tinggi pada buah dan jagung yang ditanam secara organik.

Sementara, susu organik dan produk susu mengandung kadar asam lemak omega-3 yang lebih signifikan dan sedikit zat besi, vitamin E, dan karoten yang sedikit lebih tinggi. Namun, jumlah selenium dan yodium - dua mineral yang sangat penting bagi kesehatan - mungkin lebih rendah dalam susu organik dibandingkan dengan susu non-organik.

Sebuah tinjauan dari beberapa penelitian menemukan bahwa daging organik mengandung kadar omega-3 yang lebih tinggi dan kadar lemak jenuh yang agak lebih rendah daripada daging konvensional. Asam lemak omega-3 telah dikaitkan dengan banyak manfaat kesehatan, termasuk membantu penurunan berat badan.

Di sisi lain, karena pertanian organik tidak menggunakan antibiotik pada hewan, barang-barang ini, pada umumnya, sedikit banyak mengandung bakteri yang resisten terhadap antibiotik. Jadi, memilih makanan organik mungkin merupakan pilihan yang lebih bijaksana untuk mengurangi risiko terpapar racun dan zat berbahaya lainnya.

Kesimpulannya, mengonsumsi makanan organik bisa menjadi pilihan yang lebih sehat yang dapat membantu menurunkan berat badan dan menyediakan berbagai nutrisi bagi tubuh. Makanan organik juga semakin populer akhir-akhir ini karena orang menjadi lebih sadar tentang diet mereka.
(tdy)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak