Bahasa Urban, dari Jakarta hingga Malang

Kamis, 27 Agustus 2020 - 22:00 WIB
loading...
Bahasa Urban, dari Jakarta...
Bahasa urban atau slang banyak berkembang di kalangan anak muda perkotaan. Foto/Freepik
A A A
JAKARTA - "Kuy, main di rumah eug!" Kalimat yang begini sering kita dengar dari mulut teman-teman kita.

Memang, buat anak muda di daerah urban, bahasa kayak gini udah lazim. Tapi buat yang lain, mungkin harus berpikir dulu untuk bisa memahami artinya. "Kuy", dibalik jadi "yuk" dan "eug" di balik jadi "gue".

Fenomena membolak-balikan kata atau reverse adalah salah satu dari fenomena bahasa anak muda di daerah urban. Bahasa anak muda berkembang di kalangan anak muda pada latar daerah perkotaan.

Salah satu tanda bahasa anak muda perkotaan adalah ragam bahasanya informal dan ada sedikit modifikasi dari bahasa baku dan standar. (Baca Juga: Saatnya Makan Enak! Ini Rekomendasi Tempat Wisata Kuliner di Kota Bandung )

Saat ini, perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain adalah hal yang wajar. Jadi, pertemuan berbagai orang dari latar belakang budaya dan bahasa berbeda menciptakan bentuk bahasa yang baru.

Misalkan, kalian tinggal di Jakarta dan bersekolah di Jakarta. Kota megapolitan seperti Jakarta, akan membuat kalian bergaul dengan teman-teman dengan latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda.

Bahasa Urban, dari Jakarta hingga Malang

Foto: ngalam.co

Kalian akan terbiasa dengan kosakata yang tercampur antara bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa Inggris dalam percakapan-percakapan informal.

Mengenai bahasa yang dibolak-balik ini, ternyata bukan hanya di Jakarta aja, lho. Seorang peneliti Linguistik, DR. Nurenzia Yannuar, pernah melakukan penelitian berjudul "Bòsò Walikan Malang’s Address Practices".

Bahasa yang di balik ini ditemukan di Malang karena Malang juga merupakan area urban. Yang disebut daerah urban adalah banyaknya jumlah orang di pusat kota. Nah, di Kota Malang ada 1 juta penduduk.

Ditambah lagi, di Kota Malang juga ada beberapa universitas yang mahasiswanya berasal dari berbagai kota di Indonesia. (Baca Juga: SSAK3 Disebut Proyek Musik Andalan Korea Selatan, Ini Alasannya! )

Di Malang, ada beberapa bahasa yang dipakai. Ada bahasa Indonesia, bahasa Jawa Malangan, dan bahasa Madura. Kalau kalian lagi singgah atau main ke Malang, jangan kaget kalau lihat dan dengar bahasa Walikan.

Misalkan, matek (mati) yang di balik jadi ketam. Atau kalau kamu diajak temanmu, umak nakam dulu, itu artinya "kamu makan dulu". "Makan" dalam bahasa Walikan disebut nakamdan "kamu" disebut umak.

Bahasa Urban, dari Jakarta hingga Malang

Foto: foursquare.com

Walikan atau bahasa yang dibalik ini adalah manipulasi kata secara struktur bunyi dan atau makna. Jadi, bisa saja kata yang dibalik punya makna yang berbeda dari kata awalnya.

Contohnya, kata manuk (burung) yang dibaliknya menjadi kunam (penis). Ada pula kata dalam bahasa asing yang dibalik, contohnya slow (lambat) yang dibalik jadi wols atau saaf diucap jadi [w o l ə s].

Penutur bahasa Walikan punya istilah dalam upaya untuk membangun kesamaan dan menetapkan pilihan mereka. Seperti kita tahu bahwa dalam bahasa Jawa terdapat hierarkis bahasa.

Situasi seperti itu terlihat dalam praktik pemanggilan Walikan, saat penutur menyeragamkan nilai-nilai sosio-budaya Jawa yang rumit. (Baca Juga: 28 Ungkapan Bahasa Korea yang Sering Muncul dalam Drakor Beserta Artinya )

Mengingat para penutur Walikan adalah multibahasa dalam bahasa Jawa dan Indonesia, penggunaan bahasa Walikan menimbulkan solidaritas dan egaliterisme. Walikan sebagai bahasa remaja bisa meniadakan tingkat tutur kata, yang menghasilkan sikap yang lebih egaliter.

Putri Melina Febrianti
Kontributor GenSINDO
Universitas Indonesia
Instagram: @putri.melinaf
(it)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gas Tertawa Tren di...
Gas Tertawa Tren di Kalangan Anak Muda, BNN: Sangat Berbahaya
Dari Jakarta hingga...
Dari Jakarta hingga Silicon Valley: Lima Tren Teknologi 2026 yang Akan Mengubah Cara Kita Hidup dan Bekerja
3 Jurusan yang Menjadi...
3 Jurusan yang Menjadi Tren Pilihan Camaba di SNBP 2025, Ada Prodi yang Kamu Suka?
Rekomendasi
Febrie Adriansyah Dicecar...
Febrie Adriansyah Dicecar 18 Pertanyaan, Hotman: Sebatas Kasus PT Asabri
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
Berita Terkini
Berawal dari Iseng Main...
Berawal dari Iseng Main TikTok, Ini Perjalanan Sukses Kreator Konten Nickysya
Obat Kuat dengan Efek...
Obat Kuat dengan Efek hingga 3 Hari, Amankah? Yuk Kenali Faktanya Sebelum Mengkonsumsi
Bring Back My Heart...
Bring Back My Heart Jadi Pilihan Microdrama Romantis yang Seru di V+Short
Terinspirasi Rafathar,...
Terinspirasi Rafathar, Nagita Slavina Gelar Kompetisi Basket SMA
Nathalie Holscher Ungkap...
Nathalie Holscher Ungkap Alasan Mantap Nikahi Arief Fadli
Sinopsis Hotter Than...
Sinopsis Hotter Than Hate, Microdrama Revenge Plot yang Tayang di V+Short
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved