Sisi Positif dan Negatif Boneka Monster Labubu, Awas Terjebak Siklus Konsumerisme

Rabu, 25 September 2024 - 17:41 WIB
loading...
Sisi Positif dan Negatif...
Labubu merupakan boneka ciptaan Kasing Lung. Namun, di balik popularitasnya, terdapat sisi lain yang perlu diperhatikan. Foto/ Instagram
A A A
JAKARTA – Labubu merupakan boneka ciptaan seniman Kasing Lung. Awalnya hadir sebagai karya seni patung edisi terbatas pada 2015.

Namun, potensi komersial boneka ini dilihat PopMart yang mulai memproduksinya secara massal sebagai mainan koleksi sejak 2019.

Baca Juga: Asal-usul Labubu, Boneka Monster yang Viral Gegara Lisa BLACKPINK

Popularitas Labubu semakin meroket setelah Lisa BLACKPINK memamerkannya di media sosial. Sejak saat itu, karakter dengan tampilan unik ini menjadi salah satu ikon Pop Mart dan diminati kolektor di seluruh dunia.

Namun, di balik popularitasnya, terdapat sisi lain yang perlu diperhatikan. Apakah boneka tersebut hanyalah sebagai koleksi saja atau ada sisi negatif yang terselubung didalamnya?

Seperti diketahui, boneka Labubu viral karena adanya tren di TikTok dan dijadikan sebagai gantungan kunci tas milik Lisa BLACKPINK. Melihat hal tersebut, para fans Lisa yang tidak ingin ketinggalan tren, langsung berburu untuk membeli boneka tersebut.

Boneka Labubu tidak hanya sekadar mainan, juga menjadi sebuah fenomena budaya yang menarik. Bagi para kolektor, Labubu adalah sebuah karya seni yang memiliki sisi positif yakni dapat dinikmati keindahannya. Mengoleksi boneka Labubu tidak hanya sekadar mengumpulkan benda mati. Di balik penampilannya yang menggemaskan, proses mengoleksi dan merawat Labubu dapat menjadi bentuk terapi yang efektif untuk mengurangi stres dan meningkatkan mood.

Komunitas yang terbentuk dari para penggemar juga semakin memperkaya pengalaman mengoleksi. Selain itu, fenomena Labubu juga telah melahirkan komunitas yang solid. Para penggemar dapat saling berbagi pengalaman, informasi dan bahkan berkolaborasi dalam menciptakan karya seni yang terinspirasi dari karakter ini.

Di sisi lain, viralnya boneka Labubu ini menjadi faktor konsumerisme yang sangat tinggi. Popularitas boneka Labubu di platform media sosial telah memicu tren konsumsi yang tidak terkendali. Fitur blind box yang membuat setiap pembelian menjadi kejutan, semakin mendorong orang untuk membeli lebih banyak.

Dorongan untuk memiliki semua seri Labubu dan memamerkannya di media sosial menciptakan semacam kompetisi sosial. Akibatnya, banyak yang terjebak dalam siklus konsumerisme yang tidak sehat, mengabaikan kebutuhan yang lebih penting dan seringkali merasa tidak puas.

Banyak orang yang rela untuk mengantre panjang, bahkan ribut sekalipun karena kehabisan stok barang Labubu di Pop Mart hanya karena ingin memiliki boneka mungil tersebut.

Logikanya, banyak orang membeli barang-barang seperti Labubu bukan karena kebutuhan, tetapi karena ingin menunjukkan status sosial mereka.

Fenomena Labubu tidak hanya soal mengikuti tren, tetapi juga mencerminkan bagaimana konsumerisme telah menjadi bagian dari identitas sosial kita. Harga yang tinggi membuat Labubu menjadi simbol eksklusivitas, yang bertujuan memenuhi keinginan sebagian orang untuk diakui dan dihargai oleh lingkungan sosialnya.

Baca Juga: Viral! Aksi Penonton Selundupkan Cilok ke Dalam Bioskop, Ditaruh di Tempat yang Gak Terpikirkan

Boneka Labubu, dengan segala pesonanya, telah menjadi bagian dari budaya populer. Namun, di balik keindahannya, kita perlu waspada terhadap sisi negatif dari konsumerisme yang berlebihan. Mari kita jadikan hobi mengoleksi sebagai sarana untuk berekspresi dan bersosialisasi, tanpa melupakan nilai-nilai penting dalam hidup.

Sekian ulasan mengenai Sisi Positif dan Negatif Boneka Labubu: Antara Koleksi dan Konsumerisme. Semoga bermanfaat!

MG/Inda Farahainnisa
(tdy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bawakan Lagu Goal, Lisa...
Bawakan Lagu 'Goal', Lisa BLACKPINK Buka Piala Dunia 2026 dengan Penampilan Spektakuler
Tren Perawatan Kulit...
Tren Perawatan Kulit Regeneratif Makin Diminati, Teknologi DNA Ikan Trout Jadi Sorotan
Tren Wewangian Gen Z:...
Tren Wewangian Gen Z: Ekspresi Diri Melalui Pilihan Aroma Harian
Video Latihan Lisa BLACKPINK...
Video Latihan Lisa BLACKPINK di Piala Dunia 2026 Viral, Bikin Fans Tak Sabar
Jennie BLACKPINK Bawakan...
Jennie BLACKPINK Bawakan Lagu Baru di Governors Ball 2026, Comeback Solo?
Lisa BLACKPINK Dipeluk...
Lisa BLACKPINK Dipeluk Pria Misterius di Tengah Rumor Putus dari Frédéric Arnault
Suma UI Dukung LGBT,...
Suma UI Dukung LGBT, Universitas Indonesia Lakukan Evaluasi Internal
Viral Lagu MBG Mas Bahlil...
Viral Lagu MBG Mas Bahlil Ganteng, Adi Prayitno: Suka Tidak Suka, Ini Menguntungkan Golkar
MC Gak Ada Etika! Netizen...
MC Gak Ada Etika! Netizen Geram Kelakuan MC Potong Aspirasi Warga Kalteng
Rekomendasi
Piala Dunia 2026: Haaland...
Piala Dunia 2026: Haaland Ngamuk, Norwegia Ungguli Irak di Babak Pertama
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Berita Terkini
BTS Rilis Spotify Music...
BTS Rilis Spotify Music Video Merry Go Round dari Album ARIRANG, Tayang 19 Juni
Wamenkes Dante: Kanker...
Wamenkes Dante: Kanker Tiroid pada Laki-laki Berisiko Lebih Ganas dibanding Wanita
Mulai Tahun Depan, Grammy...
Mulai Tahun Depan, Grammy Awards Tambah Kategori Musik Pop Asia
Karina Ranau Didorong...
Karina Ranau Didorong Pria hingga Terjatuh Saat Tegur Parkir Motor
Tangan Berkeringat Disebut...
Tangan Berkeringat Disebut Tanda Jantung , Mitos atau Fakta?
Setelah Setahun Vakum,...
Setelah Setahun Vakum, D.O EXO Siap Comeback Solo Agustus 2026
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved