Dukung UMKM Berkembang, Cloami Bantu Brand Fashion Optimalkan Produksi dengan MOQ Rendah
Jum'at, 27 September 2024 - 12:21 WIB
loading...
Industri fashion di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif setiap tahun. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Industri fashion di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif setiap tahun.
Menurut laporan Badan Pusat Statistik, sektor tekstil dan pakaian jadi mengalami peningkatan volume permintaan, baik dari dalam maupun luar negeri. Produk tekstil meningkat 7,34% (YoY), sementara pakaian jadi tumbuh 3,08% (YoY).
Di triwulan I tahun 2024, industri ini berada pada fase ekspansi, dengan PMI (Prompt Manufacturing Index) BI mencapai 57,40% serta nilai investasi yang melampaui Rp4,14 triliun dari tahun 2022 hingga 2024.
Peningkatan ini tak lepas dari optimalisasi produksi dan adopsi teknologi dalam bisnis fashion, serta meningkatnya minat generasi muda terhadap brand lokal. Beberapa brand lokal seperti Peggy Hartanto, Dear GG, Hijup, dan Laica bahkan telah menarik perhatian dan berhasil menembus pasar internasional.
Namun, di balik kesuksesan tersebut, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh brand fashion adalah tingginya Minimum Order Quantity (MOQ) yang ditetapkan oleh vendor manufaktur, yang sering kali menjadi hambatan dalam melakukan penelitian dan pengembangan (R&D) serta produksi.
Menurut laporan Badan Pusat Statistik, sektor tekstil dan pakaian jadi mengalami peningkatan volume permintaan, baik dari dalam maupun luar negeri. Produk tekstil meningkat 7,34% (YoY), sementara pakaian jadi tumbuh 3,08% (YoY).
Di triwulan I tahun 2024, industri ini berada pada fase ekspansi, dengan PMI (Prompt Manufacturing Index) BI mencapai 57,40% serta nilai investasi yang melampaui Rp4,14 triliun dari tahun 2022 hingga 2024.
Peningkatan ini tak lepas dari optimalisasi produksi dan adopsi teknologi dalam bisnis fashion, serta meningkatnya minat generasi muda terhadap brand lokal. Beberapa brand lokal seperti Peggy Hartanto, Dear GG, Hijup, dan Laica bahkan telah menarik perhatian dan berhasil menembus pasar internasional.
Namun, di balik kesuksesan tersebut, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh brand fashion adalah tingginya Minimum Order Quantity (MOQ) yang ditetapkan oleh vendor manufaktur, yang sering kali menjadi hambatan dalam melakukan penelitian dan pengembangan (R&D) serta produksi.
Lihat Juga :