alexametrics

Review Film Jumanji: The Next Level

loading...
Review Film Jumanji: The Next Level
Jumanji: The Next Level menyuguhkan tontonan segar dengan cerita ringan plus aksi memikat diselingi drama ringan membuatnya menjadi hiburan yang sulit dilewatkan. (B104 WBWN-FM)
A+ A-
Menjelang penutup tahun ini, sebuah tontonan menarik telah menanti para pecinta film di bioskop. Jumanji: The Next Level menyuguhkan hiburan yang segar, mengandung kejutan, nostalgia ke era 90an dan penh humor. Film ini adalah sekuel Jumanji: Welcome to the Jungle yang dirilis pada 2017.

Melanjutkan Welcome to the Jungle, The Next Level mengisahkan empat tokoh utamanya, Spencer (Alex Wolff), Martha (Morgan Turner), Fridge (Ser'Darius Blain) dan Bethany (Madison Iseman) menjalani kehidupan masing-masing setelah peristiwa Welcome to the Jungle. Menjelang Natal, mereka pun mudik dan berjanji bertemu. Martha, Fridge dan Bethany bertemu di sebuah kafe bernama Nora’s. Namun, Spencer tidak tampak batang hidungnya.

Spencer yang ternyata merasa patah hati memilih berada di rumah bersama ibu dan kakeknya, Eddie (Danny DeVito), yang sedang memulihkan diri dari patah pinggang. Suatu malam, Spencer pergi ke rubanah dan melihat lagi game Jumanji di sana.



Paginya, Eddie mendapatkan kunjugan dari kawan lamanya, Milo (Danny Glover). Ketika keduanya sedang bercengkrama, muncullah Fridge, Martha dan Bethany yang mencari Spencer. Ketiganya kemudian pergi ke rubanah dan melihat game Jumanji menyala. Ingin menyelamatkan Spencer, ketiga pun berniat masuk kembali ke game itu. Meski mereka tahu kalau game itu rusak, tapi mereka tetap masuk.

Di Jumanji, terjadi perubahan. Fridge yang biasanya menjadi Mouse (Kevin Hart), malah menjadi Profesor Sheldon “Shelly” Oberon (Jack Black). Martha tetap menjadi Ruby (Karen Gillan). Hal yang mengejutkan terjadi pada avatar Bravestone (Dwayne “The Rock” Johnson) dan Mouse. Entah bagaimana, kakek Spencer, Eddie, tertarik masuk Jumanji dan menjelma menjadi Bravestone. Sedangkan, Milo juga ikut tertarik ke game itu dan menjadi Mouse. Sementara Bethany tidak masuk Jumanji dan tetap berada di rubanah rumah Spencer.

Jika Fridge dan Martha menyadari kalau mereka berada di sebuah video game, berbeda dengan Eddie dan Milo. Kedua manusia sepuh itu bingung dengan apa yang terjadi. Namun, mereka pun tetap mengikuti permainan itu dengan petunjuk Fridge dan Martha.

Nigel Billingsley (Rhys Darby), karakter non pemain di Jumanji, menugasi mereka merebut sebuah batu keramat dari Jurgen si Brutal (Rory McCann) untuk menyelamatkan Jumanji. Berempat, mereka menjelajahi gurun untuk mencari batu itu dan Spencer. Ketika tiba di sebuah oasis, mereka akhirnya menemukan Spencer dalam bentuk avatar yang tidak pernah mereka bayangkan. Setelah bertemu, grup itu pecah jadi dua. Fridge dan Martha pergi mencari buah beri Jumanji. Sementara, Eddie, Spencer dan Milo pergi mencuri unta.

Selama 123 menit, banyak adegan penuh kekonyolan dan humor yang akan mengocok perut Anda. Karakter Shelly yang diperankan Jack Black, yang menjadi avatar Fridge, adalah salah satunya. Di Welcome to the Jungle, dia jadi kemayu karena dia adalah avatar Bethany, sedangkan di The Next Level, dia menjadi pengeluh. Fridge tidak terima mendapatkan avatar Shelly dan merasa dia adalah karakter yang tidak berguna karena profilnya. Padahal, di seri ini, karakter ini mendapatkan kemampuan baru yang berguna bagi tim mereka.

Sementara, Bravestone yang biasanya tampil gagah perkasa dan sigap, di The Next Level jadi suka emosioan, rewel dan telmi alias telat mikir. Hal konyol terjadi ketika ternyata Bravestone punya kelemahan. Padahal, di seri sebelumnya, karakter ini dikenal sangat kuat, tangguh dan tidak punya kelemahan. Di seri ini, The Rock yang biasanya tampil bak jagoan tak terkalahkan, fierce dan tidak bisa 100% melucu jadi lucu. Dia bisa membuat berbagai macam ekspresi muka konyol yang sebelumnya belum pernah dia lakukan. Di sisi lain, tidak banyak perubahan pada diri Mouse. Hanya, dia jadi lambat karena Milo adalah karakter aslinya. Usia sepuh Milo membuat Mouse jadi lambat saat bicara sehingga membuat tim itu harus menghadapi bahaya. Meski begitu, kemampuan barunya untuk berbicara dengan hewan menjadi salah satu senjata rahasia tim itu untuk berhasil.

Yang menarik, ada karakter baru di sini. Diperankan Awkwafina, karakter ini memberikan sentuhan lain di The Next Level. Meski tidak terlalu menonjol, tapi kehadirannya memberikan sentuhan baru di film ini. Selain itu, dia adalah salah satu kejutan di film ini.

Nyaris sama seperti Welcome to the Jungle, Jumanji: The Next Level menyuguhkan hiburan penuh aksi yang menegangkan. Para avatar di game itu harus bergelut melawan maut dari dikejar burung unta, mandrill hingga melawan anak buah Jurgen si Brutal. Di tengah-tengah aksi itu, hal-hal konyol pun terjadi. Perut Anda akan dikocok-kocok oleh ulah para avatar ini ketika menghadapi bahaya. Tidak hanya itu, celetukan-celetukan humor mereka pun bakal membuat Anda tertawa.

Cerita Jumanji: The Next Level yang ringan dengan selipan-selipan humor serta aksi yang menarik membuat film ini menjadi sebuah hiburan tersendiri. Film ini cocok dinikmati untuk melepas penat setelah seharian beraktivitas. Jumanji: The Next Level mengajak Anda tertawa lepas dengan kekonyolan para karakternya. Dia juga membawa sedikit nostalgia dengan lagu Welcome to the Jungle-nya Guns N Roses dan Baby I Love Your Way versi Big Mountain yang diputar di saat yang tidak Anda sangka.

Sayang, film ini tidak terlalu mengeksplorasi emosi. Padahal, banyak momen emosional di film ini, terutama di sekitar 15 menit akhir. Sayang, adegan yang melibatkan The Rock ini tidak terlalu terasa emosinya. Meskipun Kevin Hart sudah memberikan penampilannya, tapi, terasa kaku di bagian The Rock-nya. Sementara, di akhir film yang harusnya jadi emosional, entahlah, rasanya datar saja.

Jumanji: The Next Level menyuguhkan tontonan segar yang mengocok perut Anda. Ceritanya yang ringan dengan aksi yang memikat diselingi drama ringan membuatnya menjadi hiburan yang sulit dilewatkan.

Jumanji: The Next Level sudah bisa Anda saksikan di bioskop kesayangan Anda mulai hari ini, Rabu (4/12). Film ini mendapatkan rating PG-13 atau remaja. Namun, perlu Anda tahu bahwa banyak bahasa kasar di film ini. Selamat menyaksikan!

(alv)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak