alexametrics

AirAsia Resmikan JourneyD Lombok untuk Pariwisata Berkelanjutan

loading...
AirAsia Resmikan JourneyD Lombok untuk Pariwisata Berkelanjutan
AirAsia meluncurkan program Journey for Development yang diresmikan di Desa Bonjeruk, Lombok Tengah yang didukung Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. (Dok. AirAsia)
A+ A-
AirAsia membantu proyek berkelanjutan jangka panjang untuk masyarakat lokal yakni mendirikan dan membina proyek pariwisata berbasis masyarakat dalam mendukung pariwisata yang bertanggung jawab. Program yang dinamakan JourneyD atau Journey for Development tersebut diresmikan di Desa Bonjeruk, Lombok Tengah yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sebagai bagian dari strategi transformasi perusahaan menjadi lebih dari sekedar maskapai, peresmian ini sekaligus meneguhkan kembali komitmen AirAsia untuk berkontribusi dalam pariwisata berkelanjutan dan pengembangan ekonomi di destinasi utama yang membutuhkan dukungan.

JourneyD diresmikan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Hj. Sitti Rohmi Djalillah, Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat H. Lalu Mohamad Faozal, dan Direktur Utama AirAsia Indonesia Veranita Yosephine Sinaga. Acara ini digelar di Bonjeruk, Lombok Tengah.



Dijalankan secara efektif pada Januari 2020 ini, para Allstar (sebutan untuk karyawan AirAsia) bekerja bersama para ahli untuk membangun kemampuan komunitas lokal di destinasi AirAsia, termasuk Lombok, untuk mengembangkan penawaran wisata yang berbasis pada pelestarian budaya, warisan, dan lingkungan hidup. Hal ini mencakup pengembangan dan pemasaran produk-produk lokal, peningkatan keterampilan komunikasi dan layanan, serta peningkatan standar keselamatan, kebersihan, dan pengelolaan limbah guna mencapai standar internasional.

“Industri pariwisata tentu memiliki dampak terhadap ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan yang tidak dapat dihindari. Berangkat dari fakta tersebut, AirAsia berkomitmen untuk mengurangi jejak karbon dari segala aspek operasional kami. Melalui JourneyD, kami akan membantu komunitas lokal di destinasi utama yang kami layani, untuk mengurangi dampak pada lingkungan sembari melestarikan budaya lokal dan membantu ciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan serta meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat lokal. Program kami dirancang untuk menghadirkan pengalaman positif bagi masyarakat lokal, pelaku bisnis pariwisata, dan yang terpenting bagi wisatawan melalui pariwisata berkelanjutan dan bertanggung jawab,” ungkap Direktur Utama AirAsia Indonesia, Veranita Yosephine Sinaga.

“Indonesia memegang peranan penting di hati kami sebagai bagian integral dari jaringan kami. AirAsia tidak hanya berkomitmen untuk meningkatkan konektivitas internasional dan domestik secara signifikan untuk mendukung Lombok sebagai salah satu dari lima tujuan prioritas utama yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia, tetapi kami juga ingin berkontribusi bagi masyarakat dengan mendukung komunitas lokal di mana kami beroperasi, yang berdampak baik dalam segala hal, termasuk pariwisata, ekonomi, dan penumpang AirAsia,” tambah Veranita.

JourneyD pertama kali diinisiasikan empat tahun lalu dengan empat komunitas yang tersebar di Thailand. JourneyD juga telah didukung oleh United Nations Development Programme (UNDP) atas kontribusinya terhadap 12 dari 17 Sustainable Development Goals (SDGs). Di antaranya menuntaskan kemiskinan dan kelaparan, hingga mendorong industri, inovasi dan infrastruktur. Tahun ini, selain memperluas program ke Lombok, JourneyD juga telah diinisiasikan hingga ke Langkawi, Malaysia.

Sejak Lombok diresmikan pertama kali sebagai basis operasional AirAsia pada Mei 2019, AirAsia telah menghubungkan Lombok dengan beragam destinasi, seperti Jakarta, Bali, Perth, dan Kuala Lumpur. Mereka juga menambah jangkauan ke Surabaya dan Yogyakarta. AirAsia telah membawa lebih dari satu juta penumpang mancanegara ke pulau tersebut sejak 2012.
(alv)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak