Pentingnya Asupan Nutrisi yang Tepat untuk Pertumbuhan Anak
Jum'at, 28 Agustus 2020 - 14:34 WIB
loading...
Usia lima tahun pertama dianggap sebagai masa pertumbuhan kritis bagi setiap anak. / Foto: ilustrasi/ist
A
A
A
JAKARTA - Usia lima tahun pertama dianggap sebagai masa pertumbuhan kritis bagi setiap anak. Jika tidak ditangani dengan baik, anak beresiko tidak mencapai potensi pertumbuhan optimal, serta membawa efek jangka panjang pada kesehatan , performa di sekolah, dan di dunia kerja di masa depan.
(Baca juga: ASI Eksklusif, Fondasi Awal Kesehatan Anak )
Untuk membantu orangtua mengenali tanda-tanda kekurangan gizi dan menjaga pertumbuhan anak tetap pada jalurnya, Abbott meluncurkan Growthpedia, alat pengukur tinggi badan dan penyedia kiat gizi online yang difokuskan untuk mendukung orangtua dalam membantu anak tumbuh optimal.
"Tanpa nutrisi yang tepat dan kuat, pertumbuhan yang kurang baik atau bahkan terhambat dapat terjadi, yang menyebabkan penyakit dan masalah perkembangan kognitif yang memiliki konsekuensi serius di kemudian hari bagi anak-anak," kata Dokter Spesialis Anak bidang Nutrisi dan Metabolik di RS Pantai Indah Kapuk, Dr. dr. Conny Tanjung, Sp.A(K) saat jumpa pers, Kamis (27/8).
Sementara itu, stunting , salah satu bentuk malnutrisi merupakan masalah sosial dan ekonomi yang terus berlanjut di Indonesia. Angka stunting saat ini mencapai 27,67% atau sekitar 1 dari 4 anak di bawah 5 tahun tidak tumbuh ideal. Stunting dapat dicegah dengan pemberian nutrisi yang tepat dan pemantauan pertumbuhan yang ketat sehingga anak dapat mencapai pertumbuhan yang optimal. Pertumbuhan linear yang terjadi pada lempeng pertumbuhan dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain gen, hormon dan nutrisi.
"Penting bagi orangtua dalam mempersiapkan fondasi yang kuat untuk pertumbuhan optimal otak dan tulang, demi masa depan anak. Orangtua dapat memantau pertumbuhan anaknya dan memastikan bahwa nutrisi yang tepat didapatkan sejak dini untuk memaksimalkan potensi yang ada di masa depan," jelas Dr. dr. Conny Tanjung, Sp.A (K).
Kunci untuk mengetahui adanya gejala malnutrisi secara dini adalah melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan anak secara teratur. Sebuah survei baru-baru ini yang dilakukan kepada 1.221 orangtua di Indonesia mengungkapkan bahwa 56% responden tidak mengukur dan memantau tinggi badan anak mereka secara teratur. Sepertiga orangtua tidak mengukur tinggi anak secara teratur karena faktor ketidaktersediaan instrumen pengukuran yang sesuai.
(Baca juga: ASI Eksklusif, Fondasi Awal Kesehatan Anak )
Untuk membantu orangtua mengenali tanda-tanda kekurangan gizi dan menjaga pertumbuhan anak tetap pada jalurnya, Abbott meluncurkan Growthpedia, alat pengukur tinggi badan dan penyedia kiat gizi online yang difokuskan untuk mendukung orangtua dalam membantu anak tumbuh optimal.
"Tanpa nutrisi yang tepat dan kuat, pertumbuhan yang kurang baik atau bahkan terhambat dapat terjadi, yang menyebabkan penyakit dan masalah perkembangan kognitif yang memiliki konsekuensi serius di kemudian hari bagi anak-anak," kata Dokter Spesialis Anak bidang Nutrisi dan Metabolik di RS Pantai Indah Kapuk, Dr. dr. Conny Tanjung, Sp.A(K) saat jumpa pers, Kamis (27/8).
Sementara itu, stunting , salah satu bentuk malnutrisi merupakan masalah sosial dan ekonomi yang terus berlanjut di Indonesia. Angka stunting saat ini mencapai 27,67% atau sekitar 1 dari 4 anak di bawah 5 tahun tidak tumbuh ideal. Stunting dapat dicegah dengan pemberian nutrisi yang tepat dan pemantauan pertumbuhan yang ketat sehingga anak dapat mencapai pertumbuhan yang optimal. Pertumbuhan linear yang terjadi pada lempeng pertumbuhan dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain gen, hormon dan nutrisi.
"Penting bagi orangtua dalam mempersiapkan fondasi yang kuat untuk pertumbuhan optimal otak dan tulang, demi masa depan anak. Orangtua dapat memantau pertumbuhan anaknya dan memastikan bahwa nutrisi yang tepat didapatkan sejak dini untuk memaksimalkan potensi yang ada di masa depan," jelas Dr. dr. Conny Tanjung, Sp.A (K).
Kunci untuk mengetahui adanya gejala malnutrisi secara dini adalah melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan anak secara teratur. Sebuah survei baru-baru ini yang dilakukan kepada 1.221 orangtua di Indonesia mengungkapkan bahwa 56% responden tidak mengukur dan memantau tinggi badan anak mereka secara teratur. Sepertiga orangtua tidak mengukur tinggi anak secara teratur karena faktor ketidaktersediaan instrumen pengukuran yang sesuai.
Lihat Juga :