Deteksi Dini, Kanker Payudara Bisa Sembuh 90 Persen

Minggu, 06 Oktober 2024 - 03:25 WIB
loading...
Deteksi Dini, Kanker...
Ki-ka: Ketua Scientific IICC Prof Soehartati A. Gondhowiardjo, Dokter Spesialis Radiologi Konsultan Payudara dan Reproduksi Perempuan RS Kanker Dharmais dr Kardinah, dan Ultrasound General Manager GE HealthCare ASEAN Korea ANZ Matt Jones. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Guna mendorong deteksi dini kanker payudara, Indonesia mengadakan Indonesia International Cancer Conference 2024 di Bali.

Acara ini didukung oleh asosiasi internasional dan nasional dari lintas spesialis serta dihadiri oleh ribuan dokter dari berbagai negara bertujuan untuk meningkatkan deteksi dini kanker payudara.

Dokter Spesialis Radiologi Konsultan Payudara dan Reproduksi Perempuan RS Kanker Dharmais dr Kardinah, SpRad PRP(K) mengatakan, deteksi dini sangat penting.

"Sebab, apabila kanker payudara dapat dideteksi pada stadium dini dan diterapi secara tepat maka tingkat kesembuhan cukup tinggi yakni mencapai 80 hingga 90 persen," ujar dr Kardinah, Jumat (4/10/2024).

Pada acara tersebut, dr Kardinah, SpRad, PRP(K) juga mensosialisasikan Guideline Mamografi, yaitu panduan bagi para dokter radiologi untuk menggunakan mamografi.

Sosialisasi ini untuk mendukung upaya Kementerian Kesehatan RI yang akan membagikan lebih dari 300 alat mamografi ke rumah sakit di Indonesia, sehingga kemampuan para dokter radiologi dalam menggunakan dan membaca hasil radiologi perlu disiapkan.

Ketua Scientific IICC dan Dokter Spesialis Onkologi Radiasi Prof. Dr. dr. Soehartati A. Gondhowiardjo, Sp.Onk.Rad (K) mengatakan, kebanyakan pasien kanker yang diterapi sudah dalam stadium lanjut.

"Sesuai pilar transformasi kesehatan dalam SDM kesehatan, tenaga kesehatan juga perlu meningkatkan pengetahuan dan keahlian dalam melakukan deteksi dini maupun penanganan pasien kanker payudara, termasuk didalamnya, pengoperasian teknologi yang digunakan," ujar dr Soehartati.

Berdasarkan data Globocan tahun 2022, fakta bahwa jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 66.271 atau 16,2% dari total kasus kanker baru. Sementara itu, untuk jumlah kematiannya mencapai lebih dari 22.598 kasus.

Namun, berdasarkan studi, hanya 5% perempuan Indonesia yang mengetahui mengenai pemeriksaan dini kanker payudara seperti dengan metode ultrasonografi dan mamografi.

Bahkan menurut ACS Journal, diperkirakan 25% perempuan yang membutuhkan pemeriksaan (berusia 40 tahun ke atas) belum melakukannya dalam 2 tahun terakhir, dan hampir 40% perempuan dengan penghasilan rendah belum pernah melakukan mammogram sama sekali.

Soehartati mengatakan, dengan bekal transfer of knowledge dan adaptasi terhadap teknologi terbaru, dirinya optimistis Indonesia bisa menurunkan angka kejadian kanker payudara.

Saat ini, Kementerian Kesehatan RI telah mengenalkan deteksi dini kanker payudara seperti Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dan Pemeriksaan Payudara secara Klinis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan (SADANIS).

Selain itu, deteksi dini kanker payudara juga dapat dilakukan dengan metode mamografi, di mana melalui citra ultrasonografi dan mamografi, dokter bisa melihat jaringan yang tampak berbeda dari struktur sel normal.

Prof. Soehartati melanjutkan, IICC 2024 merupakan platform bagi para ahli di tingkat internasional dan nasional, komunitas internasional, para pengambil keputusan, ahli teknologi, pelaku industri kesehatan, dokter, dan pemangku kepentingan lainnya.

"Semua yang hadir berinteraksi, berdiskusi, dan memberikan solusi terbaik dan akses yang cepat terhadap produk kesehatan berkualitas tinggi yang mendukung pengobatan kanker," tandasnya.

Kemajuan teknologi dalam deteksi dini, merupakan salah satu topik yang akan dibahas.

"Saya berharap, para partisipan dapat bersama-sama mendukung turunnya angka kematian yang disebabkan oleh kanker payudara,” tukasnya.

Acara penting ini mencakup berbagai topik. Berbagai seminar, simposium, dan workshop dapat diikuti oleh para peserta. Salah satunya, Breast screening workshop untuk para dokter dan breast screening secara gratis untuk seluruh peserta.

GE HealthCare, perusahaan internasional terkemuka di bidang teknologi medis, diagnostik farmasi, dan solusi digital, turut berkontribusi dalam acara IICC 2024.

Ultrasound General Manager GE HealthCare ASEAN Korea ANZ Matt Jones dalam sambutannya menyampaikan bahwa di IICC 2024, GE HealthCare menggelar breast screening workshop pada 4-5 Oktober 2024.

Selain itu, aktivitas dari GE HealthCare lainnya adalah deteksi dini kanker payudara yang menargetkan peserta dan panitia acara.

"Ajakan melakukan deteksi dini juga kami lakukan secara global melalui kampanye “Don’t Skip”, yaitu suatu kampanye edukatif yang mengajak perempuan untuk tidak melewatkan deteksi dini kanker payudara," ujarnya.

Hal ini juga selaras dengan semangat Pink October yang dirayakan setiap tahun sebagai bulan kesadaran kanker payudara.

"Kami berharap semakin banyak perempuan yang melakukan deteksi dini dan secara bersama-sama dapat mendukung upaya Kementerian Kesehatan RI dalam menurunkan angka kejadian kanker payudara di Indonesia," tutup Matt Jones.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 3 Cara Penanganan...
Ini 3 Cara Penanganan Kanker Payudara Selain Kemoterapi
Target Turunkan Kematian...
Target Turunkan Kematian Kanker Payudara 2,5% Per Tahun, Kemenkes Gaspol Implementasi RAN Kanker
Kasus Kanker Paru di...
Kasus Kanker Paru di Usia Muda Meningkat, Imunoterapi dan Deteksi Dini Jadi Solusi
Deteksi Kanker Kini...
Deteksi Kanker Kini Lebih Canggih: AI Dukung Keputusan Terapi Lebih Tepat
Kanker Payudara Tertinggi...
Kanker Payudara Tertinggi di Inggris dan RI, Ini Penjelasan Dokter
Kanker Bukan Vonis Menakutkan,...
Kanker Bukan Vonis Menakutkan, Menkes : Ayo Deteksi Dini ke Puskesma, Jangan Tunggu Sakit
SORELLA dan Lovepink...
SORELLA dan Lovepink Bersatu di Indonesia Goes Pink 2025
Operasi Robotic Mastectomy...
Operasi Robotic Mastectomy Pertama di Indonesia
Kemlu Bantu Pemulangan...
Kemlu Bantu Pemulangan Jenazah Yurike Sanger Istri ke-7 Bung Karno dari Amerika
Rekomendasi
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Berita Terkini
Stop Pakai Sarung Tangan...
Stop Pakai Sarung Tangan Plastik Saat Makan, Ini Bahayanya bagi Kesehatan!
Momen Middleton Bertemu...
Momen Middleton Bertemu Mantan Pacarnya di Pernikahan Peter Phillips
Peter Phillips Resmi...
Peter Phillips Resmi Menikah, Absennya Pangeran Harry Jadi Sorotan
Tak Hanya Cantik, Audisi...
Tak Hanya Cantik, Audisi Miss Indonesia 2026 Mencari Talenta Terbaik Mulai dari Manner Impressive hingga Smart Social
Ikuti Audisi Miss Indonesia...
Ikuti Audisi Miss Indonesia 2026, Athaema Eswari Jumhur Sudah Persiapkan Sejak 2024
Geram Difitnah Somasi...
Geram Difitnah Somasi Ibu, Ratu Sofya Resmi Laporkan Produser Film ke Polda Metro Jaya
Infografis
Kapasitas Pembangkit...
Kapasitas Pembangkit Listrik Panas Bumi Indonesia Bisa Salip AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved