alexametrics

GNI Menyisir Harta Karun Peninggalan para Maestro

loading...
GNI Menyisir Harta Karun Peninggalan para Maestro
Ketua Umum PDIP sempatkan diri mengunjungi ruang pameran di Galeri Nasional. Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
Galeri Nasional Indonesia (GNI) terus berupaya menyisir karya-karya lukis para maestro yang saat ini masih tersimpan di kementerian/lembaga pemerintah, termasuk di ranah perkantoran. Selain untuk menjadikan GNI sebagai pusat seni rupa di Tanah Air, hal ini dimaksudkan agar koleksi-koleksi tersebut dapat terpublikasikan ke publik sekaligus menambah arsip data koleksi di GNI.

Kepala GNI Pustanto mengatakan, pihaknya memiliki beberapa cakupan daerah yang akan menjadi pendokumentasian sekaligus pengarsipan karya seni rupa yang mereka sebut “Harta Karun” tersebut. GNI bahkan punya “tabungan” program pada 2020, di antaranya melacak karya seni rupa di Aceh dan Kementerian Luar Negeri, termasuk di sejumlah perusahaan besar seperti Pertamina serta lembaga/instansi.

“Kemudian ada juga (harta karun seni rupa) di museum di Banjarmasin, kurang lebih ada 83 karya. Belum lagi di kantor-kantor pemerintah di Kalimantan Selatan, jangan-jangan justru masih banyak,” ujar Pustanto saat kegiatan temu media dalam Capaian Tahun 2019 sekaligus Peluncuran Program 2020, di Ruang Seminar GNI, Selasa (10/12).



Berdasarkan data yang dihimpun oleh tim GNI, terdapat pula karya lukis dan seni rupa di Museum Sri Baduga di Jawa Barat dan Taman Budaya Bali. Adapun mekanisme pengarsipan dan pendokumentasian, lanjut Pustanto, yakni dengan melakukan pencatatan detail terkait karya-karya tersebut, dari nama pelukis, tahun, hingga data-data pendukung lainnya.

“(GNI) tidak harus memiliki (karya tersebut), tapi bisa memiliki dokumen sehingga bisa menjadi pusat seni rupa,” kata Pustanto, yang saat paparan didampingi Kepala Seksi Pameran dan Kemitraan Zamrud Setya Negara, Kepala Seksi Pengumpulan dan Perawatan Sumarmin, dan Kasubbag Tata Usaha Purnamawati.

Pada 2020, GNI juga telah menyusun sederet program terencana. Salah satunya akan terus diupayakan pengembangan GNI terkait dengan pembangunan fisik atau pengembangan infrastruktur, pengembangan organisasi tata kerja, serta pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan pegawai.

Terkait pameran tetap akan dilakukan peningkatan tata pameran dengan menambahkan data dan informasi audio serta aplikasi digital, sedangkan terkait pameran temporer akan disajikan dua pameran temporer yang menjadi program utama, yaitu Pameran Seni Rupa Kontemporer Indonesia “MANIFESTO 7” dan Pameran Keliling.

Selain itu akan digelar 20 pameran temporer sebagai program kerja sama/dukungan, di antaranya Pameran Tunggal Ugo Untoro Rindu Lukisan Merasuk di Badan, EXCURSION Visual Art Exhibition- 5 Years of Jakarta Illustration Visual Art (JIVA), Pameran Necklace of Equator, Pameran Tunggal dan Peluncuran Buku Karya Srihadi Soedarsono The Dialogue of the Spritual Experience: Man and Universe, Pameran Tunggal Setiawan Sabana Kitab: Catatan Seputar Diri dan Semesta, Pameran Tunggal Otty Widasari, Pameran Botanical Art for Friendship, dan Pameran Napak Tilas & Jejak HiPTA.

Lalu, Pameran Tunggal Mella Jaarsma, Pameran Tunggal Seni Rupa Tulus Warsito Dimensi-Dimensi, Pameran Tunggal Joko Kisworo Catharsis, Festival Bebas Batas (FBB), Pameran Internasional Komunitas Lukis Cat Air Indonesia Arise from Humility, Pameran Tunggal Karya Jumaadi Cintaku Jauh di Pulau, Pameran Nature is Ancient (Paradoks Modernitas dan Permasalahan Lingkungan), Pameran Komunitas Perupa Kota Tua Digitus Eclectus, Pameran Tunggal Kokoh Nugroho Sililokui, Pameran Komunitas Perupa Torang Manado Arus Timur, Pameran Tunggal Yusman Pak Dirman; Indonesia 1949, serta Pameran Tunggal Dadang Christanto Menunggu Kereta yang Tak Kembali.

Selain pameran, GNI pada 2020 juga akan melaksanakan Program Bimbingan Edukasi terkait seni rupa. Bentuk program tersebut meliputi lokakarya, seminar, diskusi, tur galeri, tur kuratorial, dan press tour (khusus untuk jurnalis). Upaya akuisisi juga akan dilakukan untuk kepentingan penelitian dan kajian sejarah.

Akuisisi karya ini nantinya akan melibatkan akademisi, keluarga seniman, instansi, hingga keluarga seniman. Program yang sudah berjalan pada 2019 juga akan dilanjutkan di sepanjang 2020, salah satunya lokakaryaKamiSketsa GalNas, yang penyelenggaraannya pada 2019 menyedot perhatian besar masyarakat, terutama komunitas sketsa.

Zamrud Setya Negara menambahkan, selain meningkatkan kuantitas kegiatan, untuk program 2020 GNI juga fokus pada peningkatan kualitas. “Banyak sekali stakeholder khususnya seniman yang ingin bekerja sama dan berpameran di GNI. Tapi kan tidak semua bisa diakomodasi. Selain keterbatasan anggaran, kita juga mesti menilai kualitas kegiatan terutama karya yang hendak dipamerkan. Itulah kita ada tim yang menyeleksi ketat setiap karya yang ingin dipamerkan,” kata Zamrud.

Capaian Program 2019


Dalam kesempatan yang sama, GNI juga mengumumkan capaian program sepanjang 2019, di antaranya kegiatan pameran, bimbingan edukasi, publikasi, kemitraan, serta pengelolaan dan pengembangan karya koleksi. “Dari 20 pameran, 1 merupakan pameran tetap, 17 pameran temporer diselenggarakan di GNI, dan 2 pameran temporer di luar GNI, yaitu di Jakarta dan Pasuruan,” papar Pustanto.

Seluruh pameran tersebut terhitung per 30 November 2019 menampilkan 2.171 karya dari 543 seniman Indonesia dan mancanegara seperti Australia, Hungaria, Jepang, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Malaysia, Selandia Baru, dan China. Medium karya bervariasi, mulai lukisan, patung, instalasi, fotografi, keramik, grafis, mural, video art, drawing, objek, batik, sketsa, media digital (new media), hingga arsip seni rupa.

Selain itu, GNI juga menerbitkan jurnal, majalah, booklet profil, handbook koleksi, proseding, biografi seniman (Tedja Soeminar), serta penerbitan bahan-bahan publikasi digital melalui laman dan media sosial. Aktivitas lain yang telah dilaksanakan GNI pada 2019 adalah konservasi preventif dan restorasi karya.

Terkait karya koleksi, pada 2019 GNI melakukan kajian estimasi koleksi GNI, juga kajian koleksi seni rupa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Berbagai program yang diselenggarakan GNI tersebut mendapatkan apresiasi yang cukup baik dari masyarakat, baik masyarakat Indonesia maupun mancanegara. Per 30 November 2019, 20 kegiatan di GNI mendapatkan apresiasi publik sebanyak 201.587 orang (tidak termasuk kegiatan yang diselenggarakan GNI di luar kota).

Jumlah tersebut merupakan pengunjung pameran tetap, pameran temporer, layanan kemitraan, serta peserta Program Bimbingan dan Edukasi. Untuk kegiatan GNI per 30 November 2019 yang diselenggarakan di luar GNI, publik yang mengapresiasi dan terlibat mencapai 17.678 orang.

Seluruh kegiatan GNI pada 2019 telah dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak, di antaranya galeri/studio/komunitas seni rupa, instansi/institusi pemerintah, pusat kebudayaan asing di Jakarta, dan lembaga lainnya yang memiliki perhatian di bidang seni rupa.

"Terkait keterbukaan informasi publik, pada 2020 GNI akan terus melaksanakan aktivitas publikasi melalui penerbitan dan pendistribusian bahan-bahan publikasi, baik melalui laman dan media sosial termasuk melibatkan media massa,” tutur Pustanto.
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak