Balita di Surabaya Dicekoki Obat Keras selama Setahun oleh Babysitter, Begini Kondisinya

Senin, 14 Oktober 2024 - 20:00 WIB
loading...
Balita di Surabaya Dicekoki...
Viral seorang balita di Surabaya dicekoki obat keras oleh babysitter. Foto/ Instagram
A A A
JAKARTA – Viral seorang balita di Surabaya, Jawa Timur dicekoki obat keras oleh babysitter. Obat keras itu diketahui obat penggemuk badan dan sudah diberikan sang pengasuh selama satu tahun.

Cerita pilu itu diungkap akun Instagram, @linggra.ik. Pemilik akun menjelaskan sang pengasuh memberikan obat keras untuk penggemuk badan ini secara diam-diam. Dia mengatakan pengasuh anaknya itu telah memberikan obat keras tersebut selama satu tahun sejak September 2023-Agustus 2024.

Baca Juga: Penyebab Asam Urat di Usia Muda, 5 Kebiasaan Buruk Ini Harus Dihindari

Lingga mengaku mulai melihat gejala tak beres pada buah hatinya. Dia menjelaskan bayinya yang berusia 16 bulan mulai drop, susah makan hingga lemas. Setelahnya, bayi tersebut dilarikan ke rumah sakit dan melakukan test hormon.

“Hari ke-9 setelah pemberhentian obat itu, anakku jadi drop. Gak mau makan, gak mau minum, tidur terus, ga kuat untuk ngap-ngap. Langsung ku bawa ke UGD dan yess harus segera diopname,” paparnya.

Kondisi hormon sang anak begitu drop pascapemberian obat keras tersebut. Setelah melakukan rangkaian tes, dia mengungkap hormon sang putra begitu rendah, termasuk hormon kortisol.

Hormon tersebut merupakan hormon untuk mengatur segala aktivitas dan pergerakan. Sayang, hormon balita malang ini begitu rendah sehingga korban merasa lemas dan tak aktif bergerak.

“Dan memang kata dokter, Elkan ga kuat untuk bergerak karena tidak memiliki hormon kortilsol. Sehingga kita harus segera menyuntikkan hormon tersebut,” papar Linggra.

“Bayangin gara-gara pemakaian obat deksa selama 1 tahun itu yang menekan andrenocorticotropic hormon anakku sehingga tidak bisa menghasilkan hormon kortisol tersebut,” ujar dia lagi.

Linggra mengungkap sang anak kini masih harus mendapatkan perawatan intensif. Ia sepakat untuk memeriksakan sang buah hati ke Singapura untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Setelah kejadian ini, Linggra mengatakan sang anak mengalami sejumlah masalah kesehatan termasuk gangguan pada lambungnya. Dia pun berusaha perlahan-lahan memberikan perawatan insentif untuk samg buah hati.

Meski begitu, dia mengatakan kondisi anak kini mulai membaik. Namun, pemulihannya akan memakan waktu dan dibutuhkan kesabaran. Ia menjelaskan sang anak juga masih perlu melakukan terapi dan minum obat selama 3 bulan hingga satu tahun.

Baca Juga: 7 Buah untuk Memperlambat Penuaan, Pepaya Bantu Kurangi Kerutan

“Hormon kortisol masih rendah. Cukup proses yang lumayan butuh waktu untuk bisa membalikkan hormonya secara normal. Untuk menghilangkan efek steroid juga butuh waktu. Kuncinya harus sabar,” ungkap Linggra.

“Untuk sementara tetap harus diterapi minum obat hormonnya terus. Sampai kapan? Bisa 3 bulan bisa 6 bulan bisa 1 tahun, tergantung respon badan anaknya masing-masing,” jelasnya.
(tdy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jamu Aman Bebas Bahan...
Jamu Aman Bebas Bahan Kimia Obat Jadi Kunci Jaga Warisan Budaya Indonesia
Viral Mitos Lemak Berbahaya...
Viral Mitos Lemak Berbahaya untuk MPASI Anak, Ini Penjelasan Dokter!
Aturan Baru, BPOM Siap...
Aturan Baru, BPOM Siap Tindak Tegas Penjualan Obat Ilegal di Minimarket
Punya Anak Balita, Ria...
Punya Anak Balita, Ria Ricis Mengaku Sedih Lihat Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha
Aldi Taher Diperebutkan...
Aldi Taher Diperebutkan Usai Bisnis Burger Viral, Fee Tampil Tembus Rp35 Juta
BPOM Temukan 24 Obat...
BPOM Temukan 24 Obat Bahan Alam Mengandung Bahan Kimia Berbahaya
Ibu Hamil dan Balita...
Ibu Hamil dan Balita juga Tidak Terima MBG saat Libur Sekolah
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Suma UI Dukung LGBT,...
Suma UI Dukung LGBT, Universitas Indonesia Lakukan Evaluasi Internal
Rekomendasi
LG Pasang Taruhan Besar:...
LG Pasang Taruhan Besar: AI Jadi Jantung Seisi Rumah
Akuisisi Aster Jadi...
Akuisisi Aster Jadi Titik Balik Chandra Asri Group, Diversifikasi Bisnis Mulai Dongkrak Kinerja
Kronologi Penangkapan...
Kronologi Penangkapan Roy Suryo dan Dr. Tifa oleh Polda Metro, Refly: Tidak Ada Tanda-tanda
Berita Terkini
Rizky Billar Laporkan...
Rizky Billar Laporkan Akun Penyebar Fitnah Selingkuh dengan Anak Ramzi
5 Kebiasaan Buruk yang...
5 Kebiasaan Buruk yang Diam-diam Merusak Tubuh, dari Asupan Makanan hingga Stres
Davina Karamoy Kembalikan...
Davina Karamoy Kembalikan Uang Saku dari Hanania Travel ke Penyidik
Richard Lee Ajukan Penangguhan...
Richard Lee Ajukan Penangguhan Penahanan karena Sakit, Istri Jadi Jaminan
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
Infografis
Begini Cara Lihat Data...
Begini Cara Lihat Data Bocor di Dark Web Lewat Gmail
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved