Transformasi Digital UMKM: Tunai ke Contactless
Jum'at, 04 Oktober 2024 - 06:57 WIB
loading...
Transformasi digital UMKM bisa dilihat dengan makin banyak transaksi menggunakan QRIS antara penjual dan pembeli. Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Dalam era digital yang terus berkembang pesat, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia sedang mengalami perkembangan besar-besaran.
Bayangkan saja, dari warung kopi di pojok gang hingga pengrajin batik di pelosok desa, kini dapat menjangkau pelanggan di seluruh penjuru nusantara, bahkan dunia! Ini bukan lagi cerita fiksi, tapi realita yang sedang kita saksikan dan alami bersama.
Dulu, memulai bisnis identik dengan membuka toko fisik. Sekarang? Cukup denganponsel pintar di tangan, siapa saja bisa menjadi pengusaha! Dengan lebih dari 200 juta pengguna internet aktif di Indonesia, pasar online menjadi lautan peluang yang luas bagi UMKM.
Ambil contoh Pak Joko, penjual tempe di pasar tradisional. Dulu, pelanggannya hanya sebatas ibu-ibu di sekitar pasar. Kini, berkat platform e-commerce, tempe buatannya bisa dinikmati oleh pencinta kuliner di kota-kota besar. Bahkan, ada yang rela antre daftar tunggu demi mencicipi tempe legendaris Pak Joko.
Tidak hanya makanan, produk kerajinan tradisional pun kini bisa go international dengan mudah. Batik tulis yang dulunya hanya dijual di galeri lokal, sekarang bisa sampai ke lemari fashionista di Paris atau New York. Keren, kan?
Namun, perjalanan dari offline ke online ini bukan tanpa tantangan. Banyak pelaku UMKM yang masih merasa gaptekatau gagap teknologi. Namun jangan khawatir, pemerintah dan berbagai platform digital telah menyiapkan program pelatihan untuk membantu UMKM naik kelas ke dunia digital.
Putri Tanjung, Staf Khusus Presiden dan Inisiator Pahlawan Digital UMKM, dalam acara Festival Ekonomi Keuangan Digital (FEKDI) X Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2024 bertajuk Casual Talk: Digital Payment Infinity: The Future of Seamless Transactionbeberapa waktu lalu di Jakarta, menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi bagi UMKM.
"Di era yang tidak pasti seperti sekarang, kita semua tahu teknologi semakin cepat, semakin bertumbuh, semakin berkembang. Jadi kita harus bisa memanfaatkan itu dengan cara yang baik. Teknologi itu adalah tools untuk mencapai tujuan kita dengan lebih cepat dan lebih efektif," ujar Putri.
Bayangkan saja, dari warung kopi di pojok gang hingga pengrajin batik di pelosok desa, kini dapat menjangkau pelanggan di seluruh penjuru nusantara, bahkan dunia! Ini bukan lagi cerita fiksi, tapi realita yang sedang kita saksikan dan alami bersama.
Pergeseran Dramatis: dari Gerai Fisik ke Dunia Maya
Dulu, memulai bisnis identik dengan membuka toko fisik. Sekarang? Cukup denganponsel pintar di tangan, siapa saja bisa menjadi pengusaha! Dengan lebih dari 200 juta pengguna internet aktif di Indonesia, pasar online menjadi lautan peluang yang luas bagi UMKM.
Ambil contoh Pak Joko, penjual tempe di pasar tradisional. Dulu, pelanggannya hanya sebatas ibu-ibu di sekitar pasar. Kini, berkat platform e-commerce, tempe buatannya bisa dinikmati oleh pencinta kuliner di kota-kota besar. Bahkan, ada yang rela antre daftar tunggu demi mencicipi tempe legendaris Pak Joko.
Tidak hanya makanan, produk kerajinan tradisional pun kini bisa go international dengan mudah. Batik tulis yang dulunya hanya dijual di galeri lokal, sekarang bisa sampai ke lemari fashionista di Paris atau New York. Keren, kan?
Namun, perjalanan dari offline ke online ini bukan tanpa tantangan. Banyak pelaku UMKM yang masih merasa gaptekatau gagap teknologi. Namun jangan khawatir, pemerintah dan berbagai platform digital telah menyiapkan program pelatihan untuk membantu UMKM naik kelas ke dunia digital.
Putri Tanjung, Staf Khusus Presiden dan Inisiator Pahlawan Digital UMKM, dalam acara Festival Ekonomi Keuangan Digital (FEKDI) X Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2024 bertajuk Casual Talk: Digital Payment Infinity: The Future of Seamless Transactionbeberapa waktu lalu di Jakarta, menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi bagi UMKM.
"Di era yang tidak pasti seperti sekarang, kita semua tahu teknologi semakin cepat, semakin bertumbuh, semakin berkembang. Jadi kita harus bisa memanfaatkan itu dengan cara yang baik. Teknologi itu adalah tools untuk mencapai tujuan kita dengan lebih cepat dan lebih efektif," ujar Putri.
Lihat Juga :