Gotong Royong Mempercepat Transformasi Digital

Sabtu, 05 Oktober 2024 - 07:05 WIB
loading...
Gotong Royong Mempercepat...
Transformasi digital perlu digenjot oleh berbagai pihak dimulai dari Bank Indonesia hingga masyarakat. Foto/Smartosc
A A A
JAKARTA - Dalam konteks perekonomian modern, digitalisasi telah menjadi tulang punggung yang mendukung berbagai sektor, termasuk keuangan dan industri kreatif.

Dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital (FEKDI) X Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2024 muncul harapan besar terhadap peran digitalisasi dalam mendorong inklusi keuangan, memberdayakan UMKM, serta menciptakan lapangan kerja baru.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta yang berbicara pada sesi Casual Talk: Apa-Apa Digital, Apa-Apa Cyber, Ada Apa, sih? menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam mempercepat transformasi digital. Dia menyoroti peran strategis Bank Indonesia dalam mengembangkan kebijakan yang mendukung ekosistem digital, serta menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah tantangan baru seperti keamanan siber.

Selain itu, Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Fitria Irmi Triswati, menekankan bahwa inklusi keuangan harus menjadi prioritas utama dalam era digital. Dengan semakin meluasnya akses ke layanan keuangan digital, diharapkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk yang berada di daerah terpencil, dapat menikmati manfaat dari ekonomi digital.

Namun, perkembangan digitalisasi juga membawa tantangan baru. Pakar IT Onno W Purbo mengingatkan tentang pentingnya kesadaran dan edukasi masyarakat terkait ancaman siber yang semakin kompleks. Dia menyebutkan masyarakat perlu memahami cara menjaga keamanan data pribadi mereka di dunia maya, agar tidak hanya menjadi konsumen teknologi tetapi juga pengguna yang bijak.

Bagi industri kreatif, seperti yang diwakili oleh Irish Bella,Denis Adhiswara, dan Dazen Frilla, digitalisasi membuka peluang baru untuk eksplorasi kreatif dan monetisasi konten. Namun, mereka juga menyoroti tantangan yang muncul, seperti isu hak cipta dan persaingan global, yang perlu diatasi melalui kebijakan dan regulasi yang adaptif.

GenBI/Ijlal Setiawan
(ita)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Rekomendasi
Dari Cinta Menjadi Luka:...
Dari Cinta Menjadi Luka: Kekerasan Berpacaran Perspektif Psikologi
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah...
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah Haji Sudah Tiba di Tanah Air
Hasil Survei: 83,1%...
Hasil Survei: 83,1% Publik Yakin UU Polri Bawa Perubahan Terhadap Kinerja Kepolisian
Berita Terkini
Nadhif Basalamah Geram...
Nadhif Basalamah Geram Jadi Korban Pelecehan, Ingin Berhenti dari Dunia Hiburan?
Billy Syahputra Kaget...
Billy Syahputra Kaget Adik Perempuannya yang Lamar Calon Suami
Tantri Kotak Siap Tempuh...
Tantri Kotak Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Ditipu Miliaran Rupiah
Ditipu Teman Sendiri,...
Ditipu Teman Sendiri, Tantri Kotak Ungkap Tabungan Pendidikan Anak Ikut Raib
Tidak Semua Yoghurt...
Tidak Semua Yoghurt Sehat, Salah Pilih Bisa Bikin Gula Darah Naik
Dari Sampang, Rihul...
Dari Sampang, Rihul CZ Bangun Peluang Lewat Konten Digital
Infografis
Pajak Digital Tembus...
Pajak Digital Tembus Rp26,75 Triliun, Kripto Sumbang Rp838,56 M
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved