Fishbone Diagram, Teknik Pemecahan Masalah untuk Cegah Kegagalan sejak Dini
Senin, 21 Oktober 2024 - 14:54 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian, Fishbone Diagram juga dikenal dengan sebutan Ishikawa Diagram. Disebut fishbone karena bentuk diagram ini menyerupai tulang ikan. Ada kepala ikan berupa masalah utama, sedangkan cabang-cabang tulang belakang mewakili faktor-faktor yang menjadi pemicu masalah tersebut.
Kamu bisa menggunakan Fishbone Diagram dengan beberapa langkah berikut, yang akan membantu mengenali sumber masalah lebih mudah dan efektif.
Langkah pertama adalah menentukan masalah utama yang ingin diselesaikan. Tuliskan masalah ini di bagian kepala diagram, misalnya sering terlambat mengirim tugas atau tugas kelompok sering tidak selesai tepat waktu.
![Fishbone Diagram, Teknik Pemecahan Masalah untuk Cegah Kegagalan sejak Dini]()
Foto: Pexels
Selanjutnya, buat cabang-cabang utama atau tulangnya yang mewakili kategori umum dari kemungkinan penyebab masalah. Faktor utama ini biasanya mencakup elemen seperti manusia, metode (cara kerja), material (bahan atau alat), mesin (teknologi), dan lingkungan.
Selain hal tersebut, kategori ini dapat kamu sesuaikan lagi dan cabangnya tak terbatas.
Dari setiap cabang utama tadi, buat subcabang yang lebih spesifik. Misalnya, pada faktor manusia, kamu bisa menambahkan penyebab spesifik di bawahnya, seperti kurangnya disiplin atau motivasi rendah.
Cara Membuat Fishbone Diagram
Kamu bisa menggunakan Fishbone Diagram dengan beberapa langkah berikut, yang akan membantu mengenali sumber masalah lebih mudah dan efektif.
1. Tentukan Masalah Utama
Langkah pertama adalah menentukan masalah utama yang ingin diselesaikan. Tuliskan masalah ini di bagian kepala diagram, misalnya sering terlambat mengirim tugas atau tugas kelompok sering tidak selesai tepat waktu.

Foto: Pexels
2. Kategorikan Faktor Utama Masalah
Selanjutnya, buat cabang-cabang utama atau tulangnya yang mewakili kategori umum dari kemungkinan penyebab masalah. Faktor utama ini biasanya mencakup elemen seperti manusia, metode (cara kerja), material (bahan atau alat), mesin (teknologi), dan lingkungan.
Selain hal tersebut, kategori ini dapat kamu sesuaikan lagi dan cabangnya tak terbatas.
3. Rincikan Penyebab Spesifik dari Setiap Faktor
Dari setiap cabang utama tadi, buat subcabang yang lebih spesifik. Misalnya, pada faktor manusia, kamu bisa menambahkan penyebab spesifik di bawahnya, seperti kurangnya disiplin atau motivasi rendah.
Lihat Juga :