Jakarta Biennale 2024, Gudskul Ekosistem dan Seniman Aceh Hidupkan Bela Diri Betawi
Senin, 21 Oktober 2024 - 18:59 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, Tapak Jejeg, Jurus Keset Bacok, dan Jurus Sikut Maen Pukul merupakan visualisasi dari semangat menjaga warisan budaya lokal di tengah modernisasi yang semakin kuat. Kolaborasi Kreatif dalam Program Residensi Baku Konek Karya ini dipamerkan dalam rangkaian perayaan 50 tahun Jakarta Biennale yang berlangsung dari 1 Oktober hingga 15 November 2024 di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat.
Karya Fauzi x Gudskul Ekosistem merupakan buah dari residensi Baku Konek, sebuah program yang dipelopori oleh ruangrupa dan Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan (PTLK) melalui Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya. Program ini memberi kesempatan bagi seniman dari berbagai daerah di Indonesia untuk saling berkolaborasi, berbagi pengalaman, dan menciptakan karya baru yang berakar pada konteks lokal masing-masing.
“Saya sangat gembira dan bersyukur bisa bergabung dalam Baku Konek. Ini adalah kesempatan langka untuk mengenal lebih dalam tentang seni, ruang, dan sosial yang selama ini belum pernah saya ketahui. Bisa berkolaborasi dengan Gudskul Ekosistem memberi banyak inspirasi,” tutur Fauzi.
Tak hanya itu, dipamerkannya ketiga karya Fauzi di Jakarta Biennale 2024 juga menjadi kebanggaan tersendiri baginya. Pameran besar ini tidak hanya menarik perhatian pengunjung lokal, tetapi juga internasional sehingga membuka kesempatan bagi Fauzi untuk memperkenalkan lebih luas seni dan budaya Indonesia.
“Ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Karya saya bisa tampil di pameran sebesar ini, yang dihadiri seniman dan penikmat seni dari seluruh dunia. Semoga pesan tentang pentingnya melestarikan seni bela diri tradisional bisa tersampaikan kepada banyak orang,” tambahnya.
Karya Fauzi x Gudskul Ekosistem merupakan buah dari residensi Baku Konek, sebuah program yang dipelopori oleh ruangrupa dan Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan (PTLK) melalui Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya. Program ini memberi kesempatan bagi seniman dari berbagai daerah di Indonesia untuk saling berkolaborasi, berbagi pengalaman, dan menciptakan karya baru yang berakar pada konteks lokal masing-masing.
“Saya sangat gembira dan bersyukur bisa bergabung dalam Baku Konek. Ini adalah kesempatan langka untuk mengenal lebih dalam tentang seni, ruang, dan sosial yang selama ini belum pernah saya ketahui. Bisa berkolaborasi dengan Gudskul Ekosistem memberi banyak inspirasi,” tutur Fauzi.
Tak hanya itu, dipamerkannya ketiga karya Fauzi di Jakarta Biennale 2024 juga menjadi kebanggaan tersendiri baginya. Pameran besar ini tidak hanya menarik perhatian pengunjung lokal, tetapi juga internasional sehingga membuka kesempatan bagi Fauzi untuk memperkenalkan lebih luas seni dan budaya Indonesia.
“Ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Karya saya bisa tampil di pameran sebesar ini, yang dihadiri seniman dan penikmat seni dari seluruh dunia. Semoga pesan tentang pentingnya melestarikan seni bela diri tradisional bisa tersampaikan kepada banyak orang,” tambahnya.
Lihat Juga :