Generasi Kreatif, Tapi Copy-Paste? Mengupas Plagiarisme di Kalangan Gen Z

Selasa, 22 Oktober 2024 - 15:55 WIB
loading...
Generasi Kreatif, Tapi...
Plagiarisme harus dihindari dengan memahami hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat memakai karya orang lain. Foto/Shutterstock
A A A
JAKARTA - Banyak orang mengalami kerugian karena kasus plagiarisme . Di sisi lain, banyak yang tidak sadar bahwa telah melakukan plagiat karya orang lain. Ini karena masih kurangnya pemahaman tentang plagiarisme yang terus berkembang, terutama dalam era digital.

Gen Z yang hidup dalam era ini tentu saja jadi bagian yang sangat berpotensi bersinggungan dengan kasus plagiarisme. Nah, agar kamu tidak menjadi pelaku dan korbannya, berikut ini segala hal tentang plagiarisme yang perlu kamu ketahui.


Apa itu Plagiarisme?


Sebelum lebih jauh mengupasnya, kamu harus tahu terlebih dahulu definisi dari plagiarisme. Plagiarisme adalah plagiat adalah aktivitas menjiplak secara sengaja maupun tidak sengaja kata-kata, ide, atau informasi dari suatu sumber tanpa mengutipnya dengan benar.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) V, kata plagiatdiartikan sebagai"pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dan sebagainya) sendiri, misalnya menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri; jiplakan".

Plagiarisme dari Sisi Hukum


Plagiarisme merupakan tindakan yang tidak hanya melanggar etika, tetapi juga memiliki implikasi hukum yang serius jika berkaitan dengan hak cipta. Dalam konteks hukum di Indonesia, Undang-Undang Hak Cipta (UUHC) memberikan landasan yang jelas mengenai perlindungan hak cipta, yang berfungsi untuk melindungi kekayaan intelektual.

Dikutip dari hukumonline, dijelaskan bahwa dalam UU No. 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta, hak cipta dikategorikan sebagai kekayaan intelektual di bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra yang berperan strategis dalam pembangunan bangsa dan kesejahteraan umum.

Generasi Kreatif, Tapi Copy-Paste? Mengupas Plagiarisme di Kalangan Gen Z

Foto: via Sumy Designs

Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Serta di UUHC, dijelaskan bahwa Hak Cipta merupakan hak eksklusif pencipta yang muncul secara otomatis

Sementara itu, dikutip dari World Intellectual Property Organization (WIPO), dijelaskan bahwa tidak semua tindakan plagiarisme dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hukum. Plagiarisme adalah pelanggaran etika, terutama di lingkungan akademis.

Pelanggaran hak cipta baru terjadi ketika seseorang mengambil karya orang lain, baik secara intelektual maupun material, tanpa izin dan tindakan tersebut menyebabkan kerugian bagi pemilik hak cipta.

Dalam dunia akademis, plagiarisme diatur secara khusus melalui kode etik dan peraturan internal lembaga pendidikan. Namun, jika karya yang dijiplak merupakan karya yang dilindungi hak cipta dan pelanggaran tersebut merugikan pemilik asli secara material, maka tindakan tersebut dapat dikenakan sanksi hukum. Ini menunjukkan pentingnya memahami perbedaan antara pelanggaran etika dan hukum dalam konteks plagiarisme.

Mahasiswa Terlibat Plagiarisme


Plagiarisme di dunia akademik bukanlah hal baru, tapi semakin sering ditemukan di era digital saat ini. Salah satu contoh kasus yang mencuat beberapa bulan terakhir adalah plagiarisme yang dilakukan oleh seorang mahasiswa Universitas Airlangga (Unair). Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Mahasiswa tersebut terbukti menjiplak tugas kuliahnya dan telah menerima sanksi dari pihak kampus.

Kasus di Unair hanyalah puncak gunung es dari fenomena plagiarisme yang terjadi di lingkungan akademis. Di balik layar, masih banyak kasus serupa yang terjadi, baik di dunia akademik maupun di dunia kreatif.

Salah satu kasus lainnya dialami oleh Dundi Ichsan, seorang mahasiswa Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia). Dundi mengaku kecewa setelah tugas kuliahnya di-copy-paste oleh teman sekelasnya.

"Waktu semester tiga, tugas saya pernah diplagiasi oleh teman sekelas di mata kuliah Tata Bahasa. Hasil tugas saya benar-benar diambil mentah-mentah, padahal awalnya teman saya hanya bilang ingin menjadikan tugas saya sebagai referensi. Namun keesokan harinya, setelah saya lihat tugasnya, ternyata benar-benar menjiplak tugas saya," ungkap Dundi saat diwawancarai.

Generasi Kreatif, Tapi Copy-Paste? Mengupas Plagiarisme di Kalangan Gen Z

Foto: via matthewrmorris.com

Kasus-kasus seperti ini mencerminkan bahwa plagiarisme dapat menghancurkan integritas akademik. Di era digital, dengan akses informasi begitu mudah didapatkan, plagiarisme sering kali terjadi tanpa disadari.

Bagi sebagian mahasiswa, plagiarisme mungkin dianggap sebagai jalan pintas untuk menyelesaikan tugas. Namun dampaknya sangat merugikan, baik bagi si korban maupun bagi pelaku.

Bagaimana Menghindari Plagiarisme?


Sebagai bagian dari generasi Gen Z yang tumbuh di era digital, kita memiliki akses tak terbatas ke informasi, ide, dan karya dari berbagai sumber. Namun, kemudahan ini juga membawa tantangan, terutama terkait dengan praktik "copy-paste" yang sering kali melanggar hak cipta.

Dalam dunia kerja dan perkuliahan, penting bagi kita untuk memahami dan menyikapi kegiatan menyalin dan memanfaatkan karya orang lain secara etis dan bertanggung jawab.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh Gen Z untuk menghadapi tantangan ini:

1. Memberikan Sitasi atau Kredit yang Tepat


Ketika menggunakan ide, pemikiran, atau karya orang lain, selalu pastikan untuk memberikan kredit atau sitasi yang benar. Hal ini tidak hanya menghormati hasil kerja keras orang lain, tetapi juga menunjukkan integritas dan profesionalisme.

Dalam dunia akademik, sitasi yang tepat juga dapat menghindarkan kita dari tuduhan plagiarisme.

Generasi Kreatif, Tapi Copy-Paste? Mengupas Plagiarisme di Kalangan Gen Z

Foto: via eschoolnews

2. Meminta Izin secara Tertulis


Jika kamu ingin menggunakan karya yang dilindungi hak cipta, pastikan untuk meminta izin tertulis terlebih dahulu dari pemegang hak cipta. Ini adalah langkah penting untuk menghindari pelanggaran hukum hak cipta dan menjaga hubungan baik dengan pemilik karya.

Sebagai generasi yang melek teknologi, kita dapat dengan mudah menghubungi pemegang hak cipta melalui email atau platform daring.

3. Daftarkan Karya ke Dirjen Kekayaan Intelektual (DJKI)


Jika kamu memiliki karya, baik itu tulisan, desain, musik, atau bentuk kreatif lainnya, segera daftarkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) untuk melindungi hak cipta. Ini artinya, kita memiliki hak eksklusif atas hasil kreasi kita tersebut, sekaligus melindungi karya itu secara hukum jika disalahgunakan oleh pihak lain.


4. Gunakan Konten dengan Lisensi Creative Commons


Saat membutuhkan konten untuk proyek atau tugas, carilah konten yang dilisensikan di bawah Creative Commons. Lisensi ini memungkinkan kita menggunakan karya orang lain secara legal dengan syarat-syarat tertentu, seperti memberikan kredit kepada pencipta asli atau tidak menggunakan karya tersebut untuk tujuan komersial.

Creative Commons adalah solusi yang ideal bagi para kreator dan pengguna konten di era digital.

Itulah panduan untuk terhindar dari tuduhan plagiarisme sekaligus tidak menjadi korban penjiplakan. Semoga bisa memberi kamu pengetahuan baru!

Aprilian Rodo Rizky
Kontributor GenSINDO
Politeknik Negeri Media Kreatif
(ita)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kenapa Ada Orang yang...
Kenapa Ada Orang yang Kidal? Dikaitkan dengan Kecerdasan, Gen hingga Kejahatan
Jadi Favorit Gen Z,...
Jadi Favorit Gen Z, Aice Pertahankan Gelar WOW Brand Award Tahun Ini
Gen Z Merapat! Soulyu...
Gen Z Merapat! Soulyu Hadirkan Juicy Glow Lip Balm dengan 5 Shades Kekinian
Cerdas Finansial, Okezone...
Cerdas Finansial, Okezone dan MNC Insurance Hadirkan Program Afiliasi Bestie untuk Gen Z
Okezone Bersama MNC...
Okezone Bersama MNC Insurance Business Group Edukasi Gen Z tentang Pengelolaan Keuangan
Series Culture Shock...
Series Culture Shock Mengedukasi Gen Z lewat Romansa Anak SMA
NJZ Dituduh Menjiplak...
NJZ Dituduh Menjiplak aespa usai Ganti Nama NewJeans, dari Konsep hingga Logo Baru
Its Family Time! Waktunya...
Its Family Time! Waktunya Gen Z Merapat, Program Baru GTV Beri Rekomendasi Tempat Healing yang Seru!
Faith Kembali Merilis...
Faith Kembali Merilis Single Kelimanya Tentang Cinta dan Teman
Rekomendasi
Kocak! Awalnya Bercanda,...
Kocak! Awalnya Bercanda, Ole Romeny Jatuh Cinta Bela Timnas Indonesia
10 Kata-Kata Mutiara...
10 Kata-Kata Mutiara Nyepi 2025 yang Menyentuh Hati dan Penuh Kebijaksanaan
Puncak Arus Mudik di...
Puncak Arus Mudik di Pantura Indramayu Hari Ini, 139.355 Kendaraan Melintas
Berita Terkini
Sinopsis Sinetron Preman...
Sinopsis Sinetron Preman Pensiun 9 Eps 29: Kesalahpahaman yang Picu Pengeroyokan
15 menit yang lalu
26 Ucapan Hari Raya...
26 Ucapan Hari Raya Nyepi 2025: Makna, Tradisi, dan Inspirasi dalam Berbagai Bahasa
1 jam yang lalu
BCL Semangat Masak Rendang...
BCL Semangat Masak Rendang untuk Lebaran, Siapkan Satu Kuali Penuh
2 jam yang lalu
Pemudik Bisa Istirahat...
Pemudik Bisa Istirahat dan Isi Energi Gratis di SPKLU PLN dengan Extrajoss Ultimate
2 jam yang lalu
Lisa BLACKPINK Kirim...
Lisa BLACKPINK Kirim Doa dan Kepedulian untuk Korban Gempa Thailand
3 jam yang lalu
Lebaran Makin Seru di...
Lebaran Makin Seru di Batam, GGI Hotel Harbor Bay Hadirkan Promo Menginap Murah Meriah
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penduduknya...
10 Negara Penduduknya Paling Bahagia di Dunia Tahun 2025
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved