Konsisten Dukung Keberlanjutan, Unilever Indonesia Raih 2 Sertifikasi Tertinggi dari Green Building Council
Senin, 28 Oktober 2024 - 23:23 WIB
loading...
Penyerahan plakat sertifikasi dilakukan oleh Chairman GBC Indonesia Iwan Prijanto (kiri) kepada Direktur Human Resources Unilever Indonesia Willy Saelan dalam seremoni di Grha Unilever, BSD City, Tangerang, Kamis (24/10/2024). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Dalam upaya kolektif menjaga iklim, Unilever Indonesia baru saja mendapatkan dua sertifikat dari Green Building Council (GBC) yaitu GREENSHIP Net Zero Ready dan GREENSHIP Existing Building tingkat Platinum.
Green Building Council (GBC) merupakan anggota dari World Green Building Council dengan tujuan mendorong pembangunan berkelanjutan melalui berbagai program sertifikasi seperti GREENSHIP. Pencapaian ini merupakan apresiasi atas komitmen Unilever Indonesia dalam upaya mencapai emisi nol bersih melalui penggunaan energi terbarukan hingga 8% dari kebutuhan energi listrik serta pengurangan konsumsi listrik hingga 32% dari nilai dasar di Grha Unilever.
“Pencapaian ini merupakan salah satu bentuk nyata komitmen kami dalam hal keberlanjutan. Kami akan terus mendukung target global Unilever mencapai Net Zero Emission pada 2039 melalui berbagai upaya. Dalam upaya kami untuk tetap menjadi yang terdepan dalam praktik keberlanjutan, kami konsisten mengambil langkah-langkah yang diperlukan, termasuk sertifikasi Net Zero Ready dari Green Building Council,” kata Willy Saelan, Direktur Human Resources Unilever Indonesia, belum lama ini.
Unilever Indonesia pertama kali mendapatkan sertifikasi dari GBC Indonesia pada 2020 yaitu untuk kategori GREENSHIP New Building tingkat platinum. Grha Unilever, yang mulai dibangun pada 2015 dan diresmikan pada Juni 2017, telah dirancang dengan fokus pada keberlanjutan dan efisiensi energi, menjadikannya salah satu contoh terdepan bangunan hijau di Indonesia.
![Konsisten Dukung Keberlanjutan, Unilever Indonesia Raih 2 Sertifikasi Tertinggi dari Green Building Council]()
Kantor Unilever Indonesia yang mendapatkan sertifikasi dari GBC. Foto/Istimewa
Di tahun 2024 ini, Unilever Indonesia mendapatkan sertifikasi GREENSHIP Existing Building tingkat Platinum dari GBC Indonesia yang merupakan penghargaan tertinggi bagi bangunan yang memenuhi standar keberlanjutan operasional. Sertifikasi ini menilai bangunan berdasarkan efisiensi energi yang signifikan, pengelolaan air, kualitas lingkungan dalam ruangan, dan manajemen material.
Green Building Council (GBC) merupakan anggota dari World Green Building Council dengan tujuan mendorong pembangunan berkelanjutan melalui berbagai program sertifikasi seperti GREENSHIP. Pencapaian ini merupakan apresiasi atas komitmen Unilever Indonesia dalam upaya mencapai emisi nol bersih melalui penggunaan energi terbarukan hingga 8% dari kebutuhan energi listrik serta pengurangan konsumsi listrik hingga 32% dari nilai dasar di Grha Unilever.
“Pencapaian ini merupakan salah satu bentuk nyata komitmen kami dalam hal keberlanjutan. Kami akan terus mendukung target global Unilever mencapai Net Zero Emission pada 2039 melalui berbagai upaya. Dalam upaya kami untuk tetap menjadi yang terdepan dalam praktik keberlanjutan, kami konsisten mengambil langkah-langkah yang diperlukan, termasuk sertifikasi Net Zero Ready dari Green Building Council,” kata Willy Saelan, Direktur Human Resources Unilever Indonesia, belum lama ini.
Unilever Indonesia pertama kali mendapatkan sertifikasi dari GBC Indonesia pada 2020 yaitu untuk kategori GREENSHIP New Building tingkat platinum. Grha Unilever, yang mulai dibangun pada 2015 dan diresmikan pada Juni 2017, telah dirancang dengan fokus pada keberlanjutan dan efisiensi energi, menjadikannya salah satu contoh terdepan bangunan hijau di Indonesia.

Kantor Unilever Indonesia yang mendapatkan sertifikasi dari GBC. Foto/Istimewa
Di tahun 2024 ini, Unilever Indonesia mendapatkan sertifikasi GREENSHIP Existing Building tingkat Platinum dari GBC Indonesia yang merupakan penghargaan tertinggi bagi bangunan yang memenuhi standar keberlanjutan operasional. Sertifikasi ini menilai bangunan berdasarkan efisiensi energi yang signifikan, pengelolaan air, kualitas lingkungan dalam ruangan, dan manajemen material.
Lihat Juga :