alexametrics

Pentingnya Introspeksi Sebelum Membuat Resolusi di Tahun Baru

loading...
Pentingnya Introspeksi Sebelum Membuat Resolusi di Tahun Baru
Banyak orang hanya berfokus pada membuat resolusi tahun baru tanpa menyadari yang belum tercapai selama setahun belakangan, seperti keuangan, karier dan lainnya. (Dok. MNC Media)
A+ A-
JAKARTA - Pergantian tahun sudah di depan mata, ada banyak hal yang seringkali dipersiapkan untuk meninggalkan tahun ini dan menyambut tahun yang akan datang. Banyak orang hanya berfokus pada membuat resolusi tahun baru tanpa menyadari hal-hal yang belum tercapai selama setahun belakangan, seperti keuangan, karier, asmara, dan lainnya.

Itu sebabnya evaluasi atau introspeksi diri juga merupakan hal yang wajib dilakukan sebelum membuat resolusi tahun baru. Seperti mencari tahu apa penyebab resolusi tahun sebelumnya belum tercapai. Apakah sudah melakukan yang terbaik dan bagaimana solusinya agar hal yang sama tidak terulang kembali di tahun mendatang. Nah, apa saja yang semestinya dievaluasi dalam diri seseorang guna memperbaiki kualitas diri di tahun depan?

Tingkat kebahagiaan
Hal yang paling penting dan mendasar adalah memastikan apakah selama setahun belakangan Anda adalah pribadi yang mendapat asupan kebahagiaan yang cukup. Kebahagiaan bisa datang dari mana saja, mulai dari keluarga hingga pekerjaan.



Jika ada hal-hal yang membuat tidak bahagia, mulailah dengan menghabiskan banyak waktu dengan sumber kebahagiaan tersebut di tahun depan. Misalnya dengan menghabiskan waktu lebih banyak bersama orang tua, keluarga atau orang-orang tersayang, atau mulai mencari solusi untuk lebih mencintai pekerjaan Anda.

Tingkat kebahagiaan juga tak hanya dirasakan oleh diri sendiri, namun juga seberapa banyak kita membahagiakan orang-orang sekitar. Seberapa banyak kita membantu dan berbuat baik terhadap orang lain juga bisa memberikan positive vibes yang juga dapat menularkan rasa kebahagiaan dalam diri.

Berapa banyak yang sudah ditabung?
Dikenal sebagai generasi yang sulit untuk menabung, saatnya generasi Y dan Z mulai mendobrak kebiasaan tersebut dengan mengurangi sifat konsumtif dan mulai untuk menabung. Selain menabung, investasi juga dinilai penting, mengingat perubahan zaman yang semakin dinamis dan menuntut kita untuk selalu bersiap diri agar bisa lebih mempersiapkan diri jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

Tujuan yang belum tercapai

Setiap orang memiliki goals atau tujuan yang berbeda dalam beberapa waktu dalam hidupnya. Jika dalam pekerjaan ada banyak tujuan yang belum terpenuhi, cobalah untuk lebih mengevaluasi, kira-kira aspek manakah yang harus dibenahi untuk jadi lebih baik lagi kedepannya.

Tujuan hidup lainnya yang tak kalah penting harus ditanyakan adalah apakah masih mau hidup sendiri atau segera memutuskan berkeluarga. Dua pilihan yang cukup pribadi, dan hanya bisa diputuskan dengan hati dan pikiran yang tenang. Namun menyikapi dua pilihan tersebut, ada hal yang harus diperhatikan. Jika masih ingin single, habiskan waktu Anda dengan hal yang lebih bermanfaat. Namun jika memutuskan untuk segera berumah tangga, mulai siapkan diri untuk menabung dan berhemat.

Keluar dari comfort zone, move on dari hal bersifat toxic
Sama dengan kebahagiaan, hal-hal yang bersifat toxic juga bisa datang dari manapun. Bisa dari lingkungan pertemanan, pekerjaan, maupun hubungan dengan lawan jenis. Evalusi kembali apakah kamu masih ingin berada dalam comfort zone yang sebetulnya berada di lingkungan negatif yang dapat menyusahkan hidupmu kedepannya. Jika sudah jelas terlibat dalam lingkungan yang toxic, mulailah menyiapkan langkah untuk move on.

Mungkin banyak yang lupa jika tahun baru bukan hanya hal-hal yang bersifat perayaan. Alangkah baiknya jika momen ini juga dimanfaatkan untuk evaluasi dan introspeksi sebagai modal untuk membuat resolusi di tahun depan. Selamat mencoba dan Selamat Tahun Baru!

(alv)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak