Ratu Camilla Bersumpah Melawan KDRT, Angka Kekerasan dalam Rumah Tangga di Inggris Mengkhawatirkan
Senin, 04 November 2024 - 16:00 WIB
loading...
A
A
A
Korban lainnya, Emma Armstrong, menceritakan bagaimana saat hamil tujuh bulan, mantan pasangannya mencekiknya sambil mengancam akan menyiramnya dengan bensin dan membakarnya.
Emma, yang kini mengelola Choose Freedom, lembaga amal kekerasan dalam rumah tangga yang menyediakan perlindungan bagi para penyintas.
“Ancaman terhadap perempuan di seluruh negeri sedang terjadi saat ini dan menjadi masalah hidup dan mati bagi banyak orang. Jika kita, bersama dengan bantuan Ratu sebagai advokat yang kuat, dapat menyebarkan pesan bahwa ada bantuan di luar sana, maka kita dapat menyelamatkan nyawa,” tuturnya.
Saat ia bertemu dengan para penyintas kekerasan dalam rumah tangga dan para pegiat yang bekerja untuk membantu para korban dan meningkatkan pemahaman tentang masalah tersebut, Ratu berbicara terus terang tentang apa yang mendorongnya untuk menghabiskan satu dekade terakhir bekerja di bidang tersebut.
Baca Juga: Gara-gara Pangeran Andrew, Ratu Elizabeth Sempat Ingin Usir Meghan Markle dan Harry
“Salah satu hal tersulit tentang kekerasan dalam rumah tangga, untuk dipahami, bukanlah memar dan mata hitam, yang sayangnya Anda lihat, melalui kekerasan, ini adalah sesuatu yang merayap sangat lambat dan, terlalu sering, berakhir dengan terbunuhnya wanita,” kata Ratu.
“Anda bertemu seseorang, Anda pikir mereka luar biasa dan menarik dan mencintai Anda dan kemudian sedikit demi sedikit, mereka mulai merendahkan Anda. Mereka mengambil teman-teman Anda, mereka mengambil keluarga Anda dan kemudian ketika Anda mulai mempertanyakannya, orang-orang ini menjadi sangat kejam,” ucap Ratu lagi.
Emma, yang kini mengelola Choose Freedom, lembaga amal kekerasan dalam rumah tangga yang menyediakan perlindungan bagi para penyintas.
“Ancaman terhadap perempuan di seluruh negeri sedang terjadi saat ini dan menjadi masalah hidup dan mati bagi banyak orang. Jika kita, bersama dengan bantuan Ratu sebagai advokat yang kuat, dapat menyebarkan pesan bahwa ada bantuan di luar sana, maka kita dapat menyelamatkan nyawa,” tuturnya.
Saat ia bertemu dengan para penyintas kekerasan dalam rumah tangga dan para pegiat yang bekerja untuk membantu para korban dan meningkatkan pemahaman tentang masalah tersebut, Ratu berbicara terus terang tentang apa yang mendorongnya untuk menghabiskan satu dekade terakhir bekerja di bidang tersebut.
Baca Juga: Gara-gara Pangeran Andrew, Ratu Elizabeth Sempat Ingin Usir Meghan Markle dan Harry
“Salah satu hal tersulit tentang kekerasan dalam rumah tangga, untuk dipahami, bukanlah memar dan mata hitam, yang sayangnya Anda lihat, melalui kekerasan, ini adalah sesuatu yang merayap sangat lambat dan, terlalu sering, berakhir dengan terbunuhnya wanita,” kata Ratu.
“Anda bertemu seseorang, Anda pikir mereka luar biasa dan menarik dan mencintai Anda dan kemudian sedikit demi sedikit, mereka mulai merendahkan Anda. Mereka mengambil teman-teman Anda, mereka mengambil keluarga Anda dan kemudian ketika Anda mulai mempertanyakannya, orang-orang ini menjadi sangat kejam,” ucap Ratu lagi.
(tdy)
Lihat Juga :