Pangeran Harry Bakal Pindah ke Inggris Lagi di Tengah Konflik dengan Donald Trump?
Rabu, 13 November 2024 - 04:43 WIB
loading...
Pangeran Harry dan Meghan Markle namapkanya bakal pindah ke Inggris usai bermusuhan dengan Donald Trump. Foto/ getty
A
A
A
JAKARTA - Pangeran Harry dan Meghan Markle telah menjadi sasaran serangkaian komentar bermusuhan dengan Donald Trump dan keluarganya. Situasi ini mungkin akan semakin buruk bagi Harry setelah Trump terpilih menjadi presiden lagi.
Pangeran Harry dan Meghan Markle yang pindah ke California pada 2020 ini bisa jadi harus meninggalkan AS, jika Trump mengusiknya setelah menjadi orang nomor satu di AS lagi.
Baca Juga: Penyebab Pangeran Harry dan Donald Trump Bermusuhan, Meghan Markle Jadi Biang Kerok
Dikutip mirror, Pangeran Harry dinilai akan menghabiskan lebih banyak waktu di Inggris pada tahun-tahun mendatang usai pertengkarannya dengan Donald Trump dan keluarganya.
Sebelumnya, Harry dan Meghan Markle dicap "apel manja" oleh putra Trump, Eric pada musim panas lalu, setelah ayahnya ikut campur dalam perselisihan visa AS Harry.
Trump mengatakan Duke of Sussex itu bisa menghadapi deportasi atas kontroversi bahwa ia mungkin telah menggunakan narkoba. Kekhawatiran ini akan membuahkan hasil telah berkembang sejak Trump dari Partai Republik memenangkan pemilihan AS yang telak minggu ini.
Pangeran Harry dan Meghan Markle yang pindah ke California pada 2020 ini bisa jadi harus meninggalkan AS, jika Trump mengusiknya setelah menjadi orang nomor satu di AS lagi.
Baca Juga: Penyebab Pangeran Harry dan Donald Trump Bermusuhan, Meghan Markle Jadi Biang Kerok
Dikutip mirror, Pangeran Harry dinilai akan menghabiskan lebih banyak waktu di Inggris pada tahun-tahun mendatang usai pertengkarannya dengan Donald Trump dan keluarganya.
Sebelumnya, Harry dan Meghan Markle dicap "apel manja" oleh putra Trump, Eric pada musim panas lalu, setelah ayahnya ikut campur dalam perselisihan visa AS Harry.
Trump mengatakan Duke of Sussex itu bisa menghadapi deportasi atas kontroversi bahwa ia mungkin telah menggunakan narkoba. Kekhawatiran ini akan membuahkan hasil telah berkembang sejak Trump dari Partai Republik memenangkan pemilihan AS yang telak minggu ini.
Lihat Juga :