Ratu Elizabeth Sempat Menolak Masuk Nominasi Penghargaan Nobel Perdamaian, Kenapa?
Jum'at, 15 November 2024 - 05:41 WIB
loading...
A
A
A
Pada 2018, kampanye agar Ratu Elizabeth memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian mencapai puncaknya, di mana The Telegraph melaporkan bahwa tokoh politik senior percaya bahwa Ratu harus diakui atas pengabdiannya selama 66 tahun kepada Persemakmuran sejak naik takhta pada 6 Februari 1952. Ia akhirnya mengabdi selama 70 tahun sebelum meninggal pada 2022.
Masalah ini ditanggapi dengan sangat serius sehingga The Telegraph melaporkan pada saat itu bahwa usulan untuk mencalonkan Ratu kemungkinan akan dibahas pada Pertemuan Kepala Pemerintahan Persemakmuran berikutnya, dengan negara-negara Persemakmuran yang lebih kecil memimpin.
"Hal ini sedang dibahas oleh berbagai komisaris tinggi," kata seorang sumber kepada media tersebut.
"Mereka ingin mencalonkannya atas apa yang telah dilakukannya untuk Persemakmuran," ujarnya lagi.
Persemakmuran adalah asosiasi sukarela dari 56 negara yang independen dan setara yang terdiri dari 2,7 miliar orang di seluruh dunia. Akar Persemakmuran berawal dari Kekaisaran Inggris, tetapi kini negara mana pun dapat bergabung, dengan dua negara terakhir yang melakukannya adalah Gabon dan Togo pada 2022.
Raja Charles, yang sebagai raja sekarang menjadi kepala Persemakmuran, baru-baru ini menghadiri Pertemuan Kepala Pemerintahan Persemakmuran 2024 di Samoa bersama istrinya, Ratu Camilla.
Masalah ini ditanggapi dengan sangat serius sehingga The Telegraph melaporkan pada saat itu bahwa usulan untuk mencalonkan Ratu kemungkinan akan dibahas pada Pertemuan Kepala Pemerintahan Persemakmuran berikutnya, dengan negara-negara Persemakmuran yang lebih kecil memimpin.
"Hal ini sedang dibahas oleh berbagai komisaris tinggi," kata seorang sumber kepada media tersebut.
"Mereka ingin mencalonkannya atas apa yang telah dilakukannya untuk Persemakmuran," ujarnya lagi.
Persemakmuran adalah asosiasi sukarela dari 56 negara yang independen dan setara yang terdiri dari 2,7 miliar orang di seluruh dunia. Akar Persemakmuran berawal dari Kekaisaran Inggris, tetapi kini negara mana pun dapat bergabung, dengan dua negara terakhir yang melakukannya adalah Gabon dan Togo pada 2022.
Raja Charles, yang sebagai raja sekarang menjadi kepala Persemakmuran, baru-baru ini menghadiri Pertemuan Kepala Pemerintahan Persemakmuran 2024 di Samoa bersama istrinya, Ratu Camilla.
Lihat Juga :