Green Growth Jadi Pilar SCG dalam Mendukung Visi Indonesia Emas 2045

Rabu, 20 November 2024 - 10:00 WIB
loading...
Green Growth Jadi Pilar...
Pertumbuhan ekonomi secara tradisional umumnya fokus pada indikator pendapatan dan investasi, dan masih terbatas dalam melibatkan perspektif lingkungan. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi secara tradisional umumnya fokus pada indikator pendapatan dan investasi, dan masih terbatas dalam melibatkan perspektif lingkungan. Untuk itu, SCG, pemimpin bisnis regional dengan beragam unit bisnis, mendorong terintegrasinya kegiatan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan untuk mencapai pertumbuhan hijau atau “Green Growth”, melalui gelaran ESG SYMPOSIUM 2024 INDONESIA: INCLUSIVE GREEN GROWTH FOR GOLDEN INDONESIA pada hari ini (19/11) di The St. Regis Jakarta, Jakarta Selatan.

SCG meyakini bahwa ketahanan dan stabilitas lingkungan adalah salah satu kunci resiliensi bangsa dalam mencapai target pembangunan “Indonesia Emas 2045” dan Net Zero Carbon Emission 2060, serta menghadapi berbagai krisis di masa depan. Dalam kesempatan ini, SCG mendorong kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat, untuk menyelesaikan persoalan lingkungan seperti deforestasi, pencemaran air, udara, dan tanah; krisis iklim, serta kelangkaan sumber daya alam.

Thammasak Sethaudom, President & CEO SCG, menyampaikan “Keberlanjutan bukanlah tujuan akhir, melainkan esensi dari bisnis SCG. Sebagai salah satu kontributor ekonomi, kami terus mengeksplor inisiatif dalam menerapkan end-to-end kegiatan operasional dan bisnis yang berkelanjutan. Antara lain, dengan menciptakan inovasi produk hijau dan membangun infrastruktur hijau di Indonesia. Kami mendukung Indonesia Emas 2045 sebagai rencana strategis pembangunan nasional yang meliputi transformasi di seluruh bidang, termasuk lingkungan. Cita-cita ini dapat terwujud dengan kolaborasi yang terstruktur, dan kami siap menjadi mitra utama Indonesia.” jelas Thammasak.

Vivi Yulaswati, Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas “Pemerintah Indonesia mendukung ekonomi hijau untuk menurunkan emisi kumulatif hingga 51,5% pada 2045 dan menciptakan lapangan kerja layak serta menarik investasi. ESG menjadi kendaraan utama untuk mewujudkan keberlanjutan ini, seiring meningkatnya minat investor dan konsumen pada nilai berbasis keberlanjutan. Kami berharap ESG Symposium ini memacu kolaborasi lintas sektor, dengan pemerintah menyediakan regulasi pendukung dan industri mempercepat inovasi untuk transisi ekonomi hijau.

Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM, menyampaikan, “Kebijakan sektor energi ke depan berfokus pada ketahanan energi dan transisi energi berkeadilan melalui efisiensi energi, percepatan energi baru terbarukan, dan pembangunan rendah karbon. Untuk mencapai Net Zero Emission (NZE), energi terbarukan perlu ditingkatkan tiga kali lipat dan efisiensi energi dua kali lipat, dengan geothermal sebagai andalan karena potensinya mencapai 23 GW. Kerangka kerja ESG harus terus ditingkatkan untuk menarik lebih banyak investasi, meminimalkan risiko, serta mendorong penghematan energi secara signifikan. Pemerintah juga akan mempercepat perizinan dan meningkatkan return on investment (IRR) sebesar 1,5% guna mendukung transformasi energi berkelanjutan."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bekal Bergizi Bantu...
Bekal Bergizi Bantu Wujudkan Indonesia Emas 2045
Konser Anak Indonesia...
Konser Anak Indonesia Hebat: Panggung Kreativitas dan Harapan Menuju Indonesia Emas 2045
Kemenparekraf Kembangkan...
Kemenparekraf Kembangkan SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
SCG Berikan Beasiswa...
SCG Berikan Beasiswa untuk 410 Pelajar, Siapkan SDM Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045
Pentingnya Jaga Kesehatan...
Pentingnya Jaga Kesehatan Mental untuk Generasi Emas 2045
Alam Ganjar: Pemikiran...
Alam Ganjar: Pemikiran Anak Muda Jadi Aspek Utama Jemput Bola Indonesia Emas 2045
Rakernas di Bekasi,...
Rakernas di Bekasi, Laskar Anti Korupsi Indonesia Ingin Perkuat Peran Pengawasan
Membangun dari Daerah,...
Membangun dari Daerah, Menguatkan Indonesia
Asosiasi Kepala Desa...
Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia di NTB Dukung MBG Diperluas hingga Pelosok
Rekomendasi
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
UMB Gelar GEN Z SPEAKS:...
UMB Gelar GEN Z SPEAKS: Aware or Controlled?, Hadirkan Pandji hingga Rian Fahardhi
Banggar Ungkap Anggaran...
Banggar Ungkap Anggaran MBG Turun pada RAPBN 2027, Jadi Rp174 Triliun
Berita Terkini
Manohara Tolak Flexing,...
Manohara Tolak Flexing, Pilih Habiskan Uang untuk Merawat 8 Anjing dan 4 Kucing
Tak Cuma Jago Melukis!...
Tak Cuma Jago Melukis! RizkyAmom Sukses Padukan Seni Lukis, Ilustrasi, dan Clay Art Jadi Konten Edukatif
Sambut Liburan Sekolah,...
Sambut Liburan Sekolah, Central Park 2 Hadirkan Dunia Manis dan Menggemaskan melalui Tuntunzai Capybara Chocolate
Dari Hobi Jadi Cuan!...
Dari Hobi Jadi Cuan! Begini Strategi Rizkyamom Menggaet Klien Pertama di Industri Seni
Ruben Onsu Janji Tak...
Ruben Onsu Janji Tak Batasi Sarwendah Bertemu Anak Jika Menang Gugatan Hak Asuh
4 Drama Korea Paling...
4 Drama Korea Paling Ditunggu Juli 2026, dari Romansa hingga Thriller Aksi
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved