alexametrics

Fiersa Besari Hadirkan Kenangan Manis pada Konser Jelang Rehat

loading...
Fiersa Besari Hadirkan Kenangan Manis pada Konser Jelang Rehat
Fiersa Besari memberikan salam perpisahan untuk para penggemarnya sebelum memutuskan untuk rehat atau vakum sementara waktu dari industri musik Tanah Air dengan menggelar konser. Foto/Courtesy Pentas.In
A+ A-
JAKARTA - Penyanyi sekaligus penulis buku Fiersa Besari memberikan salam perpisahan untuk para penggemarnya sebelum memutuskan untuk rehat atau vakum sementara waktu dari industri musik Tanah Air. Dengan alasan ingin fokus pada keluarga, Fiersa menghadirkan Konser Menuju Istirahat yang digelar di Upper Room Annex Building, Jakarta, Sabtu (11/1) malam.

Konser ini konsepnya merupakan hasil kreativitas dari penggemar Fiersa. Ratusan penonton yang mayoritas wanita tampak memenuhi venue dan langsung berteriak kala lampu panggung Konser Menuju Istirahat menyala dan musik mulai mengalun, lalu disusul aksi Fiersa melantunkan lagu Juara Kedua.

Fiersa langsung disambut dengan antusias penonton saat memulai petikan gitarnya. Tanpa diminta, penonton langsung ikut bernyanyi. Berbeda dari konser-konser terdahulu Fiersa, malam itu penonton menempati kursi yang telah disediakan, alih-alih berdiri mengerumuni area depan panggung.



"Halo, jadi biasanya kalau nonton Fiersa berdiri, sengaja malam ini dibikin duduk. Ada banyak lagu yang nggak biasa dibawain, dibawain malam ini. Lagu-lagu tersebut memang enaknya didengerin sambil duduk. Saya sudah janji pada panitia, nggak banyak lawak, tapi kayaknya susah," kata Fiersa, menyapa penonton.

Musisi pendiri komunitas pecandu buku yang dikenal dengan lagu-lagu cintanya ini cukup banyak membawakan tembang galau. Semakin galau musik yang dimainkan, penonton seolah makin terlihat senang.

Musisi kelahiran Bandung, 3 Maret 1984 ini melanjutkan aksi panggungnya dengan menyanyikan lagu Rumah, Sepasang Pendaki, Melangkah Tanpamu, Cerita Panjang di Hidup yang Singkat, dan Temaram. Di sela lagu-lagunya, Fiersa tak lupa bercakap-cakap sembari berbagi guyonan kepada penonton.

Pria yang telah menghasilkan enam novel yakni Garis Waktu (2016), Konspirasi Alam Semesta (2017), Catatan Juang (2017), Arah Langkah (2018), 11:11 (2018), dan Tapak Jejak (2019) ini memenuhi janjinya dengan membawakan lagu-lagu yang jarang dinyanyikan secara live seperti Rumah, Sepasang Pendaki, Cerita Panjang di Hidup yang Singkat, Edelweisse, Samar, hingga Bukan Lagu Valentine. "Ternyata semua hafal lagu-lagu saya ya," katanya.

Dalam konser ini, Fiersa juga menceritakan kisah di balik lagu-lagu ciptaannya seperti April, Nadir, Garis Terdepan, Belum Punah, dan Lembayung. Semakin malam, Fiersa membawakan lagu yang bertambah galau. Namun, penggemarnya sangat menikmati dan semakin kencang bernyanyi.

Untuk lagu Waktu yang Salah, Fiersa berkolaborasi dengan Thanri Sundari. Thanri merupakan teman kolaborasi Fiersa pada versi asli lagu tersebut.

Dua lagu hits Pelukku untuk Pelikmu dan Celengan Rindu menjadi persembahan pamungkas untuk Konser Menuju Istirahat. Lagu tersebut seakan menjadi penutup yang manis untuk dikenang oleh Fiersa dan para penggemarnya.

"Saya mau cuti tahun ini. Ketika saya memejamkan mata, saya yakin bayangan kalian yang akan selalu saya kenang. Terima kasih kawan-kawan semua, jangan lupa untuk menabung hati di celengan rindu," katanya.

Perlu diketahui, Konser Menuju Istirahat hadir sebagai tanda Fiersa undur diri dari dunia pangggung selama satu tahun. Fiersa mengaku, akan lebih mendekatkan diri pada alam selama dirinya vakum. Namun, ia berjanji akan terus berkarya lewat media lain.
(tsa)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak