5 Langkah Strategis Evaluasi Keuangan Jelang Akhir Tahun
Sabtu, 30 November 2024 - 09:00 WIB
loading...
(foto dok. Kredivo)
A
A
A
JAKARTA - Menjelang akhir tahun, biasanya banyak orang mulai mempersiapkan resolusi baru. Tetapi, sebelum itu, langkah penting yang tidak boleh dilewatkan adalah mengevaluasi keuangan yang sudah dilalui di tahun berjalan. Evaluasi ini membantu memahami kondisi finansial setelah selama setahun terakhir dan membantu merancang strategi keuangan yang lebih baik untuk tahun berikutnya.
Melakukan evaluasi keuangan dalam akhir tahun sangatlah penting apalagi jika Anda memiliki kredit cepat yang harus dibayarkan menjelang jatuh temponya. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan dalam mengevaluasi keuangan selama 1 tahun terakhir.
Berikut adalah langkah-langkah Anda lakukan untuk menentukan langkah strategis di tahun selanjutnya.
1. Tinjau anggaran dan arus kas
Langkah pertama adalah mengecek apakah anggaran yang dibuat sepanjang tahun sudah berjalan sesuai rencana atau tidak? Periksa pengeluaran rutin, kebutuhan mendesak, pemasukan tambahan seperti bonus ataupun tunjangan hari raya. Apakah ada pos anggaran yang melebihi alokasi dari yang sudah direncanakan?
Sebagai contoh jika rencana awal menyisihkan 20% penghasilan untuk tabungan tetapi pada kenyataannya hanya 10%, data tersebut akan membantu Anda dalam mengevaluasi penyebabnya. Misalnya dari target 20%, yang tercapai hanya 10%. Artinya ada hal yang tidak bisa Anda kendalikan. Mungkin saja karena cicilan Anda membengkak karena satu dan lain hal dan sebagainya.
Melakukan evaluasi keuangan dalam akhir tahun sangatlah penting apalagi jika Anda memiliki kredit cepat yang harus dibayarkan menjelang jatuh temponya. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan dalam mengevaluasi keuangan selama 1 tahun terakhir.
Berikut adalah langkah-langkah Anda lakukan untuk menentukan langkah strategis di tahun selanjutnya.
1. Tinjau anggaran dan arus kas
Langkah pertama adalah mengecek apakah anggaran yang dibuat sepanjang tahun sudah berjalan sesuai rencana atau tidak? Periksa pengeluaran rutin, kebutuhan mendesak, pemasukan tambahan seperti bonus ataupun tunjangan hari raya. Apakah ada pos anggaran yang melebihi alokasi dari yang sudah direncanakan?
Sebagai contoh jika rencana awal menyisihkan 20% penghasilan untuk tabungan tetapi pada kenyataannya hanya 10%, data tersebut akan membantu Anda dalam mengevaluasi penyebabnya. Misalnya dari target 20%, yang tercapai hanya 10%. Artinya ada hal yang tidak bisa Anda kendalikan. Mungkin saja karena cicilan Anda membengkak karena satu dan lain hal dan sebagainya.
Lihat Juga :