Kronologi Lengkap Kisruh Donasi Agus Salim, dari Air Keras hingga Dugaan Penyelewengan Rp1,5 M
Minggu, 01 Desember 2024 - 19:20 WIB
loading...
A
A
A
Merasa nama baiknya telah dicemarkan, Agus kemudian melaporkan Novi ke Polda Metro Jaya pada 19 Oktober 2024. Dalam prosesnya, Agus didampingi oleh kuasa hukumnya, Farhat Abbas. Laporan itu terdaftar dengan nomor LP/B/6330/X/2024/SPKT/Polda Metro Jaya.
"Saudara MAS (Agus Salim) ini melaporkan (Novi) dugaan pencemaran nama baik dan atau fitnah menggunakan media elektronik," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam di Jakarta beberapa waktu lalu.
Di tengah laporan ini, berbagai tuduhan pun bermunculan. Mulai dari dugaan Novi menggunakan narkoba hingga perempuan 30 tahun itu dituduh menyewa buzzer untuk membuat petisi agar donasi yang diterima Agus dikembalikan ke donatur.
Agus dan Novi sempat menggelar mediasi di Kuningan, Jakarta Selatan pada Selasa, 26 November 2024 yang diinisiasi oleh pengacara Krisna Murti. Pada kesempatan ini, kedua belah pihak didampingi oleh kuasa hukum masing-masing.
Novi dan kuasa hukumnya pun telah membuat draf kesepakatan untuk mengakhiri konfliknya dengan Agus. Namun, tiba-tiba Novi walk out dan meninggalkan lokasi mediasi lantaran ingin Denny dimasukkan dalam kesepakatan tersebut.
Padahal, saat itu Agus melalui Farhat sudah ingin menandatangani kesepakatan itu.
Baca Juga: Agus Salim Tolak Rp300 Juta dari Denny Sumargo, Novi: Dia Bilang Nggak Cukup
Setelah mediasi gagal, Denny melalui akun Instagram pribadinya mengungkap soal isi klausal dalam draf perdamaian Novi dan Agus. Mantan atlet basket itu pun mengaku heran dengan isinya, dan mempertanyakan apakah Agus akan menerima donasi hingga tujuh turunan.
Pernyataan Denny ini pun langsung memancing reaksi dari Farhat. Menurut mantan suami Nia Daniaty itu, pihaknya tidak pernah menambahkan satu kalimat pun lantaran draf perdamaian sepenuhnya dibuat Novi dan kuasa hukumnya.
"Itu bukan saya yang nulis. Itu bukan tulisan saya. Itu permintaan mereka (Novi). Sebenarnya saya udah nggak mau lagi mereka minta-minta uang buat Agus," jelas Farhat dikutip dari kanal YouTube Intens Investigasi, Minggu (1/12/2024).
"Tidak pernah saya nulis-nulis. Saya juga nggak ngerti tuh maunya apa. Mau tulisan apa mereka. Malah kalau harus menulis beli cabe, beli cendol, dicatat semua, silakan tulis," sambungnya.
Kementerian Sosial (Kemensos) akhirnya turun tangan di tengah kisruh donasi yang semakin panjang. Menteri Sosial Saifulla Yusuf (Gus Ipul) akhirnya memanggil Denny dan Novi untuk dimintai keterangan soal donasi Agus pada Jumat, 29 November 2024.
Kemensos pun berencana untuk memfasilitasi mediasi antara kedua belah pihak. Sehingga, ada kemungkinan Agus juga akan dipanggil untuk dimintai keterangan.
"Saudara MAS (Agus Salim) ini melaporkan (Novi) dugaan pencemaran nama baik dan atau fitnah menggunakan media elektronik," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam di Jakarta beberapa waktu lalu.
Di tengah laporan ini, berbagai tuduhan pun bermunculan. Mulai dari dugaan Novi menggunakan narkoba hingga perempuan 30 tahun itu dituduh menyewa buzzer untuk membuat petisi agar donasi yang diterima Agus dikembalikan ke donatur.
Mediasi
Agus dan Novi sempat menggelar mediasi di Kuningan, Jakarta Selatan pada Selasa, 26 November 2024 yang diinisiasi oleh pengacara Krisna Murti. Pada kesempatan ini, kedua belah pihak didampingi oleh kuasa hukum masing-masing.
Novi dan kuasa hukumnya pun telah membuat draf kesepakatan untuk mengakhiri konfliknya dengan Agus. Namun, tiba-tiba Novi walk out dan meninggalkan lokasi mediasi lantaran ingin Denny dimasukkan dalam kesepakatan tersebut.
Padahal, saat itu Agus melalui Farhat sudah ingin menandatangani kesepakatan itu.
Baca Juga: Agus Salim Tolak Rp300 Juta dari Denny Sumargo, Novi: Dia Bilang Nggak Cukup
Donasi 7 Turunan
Setelah mediasi gagal, Denny melalui akun Instagram pribadinya mengungkap soal isi klausal dalam draf perdamaian Novi dan Agus. Mantan atlet basket itu pun mengaku heran dengan isinya, dan mempertanyakan apakah Agus akan menerima donasi hingga tujuh turunan.
Pernyataan Denny ini pun langsung memancing reaksi dari Farhat. Menurut mantan suami Nia Daniaty itu, pihaknya tidak pernah menambahkan satu kalimat pun lantaran draf perdamaian sepenuhnya dibuat Novi dan kuasa hukumnya.
"Itu bukan saya yang nulis. Itu bukan tulisan saya. Itu permintaan mereka (Novi). Sebenarnya saya udah nggak mau lagi mereka minta-minta uang buat Agus," jelas Farhat dikutip dari kanal YouTube Intens Investigasi, Minggu (1/12/2024).
"Tidak pernah saya nulis-nulis. Saya juga nggak ngerti tuh maunya apa. Mau tulisan apa mereka. Malah kalau harus menulis beli cabe, beli cendol, dicatat semua, silakan tulis," sambungnya.
Kementerian Sosial Turun Tangan
Kementerian Sosial (Kemensos) akhirnya turun tangan di tengah kisruh donasi yang semakin panjang. Menteri Sosial Saifulla Yusuf (Gus Ipul) akhirnya memanggil Denny dan Novi untuk dimintai keterangan soal donasi Agus pada Jumat, 29 November 2024.
Kemensos pun berencana untuk memfasilitasi mediasi antara kedua belah pihak. Sehingga, ada kemungkinan Agus juga akan dipanggil untuk dimintai keterangan.
Lihat Juga :