alexametrics

Ini yang Membedakan Anak Garuda dengan Film Pendahulunya

loading...
Ini yang Membedakan Anak Garuda dengan Film Pendahulunya
Anak Garuda terinspirasi kisah nyata tujuh alumni Sekolah SPI di tahun-tahun awal berdiri. / Foto: KoranSINDO/Thomas Manggalla
A+ A-
JAKARTA - Rumah produksi Butterfly Pictures menghadirkan film Anak Garuda. Film ini merupakan lanjutan dari film kisah nyata dan inspiratif perjuangan anak-anak SMA Selamat Pagi Indonesia, Kota Batu berjudul Say I Love You. Anak Garuda terinspirasi kisah nyata tujuh alumni Sekolah SPI di tahun-tahun awal berdiri.

Penulis skenario Anak Garuda, Alim Sudio menuturkan bahwa tidak ada benang merah ataupun kaitan dalam film ini selain karakter. Kalau di film Say I Love You menceritakan bagaimana Koh Jul berjuang membangun sekolah hingga membuat anak didiknya sukses dalam bidang usaha kuliner, HRD, tour & travel serta menjalani bisnis lain sesuai bakat dan kemampuan mereka. Sedangkan di Anak Garuda sudah langkah berikutnya, yakni apakah mereka bisa sukses atau enggak tanpa Koh Jul.

"Kalau saya pertanyaan pertama saya ketika ke sana itu, ini anak-anak kalau enggak ada Koh Jul gimana, bisa terus enggak ya. Pasalnya, melihat peran dari Koh Jul itu besar banget, nah ide Anak Garuda ini sebenarnya berangkat dari situ," ungkap Alim Sudio seusai jumpa pers di kawasan Epicentrum, Jakarta, Senin (13/1).



"Seandainya Koh Julnya enggak ada mereka bisa tetap bersatu enggak ya? tetap bisa kompak dan menindaklanjuti enggak? Itu pertanyaan besar yang mau dijawab lewat film ini," sambung pria kelahiran 15 Juni 1973 itu.

Alim juga memaparkan bahwa untuk mengembangkan skenario membutuhkan waktu sekitar 3 bulan, kemudian riset Sekolah SPI 2 bulan, dan mengembangkan ceritanya menghabiskan waktu 3 bulan. Menurutnya, yang menjadi kendala dalam penyusunan skenario ini adalah memilah dari sekian cerita mereka yang masuk untuk dijadikan sebuah kisah yang menyeluruh. Dalam proses ini juga ada masukan dari sutradara Faozan Rizal dan Koh Jul.

"Mereka memberikan kepercayaan kepada saya untuk memilah cerita inspratif dan berkesan yang dimasukkan dalam film ini ada revisi sekitar empat sampai lima kali skenarionya hingga jadi film sekarang ini," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, produser yang juga alumni SPI, Yohana Yusuf mengatakan bahwa dari film ini, penonton dapat memperoleh inspirasi untuk tetap berjuang mendapatkan apa yang diinginkan. Walaupun dalam perjuangannya terdapat pasang surut, tetapi itu semua harus dihadapi dengan kepala tegak.

Film yang digarap langsung oleh alumni serta siswa-siswa SPI ini rencananya akan dirilis pada 16 Januari 2020. Dan film ini diperankan Tissa Biani, Violla, Ajil Ditto, Clairine Clay, Geraldy Kreckhoff, Rania Putrisari, Rebecca Klopper, Kiki Narendra, Fatih Unru, Rizky Mocil, dan masih banyak lagi.
(nug)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak