Farhat Abbas Bela Gus Miftah yang Olok-olok Penjual Es Teh: Dia Orang Baik
Jum'at, 06 Desember 2024 - 21:00 WIB
loading...
A
A
A
"Justru ada manfaatnya buat itu kan. Gus Miftah juga minta maaf dengan jiwa besarnya dia. Gus Miftah itu biasa kayak orang lucu-lucu. Nggak pernah nonton Ketoprak? Nggak pernah nonton lenong atau apa? Kan biasa juga," jelasnya.
"Saya sama Gus Miftah bilang g*****, saya ketawa-ketawa aja. Abis dibilang itu saya dikasih naik umrah atau apa. Dibeliin rumah kali ya," lanjutnya.
Meski mengaku tidak mengenal pemilik nama asli Miftah Maulana Habiburrahman itu secara pribadi, Farhat menilai bahwa pendakwah kondang tersebut adalah sosok yang baik dan tidak pantas menjadi sasaran hujatan.
"Saya nggak kenal Gus Miftah. Nggak kenal aja, cuma kami sama-sama gondrong. Gus Miftah ini ya udah dia kan orang besar, orang bener, orang baik. Ya udah jangan diadu domba hal-hal kecil karena tersilat lidah," ujarnya.
Baca Juga: Usai Menghina, Gus Miftah Ajak Penjual Es Teh Makan Bareng
Pengacara Agus Salim ini juga menjelaskan bahwa ucapan Gus Miftah harus dilihat dari konteks bahasa sehari-hari, bukan dari makna literal. Menurutnya, apa yang disampaikan pria 43 tahun itu adalah bentuk keakraban, bukan penghinaan.
"Itu biasa, g***** itu supaya kayak bilang bodoh supaya waras. Jangan diartikan negatif, jangan denotasi kamus. Tapi artikan, jangan g*****," ungkapnya.
"Saya sama Gus Miftah bilang g*****, saya ketawa-ketawa aja. Abis dibilang itu saya dikasih naik umrah atau apa. Dibeliin rumah kali ya," lanjutnya.
Meski mengaku tidak mengenal pemilik nama asli Miftah Maulana Habiburrahman itu secara pribadi, Farhat menilai bahwa pendakwah kondang tersebut adalah sosok yang baik dan tidak pantas menjadi sasaran hujatan.
"Saya nggak kenal Gus Miftah. Nggak kenal aja, cuma kami sama-sama gondrong. Gus Miftah ini ya udah dia kan orang besar, orang bener, orang baik. Ya udah jangan diadu domba hal-hal kecil karena tersilat lidah," ujarnya.
Baca Juga: Usai Menghina, Gus Miftah Ajak Penjual Es Teh Makan Bareng
Pengacara Agus Salim ini juga menjelaskan bahwa ucapan Gus Miftah harus dilihat dari konteks bahasa sehari-hari, bukan dari makna literal. Menurutnya, apa yang disampaikan pria 43 tahun itu adalah bentuk keakraban, bukan penghinaan.
"Itu biasa, g***** itu supaya kayak bilang bodoh supaya waras. Jangan diartikan negatif, jangan denotasi kamus. Tapi artikan, jangan g*****," ungkapnya.
Lihat Juga :