alexametrics

Ryo Domara Siap Luncurkan Album Berisi Musik Gado-Gado

loading...
Ryo Domara Siap Luncurkan Album Berisi Musik Gado-Gado
Mengusung konsep one stop shopping, di album terbarunya ini, Ryo Domara menghadirkan banyak genre. / Foto: SINDOnews/Alviana Harmayani Masrifah
A+ A-
JAKARTA - Penyanyi Ryo Domara siap meluncurkan album baru. Mengusung konsep one stop shopping, di album terbarunya ini, Ryo menghadirkan banyak genre atau gado-gado, mulai dari dangdut, rock, reggae hingga psychadelic yang membuat albumnya semakin beragam.

Alasan Rio pun sederhana memasukkan banyak genre lagu dalam satu album. Dia mengaku, keputusan ini diambilnya lantaran ingin memiliki karya yang bisa dinikmati banyak kalangan dan bisa mewakili banyak kondisi.

"Konsepnya one stop shopping album. Jadi aku namain fan itu Redom. Mereka bilang beli lagu 1 album sama semua (genre) dan itu hantuin aku terus. Akhirnya aku bilang sama director aku, mau buat lagu yang bisa mewakili semua orang untuk melakukan apapun," terang Ryo saat berkunjung ke Gedung Sindo, Jakarta, Kamis (16/1).



"Makannya jargon aku ini vitamin buat lo. Lo bisa dengerin dangdut, rock, reggae, psychadelic yang ngawang-ngawang. Psychadelic itu favoritku," tambahnya.

Meski memutuskan menjadi solois, namun di album ini Ryo tidak seorang diri dalam menggarap musiknya. Tak tanggung-tanggung, pria yang juga berprofesi sebagai pengajar itu menggandeng tiga musisi ternama Tanah Air, mulai dari Bongky, Pay dan Indra.

"Di albumnya ada 3 jenderal. Ada Bang Pay, Bongky sama Indra. Tidak semua musisi baru seperti saya bisa ngajak mereka bertiga bisa di album ini. Ini hadiah saya dari manajemen. Pas aku buat lagu, gitar ini kok kebayang yang ngisi Pay. Makanya aku minta tembusin manajemen ke Bang Pay. Pas kirim lewat email (contoh lagu) dia suka lagu aku," kata Ryo.

Kendati demikian, Ryo mengaku tidak takut disebut sebagai penyayi yang tidak memiliki genre lantaran banyak genre di album barunya itu. Dia justru merasa bangga bisa membuat lagu berbagai genre dan membuatnya berbeda dari musisi lainnya.

"Kenapa aku punya keberanian seperti itu karena aku tahu mayoritas temen. Justru gue bangga bisa buat lagu berbagai genre dan kalau hanya 1 kotak saja, sudah tamat. Mungkin hanya di epik Hilangnya Seorang Gadis. Akhirnya aku coba melebur diri di indusri ini. Aku pengin jualan. Gue pengin jadi yang baik untuk anak-anak, nafkahin mereka dan manfaat buat orang lain," tuturnya.

Namun, secara garis besar, album ini berbicara mengenai banyak hal yang sedang tren saat ini. "Karena aku kompromi sama industri ini, masih banyak media sosial, percintaan (tema besar album). Kita lihat, buka HP, lihat apa yang trending," bebernya.

Sementara itu, untuk proses kreatif album ini terbilang tidak mudah. Pasalnya, Ryo harus menjalani isolasi selama satu tahun untuk menghasilkan lagu berbagai genre tersebut. Dia memikirkan secara detail di setiap unsur lagu yang ada di albumnya itu.

"Ritual khusus diisolasi sama manajemen hampir 1 tahun. Sisanya sendiri dipegangin gitar. Lu bikin lagu dan diem. Di kamar. Kadang temen dateng dan pulang, enggak boleh ngomong sama aku," lanjutnya.

Ryo pun berharap albumnya bisa menjadi vitamin bagi banyak orang dan memberikan semangat bagi pendengar musik Indonesia.

"Alhamdulilllah di single pertama sudah ngobrol sama manajemen, orang biar tahu sama saya. Orang biar notice sama saya. Alhamdullilah sudah. Gue pengin ajak seneng-seneng. Ini vitamin untuk semua temen-temen. Ini bukan album yang sembarangan. Per detailnya aku pikirin, karena nakhodanya aku. Mudah-udahan ini menjaadi hiburan," pungkasnya.
(nug)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak