Raja Charles III Takut Berdamai dengan Pangeran Harry, Khawatir Ancaman Keamanan
Senin, 09 Desember 2024 - 10:20 WIB
loading...
A
A
A
"Harry hanya perlu mengatakan, 'Ayah saya mengatakan ini' dan kasus pengadilan bisa gagal. Itu bukan hanya canggung. Itu buruk. Itu adalah bahaya hukum dan konstitusional yang dalam ketika Anda adalah kepala negara dan kepala peradilan dan itu adalah Pemerintah Yang Mulia," lanjutnya.
Dilansir dari Mirror, Senin (9/12/2024), ini karena statusnya yang bukan lagi anggota Keluarga Kerajaan yang bekerja. Hakim telah menolak gugatan Harry, tetapi ia berencana mengajukan banding.
Seorang penasihat kerajaan dalam buku Charles III: New King New Court The Inside Story oleh Robert Hardman mengungkapkan bahwa Charles khawatir terjebak dalam konflik hukum. Adik Pangeran William itu berpotensi menggunakan percakapan pribadi dengan ayahnya sebagai bahan dalam kasus hukum, yang dapat memengaruhi posisi Raja sebagai kepala negara, kepala peradilan, dan bagian dari pemerintahan.
"Di sini Anda memiliki situasi yang tidak tepat di mana putra Raja menggugat menteri-menteri Raja di pengadilan Raja. Itu menyeret Raja ke tiga arah. Anda juga memiliki situasi di mana putra Raja menerbitkan laporan percakapan pribadi, beberapa di antaranya, boleh dibilang, salah," ujarnya.
Baca Juga: Pangeran Harry dan William Sempat Memohon Raja Charles III untuk Tidak Menikahi Ratu Camilla
Lihat Juga :