Pesta Budaya untuk Rayakan Keragaman, Kaum Muda Diharapkan Junjung Tinggi Nilai Adat
Kamis, 12 Desember 2024 - 11:19 WIB
loading...
A
A
A
“SCCP merupakan inisiatif baru yang membawa isu-isu penting di masyarakat. Kami berharap proyek ini dapat dilaksanakan di lebih banyak wilayah di Kabupaten Lampung Selatan. Ini akan membantu kita meningkatkan kapasitas pemuda dan pembangunan perdamaian,” katanya.
Sebagai informasi, program SSCP besutan Uni Eropa bersama ChildFund International di Indonesia dan Yayasan Pembinaan Sosial Katolik diluncurkan pada 1 Februari 2023 dan akan berlangsung hingga 31 Juli 2025. Selain di Lampung, proyek ini juga berjalan di Liquica, Timor Leste.
Hingga Juli 2024, inisiatif tersebut telah menjangkau 1.001 peserta di Lampung secara langsung melalui berbagai kegiatan. Ragam aktivitas itu seperti dialog antaragama, budaya, dan generasi, pelatihan dan peningkatan kapasitas dalam bercerita, pendidikan pembangunan perdamaian, komunikasi dan jurnalisme sipil, kesetaraan gender, keberagaman dan inklusi sosial, serta partisipasi pemuda yang bermakna. Pesertanya meliputi 389 siswa dan pemuda, 197 guru, 134 perangkat desa, 25 perangkat Kabupaten Lampung Selatan, 17 staf Pemerintah Provinsi Lampung, 91 tokoh adat, dan 71 tokoh agama.
Kolaborasi merupakan landasan pelaksanaan SSCP. Karena itulah, SSCP bermitra dengan 13 desa, 5 kecamatan, 1 kabupaten, serta 16 sekolah di Provinsi Lampung. Kolaborasi ini mendorong pelaksanaan program yang partisipatif serta mempromosikan dialog antarbudaya, agama, dan generasi.
“Dengan membangun rasa kepemilikan dan keberlanjutan, kami berharap bisa memberikan dampak yang langgeng, meski program berakhir pada bulan Juli 2025. Salah satu hasil nyata dari kolaborasi ini adalah rencana replikasi model pendidikan perdamaian ke 164 sekolah menengah pertama di Kabupaten Lampung Selatan melalui kemitraan antara Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan dan SSCP,” ungkap Romo Agustinus Soenarto YP, pimpinan Yayasan Pembinaan Sosial Katolik.
Sebagai informasi, program SSCP besutan Uni Eropa bersama ChildFund International di Indonesia dan Yayasan Pembinaan Sosial Katolik diluncurkan pada 1 Februari 2023 dan akan berlangsung hingga 31 Juli 2025. Selain di Lampung, proyek ini juga berjalan di Liquica, Timor Leste.
Hingga Juli 2024, inisiatif tersebut telah menjangkau 1.001 peserta di Lampung secara langsung melalui berbagai kegiatan. Ragam aktivitas itu seperti dialog antaragama, budaya, dan generasi, pelatihan dan peningkatan kapasitas dalam bercerita, pendidikan pembangunan perdamaian, komunikasi dan jurnalisme sipil, kesetaraan gender, keberagaman dan inklusi sosial, serta partisipasi pemuda yang bermakna. Pesertanya meliputi 389 siswa dan pemuda, 197 guru, 134 perangkat desa, 25 perangkat Kabupaten Lampung Selatan, 17 staf Pemerintah Provinsi Lampung, 91 tokoh adat, dan 71 tokoh agama.
Kolaborasi merupakan landasan pelaksanaan SSCP. Karena itulah, SSCP bermitra dengan 13 desa, 5 kecamatan, 1 kabupaten, serta 16 sekolah di Provinsi Lampung. Kolaborasi ini mendorong pelaksanaan program yang partisipatif serta mempromosikan dialog antarbudaya, agama, dan generasi.
“Dengan membangun rasa kepemilikan dan keberlanjutan, kami berharap bisa memberikan dampak yang langgeng, meski program berakhir pada bulan Juli 2025. Salah satu hasil nyata dari kolaborasi ini adalah rencana replikasi model pendidikan perdamaian ke 164 sekolah menengah pertama di Kabupaten Lampung Selatan melalui kemitraan antara Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan dan SSCP,” ungkap Romo Agustinus Soenarto YP, pimpinan Yayasan Pembinaan Sosial Katolik.
(tdy)
Lihat Juga :