Mengenal Meldonium, Zat Doping yang Menjerat Atlet Mykhailo Mudryk dan Maria Sharapova
Kamis, 19 Desember 2024 - 15:40 WIB
loading...
A
A
A
Pada penggunaannya untuk manusia, meldonium kemudian dikenal sebagai obat anti-iskemia yang bertujuan meningkatkan aliran darah ke bagian tubuh tertentu. Biasanya, zat ini digunakan untuk mengobati masalah jantung dengan cara mengubah jalur karnitin, nutrisi yang terlibat dalam metabolisme lemak.
Terlepas dari fungsi utamanya, sejumlah orang diketahui memakai meldonium untuk kepentingan lain yang sifatnya curang. Dalam bidang olahraga misalnya, Badan Anti-Doping Dunia (WADA) menambahkan meldonium ke dalam daftar zat terlarang pada 2016.
Adapun alasannya karena meldonium ini terbukti digunakan atlet untuk berbuat curang dengan cara meningkatkan performanya secara tidak wajar. Obat ini digunakan untuk meningkatkan daya tahan fisik, efisiensi penggunaan oksigen, serta mempercepat pemulihan energi setelah berolahraga.
WADA kemudian menggolongkan obat itu sebagai modulator metabolik dalam golongan yang sama dengan insulin. Mereka juga mengklaim bahwa meldonium tidak disetujui oleh FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) secara resmi dan hanya tersedia di beberapa negara Eropa Timur.
Pada 2016, meldonium menjadi berita utama setelah mantan pemain tenis nomor satu dunia, Maria Sharapova, dinyatakan positif memakai zat tersebut. Meski Sharapova mengklaim mengonsumsi obat itu untuk mengatasi masalah kesehatan, ia tetap menerima skorsing sementara waktu.
Terlepas dari fungsi utamanya, sejumlah orang diketahui memakai meldonium untuk kepentingan lain yang sifatnya curang. Dalam bidang olahraga misalnya, Badan Anti-Doping Dunia (WADA) menambahkan meldonium ke dalam daftar zat terlarang pada 2016.
Adapun alasannya karena meldonium ini terbukti digunakan atlet untuk berbuat curang dengan cara meningkatkan performanya secara tidak wajar. Obat ini digunakan untuk meningkatkan daya tahan fisik, efisiensi penggunaan oksigen, serta mempercepat pemulihan energi setelah berolahraga.
WADA kemudian menggolongkan obat itu sebagai modulator metabolik dalam golongan yang sama dengan insulin. Mereka juga mengklaim bahwa meldonium tidak disetujui oleh FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) secara resmi dan hanya tersedia di beberapa negara Eropa Timur.
Pada 2016, meldonium menjadi berita utama setelah mantan pemain tenis nomor satu dunia, Maria Sharapova, dinyatakan positif memakai zat tersebut. Meski Sharapova mengklaim mengonsumsi obat itu untuk mengatasi masalah kesehatan, ia tetap menerima skorsing sementara waktu.
Lihat Juga :