Teaser Pabrik Gula Hadirkan Teror Mencekam para Penghuni Kerajaan Demit
Kamis, 19 Desember 2024 - 13:25 WIB
loading...
Film horor ‘Pabrik Gula’ telah memperlihatkan teaser mencekam dalam durasi satu menit. Foto/ Instagram
A
A
A
JAKARTA- Film horor ‘Pabrik Gula’ telah memperlihatkan teaser yang mencekam. Ini terlihat dari video pendek berdurasi satu menit, di mana penonton diajak merasakan ketegangan para buruh ketika peluit pabrik berbunyi, menandakan berlakunya Jam Merah yaitu waktu sakral bagi para penghuni kerajaan demit.
‘Pabrik Gula’ disutradarai oleh Awi Suryadi dan menjadi ajang bertemunya kembali dengan Manoj Punjabi, Simpleman dan Lele Laila yang telah sukses dengan film ‘KKN Di Desa Penari’, film Indonesia terlaris sepanjang masa.
CEO dan Founder MD Pictures Manoj Punjabi mengatakan Pabrik Gula adalah karya yang menghadirkan horor autentik dengan sentuhan budaya lokal yang kental.
“Dengan latar belakang industri tradisional Indonesia, cerita ini memadukan elemen mistis yang menegangkan dan pengalaman sinematik yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Kami yakin, film ini akan menjadi salah satu tontonan yang dinantikan di tahun 2025,” kata Manoj.
Kisah Pabrik Gula berawal dari Endah, Fadhil, Dwi, Hendra, Wati, Ningsih, dan Franky berangkat bersama puluhan orang lainnya ke sebuah pabrik gula untuk menjadi buruh musiman.
‘Pabrik Gula’ disutradarai oleh Awi Suryadi dan menjadi ajang bertemunya kembali dengan Manoj Punjabi, Simpleman dan Lele Laila yang telah sukses dengan film ‘KKN Di Desa Penari’, film Indonesia terlaris sepanjang masa.
CEO dan Founder MD Pictures Manoj Punjabi mengatakan Pabrik Gula adalah karya yang menghadirkan horor autentik dengan sentuhan budaya lokal yang kental.
“Dengan latar belakang industri tradisional Indonesia, cerita ini memadukan elemen mistis yang menegangkan dan pengalaman sinematik yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Kami yakin, film ini akan menjadi salah satu tontonan yang dinantikan di tahun 2025,” kata Manoj.
Kisah Pabrik Gula berawal dari Endah, Fadhil, Dwi, Hendra, Wati, Ningsih, dan Franky berangkat bersama puluhan orang lainnya ke sebuah pabrik gula untuk menjadi buruh musiman.
Lihat Juga :