Kerja Sama Prof Deby Vinski, FK Militer Unhan RI, dan CellTech Dorong Inovasi Stem Cell
Minggu, 22 Desember 2024 - 02:00 WIB
loading...
A
A
A
Kolaborasi hebat dari Celltech Stem Cell dan RSPPN diresmikan pada saat itu oleh Bapak Presiden Joko Widodo dan Bapak Prabowo Subianto sejalan dengan arahan bapak Presiden Prabowo Subianto agar seluruh elemen bangsa bergerak maju menuju Indonesia Emas dan RSPPN sebagi RS Militer terbesar di Indonesia dapat menjadi yang terdepan. Dan semoga masyarakat Indonesia semakin mendukung Health tourism di Indonesia untuk mengembalikan devisa negara yang berpotensi hilang sebesar lebih dari 180 triliun pertahun.
Deby Vinski yang dijuluki media sebagai The Queen of anti aging dan Stem Cell memuji semangat yang dimiliki UNHAN dengan Dekan Fakultas Kedokteran dan teamnya yang berpikiran maju. Dengan kolaborasi ini, diharapkan dapat terwujud kemajuan signifikan dalam dunia kesehatan di Indonesia, serta kontribusi yang lebih besar dari Fakultas Kedokteran Militer UNHAN RI dan CellTech Stemcell Centre dalam penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran Preventive Regenerative Anti aging dan Stem cell secara Global.
Dan melalui penandatanganan Kerja sama ini, selain Penelitian dan Pengabdian tadi maka akan dikembangkan bidang pendidikan Kedokteran Preventive Regenerative dan anti aging medicine juga Teknologi Stem Cell baik dalam Kurikulum Kedokteran maupun Master.
Celltech Stem Cell Centre terakreditasi WOCS Swiss adalah pusat terapi stem cell terdepan yang yang dinobatkan sebagai Centre of Excellence dalam validasi stem cell dari BD USA ini berkomitmen pada penelitian dan pengembangan teknologi medis mutakhir yang menggandeng mitra nasional dan internasional dimana sebelumnya Celltech telah melakukan kerja sama dengan Swiss Biotech, EFHRE International University Barcelona, Spanyol, The University Gabriele d'Annunzio of Chieti Pescara dan The University of Leonardo da Vinci Italy. Celltech terus berinovasi untuk Gen Therapy dan 3D Printing Organ health tourism.
Baca Juga: 6 Alasan Pangeran William Layak Menjadi Raja Inggris Gantikan Charles
Deby Vinski yang dijuluki media sebagai The Queen of anti aging dan Stem Cell memuji semangat yang dimiliki UNHAN dengan Dekan Fakultas Kedokteran dan teamnya yang berpikiran maju. Dengan kolaborasi ini, diharapkan dapat terwujud kemajuan signifikan dalam dunia kesehatan di Indonesia, serta kontribusi yang lebih besar dari Fakultas Kedokteran Militer UNHAN RI dan CellTech Stemcell Centre dalam penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran Preventive Regenerative Anti aging dan Stem cell secara Global.
Dan melalui penandatanganan Kerja sama ini, selain Penelitian dan Pengabdian tadi maka akan dikembangkan bidang pendidikan Kedokteran Preventive Regenerative dan anti aging medicine juga Teknologi Stem Cell baik dalam Kurikulum Kedokteran maupun Master.
Celltech Stem Cell Centre terakreditasi WOCS Swiss adalah pusat terapi stem cell terdepan yang yang dinobatkan sebagai Centre of Excellence dalam validasi stem cell dari BD USA ini berkomitmen pada penelitian dan pengembangan teknologi medis mutakhir yang menggandeng mitra nasional dan internasional dimana sebelumnya Celltech telah melakukan kerja sama dengan Swiss Biotech, EFHRE International University Barcelona, Spanyol, The University Gabriele d'Annunzio of Chieti Pescara dan The University of Leonardo da Vinci Italy. Celltech terus berinovasi untuk Gen Therapy dan 3D Printing Organ health tourism.
Baca Juga: 6 Alasan Pangeran William Layak Menjadi Raja Inggris Gantikan Charles
(dra)
Lihat Juga :